Renungan Harian Katolik Sabtu 29 Agustus 2020

877 views

Renungan Harian Katolik Kalender Liturgi Sabtu 29 Agustus 2020

PW Wafatnya S. Yohanes Pembaptis, Martir
Warna Liturgi: Merah

Bacaan I  Yer 1:17-19

Yer 1:17 Tetapi engkau ini, baiklah engkau bersiap, bangkitlah dan sampaikanlah kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadamu. Janganlah gentar terhadap mereka, supaya jangan Aku menggentarkan engkau di depan mereka!
Yer 1:18 Mengenai Aku, sesungguhnya pada hari ini Aku membuat engkau menjadi kota yang berkubu, menjadi tiang besi dan menjadi tembok tembaga melawan seluruh negeri ini, menentang raja-raja Yehuda dan pemuka-pemukanya, menentang para imamnya dan rakyat negeri ini.
Yer 1:19 Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 71:1-2.3-4a.5-6ab.15ab.17
Berbahagialah bangsa  yang dipilih Tuhan menjadi milik-pusaka-Nya.
*Pada-Mu, ya Tuhan, aku berlindung, janganlah sekali-kali aku mendapat malu.  Lepaskan dan luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu,  sendengkanlah telinga-Mu kepadaku dan selamatkanlah aku!
*Jadilah bagiku gunung batu tempat berteduh,  kubu pertahanan untuk menyelamatkan diri;  sebab Engkaulah bukit batu dan pertahananku.
ya Allah, luputkanlah aku dari tangan orang fasik.
*Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, Engkaulah kepercayaanku sejak masa muda, ya Allah.  Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan,  Engkau telah mengeluarkan aku dari perut ibuku.
*Mulutku akan menceritakan keadilan-Mu,  dan sepanjang hari mengisahkan keselamatan yang datang dari-Mu, sebab aku tidak dapat menghitungnya.  Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib.

Bait Pengantar Injil  Mat 5:10
Berbahagialah orang yang dianiaya demi kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.

Bacaan Injil  Mrk 6:17-29

Mrk 6:17 Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri.
Mrk 6:18 Karena Yohanes pernah menegor Herodes: “Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!”
Mrk 6:19 Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat,
Mrk 6:20 sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.
Mrk 6:21 Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarny perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea.
Mrk 6:22 Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: “Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!”,
Mrk 6:23 lalu bersumpah kepadanya: “Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!”
Mrk 6:24 Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: “Apa yang harus kuminta?” Jawabnya: “Kepala Yohanes Pembaptis!”
Mrk 6:25 Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: “Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!”
Mrk 6:26 Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya.
Mrk 6:27 Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara.
Mrk 6:28 Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya.
Mrk 6:29 Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan.

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan.

Hari ini kita mengenang wafatnya St. Yohanes Pembaptis, yang dibunuh sebagai korban keserakahan Herodes , seorang raja yang rakus akan jabatan atau kedudukan , kehormatan duniawi serta perempuan cantik. Dengan kuasa dan kedudukannya, Herodes merebut istri saudaranya untuk dijadikan permaisuri, maka dengan tegas dan berani Yohanes Pembaptis menegurnya , “Tidak halal engkau mengambil istri saudaramu”  (Mrk 6: 18). Keberanian Yohanes Pembaptis untuk membela kebenaran dan kesetiaannya kepada hukum Tuhan, justru mengorbankan nyawanya sendiri. Inilah kenyataan hidup yang hingga saat masih sering terjadi dan kian marak . Orang yang menegakkan kebenaran sering dipersalahkan . Sebaliknya , mereka yang salah justru dibela.  Di tengah maraknya praktik mafia peradilan dan kehidupan moral bangsa yang kian merosot dewasa ini , seorang pengikut Kristus dipanggil menjadi nabi  dan diutus menjadi saksi kebenaran Injil-Nya. Resikonya besar dan nyawa bisa menjadi taruhannya. Namun kita diminta supaya “tidak gentar” seperti yang difirmankan Tuhan kepada Yeremia (Yer 1:17b) , juga seperti Yohanes Pembaptis yang berani menegur atau mengingatkan orang lain yang salah.  Paus Fransiskus dalam pesannya untuk peringatan Hari Komunikasi Sedunia ke 50 tahun 2016 juga mengingatkan kita akan  hal ini. Menjadi tugas kita untuk memperingatkan dan menegur mereka yang berbuat salah serta mengecam kejahatan dan ketidakadilan dari tindakan tindakan tertentu , untuk membebaskan para korban dan membangkitkan mereka yang telah jatuh . Injil Yohanes  mengatakan kepada kita bahwa “kebenaran itu akan memerdekakan kamu” ( Yoh 8:32). Kebenaran itu pada akhirnya ialah Kristus sendiri .

Butir permenungan.

Kerahiman-Nya yang lembut menjadi tolok ukur untuk menakar cara kita menyatakan kebenaran dan mencela ketidakadilan . Tugas utama kita adalah menegakkan kebenaran didalam kasih (bdk. Ef 4:15). Marilah kita hayati  rahmat kemartiran kita dengan meluruskan aneka bentuk penyelewengan yang juga masih marak dalam kehidupan bersama kita masa kini . Mari kita memproklamasikan kebenaran iman kita dan yakinlah bahwa sampai kapanpun , Tuhan akan selalu berpihak pada yang benar.

Doa.

Tuhan Allah umat terpilih, hari ini kami memperingati wafatnya Santo Yohanes Pembaptis . Dalam tanda Ekaristi yang kami terima, kami hormati Kristus yang dilambangkannya. Semoga kami bergembira sepenuhnya bila Kristus  nenampakkan diri dengan jelas dan nyata. Amin.

Berbahagialah bangsa  yang dipilih Tuhan menjadi milik-pusaka-Nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *