Renungan Harian Katolik Sabtu 9 November 2019

75 views

Bacaan Liturgi Sabtu 9 November 2019

Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran

Bacaan Pertama  Yeh 47:1-2.8-9.12

Sekali peristiwa  aku dibawa malaikat Tuhan ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu, mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci itu juga menghadap ke timur. Air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci, sebelah selatan mezbah.  Lalu malaikat itu menuntun aku ke luar  melalui pintu gerbang utara,  dan dibawanya aku berkeliling dari luar  menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur.  Sungguh, air itu membual dari sebelah selatan.  Lalu malaikat itu berkata kepadaku,  “Sungai ini mengalir menuju wilayah timur,  menurun ke Araba-Yordan,  dan bermuara di Laut Asin;  maka air yang mengandung banyak garam itu menjadi tawar.  Ke mana saja sungai itu mengalir,  segala makhluk yang berkeriapan di dalamnya akan hidup.   Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai,   air laut di situ menjadi tawar, dan ke mana saja sungai itu mengalir,  semuanya di sana hidup.   Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak pernah layu, dan buahnya tidak habis-habis.  Tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus.  Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur  Mzm 46:2-3.5-6.8-9

Kota Allah yang Mahatinggi, disukakan oleh aliran sungai.

*Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.  Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut.

*Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, disukakan oleh aliran-aliran sebuah sungai.  Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang;

Allah akan menolongnya menjelang pagi.

*Tuhan semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub.

Pergilah, pandanglah pekerjaan Tuhan, yang mengadakan pemusnahan di bumi.

Bacaan Kedua  1Kor 3:9b-11.16-17

Saudara-saudara, kamu adalah ladang Allah dan bangunan-Nya. Sesuai dengan kasih karunia Allah  yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atas dasar itu.  Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain  daripada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.  Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah,  dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?  Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia.

Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.

Demikianlah sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil  2Taw 7:16

Telah Kupilih dan Kukuduskan rumah ini, supaya nama-Ku tinggal di sini untuk selama-lamanya.

Bacaan Injil  Yoh 2:13-22

Ketika sudah dekat hari raya Paskah orang Yahudi, Yesus berangkat ke Yerusalem.  Dalam Bait Suci didapati-Nya   pedagang-pedagang lembu, kambing-domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ.

Maka Yesus membuat cambuk dari tali  lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing-domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah, dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.  Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata, “Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan!” Maka teringatlah murid-murid Yesus bahwa ada tertulis,  “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.”   Tetapi orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya,   “Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?”   Jawab Yesus kepada mereka, “Rombaklah Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.”  Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya:  “Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini, dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?”  Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah   ialah tubuh-Nya sendiri.  Sesudah Yesus bangkit dari antara orang mati,  barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya. Maka percayalah mereka akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan

Hari ini kita merayakan Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran, Apa perlunya kita merayakan? Bukankah Gereja Basilik Lateran itu diRoma, dan kita di Indonesia. Mungkin dari antara kita sudah ada yang pernah ziarah ke Roma dan mengunjungi gereja ini. Tetapi barangkali sebagian besar dari kita malah belum pernah membayangkan , apalagi mengunjunginya. Gereja Basilik Lateran  aslinya adalah  Gereja Sri Paus yang tertua. Gereja itu digunakan oleh para Paus sejak abad IV hingga abad XV, sebelum kemudian para Paus menempati Basilik Santo Petrus, Vatikan sekarang ini. Dengan merayakan pesta ini, kita ingin menyatakan syukur kita kepada Tuhan  atas karya penebusan-Nya yang selalu dirayakan di gereja – gereja, bersama seluruh Gereja yang kudus dengan kesatuan dengan Sri Paus. Dengan Pesta pemberkatan Gereja Basilik Lateran , kita menyatakan kesatuan iman kita serta kesetiaan kita kepada Tuhan dalam pimpinan Sri Paus di Roma.  Injil hari ini  menyatakan bahwa Sang Bait Allah yang sejati adalah Yesus Kristus  sendiri. Dialah yang mempersatukan Allah dan umat manusia. Allah hadir dan mendatangkan segala yang baik serta menyelamatkan  bagi kita melalui Kristus . Nubuat Yehezkiel menggambarkan bagaimana dari Bait Allah memancar air yang membual dan mengairi segala tempat. Dan lihatlah, semua tempat yang menjadi subur dan pohon pohon menghasilkan buah yang  tidak habis habis.

Butir  permenungan

Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu (1Kor 3:17)   Pada mulanya setiap manusia yang akan dilahirkan kedunia adalah baik dan kudus. Semua sudah Tuhan rancang dengan sempurna, bahkan ketika masih dalam kandungan  (Mazmur     139)    Sayangnya banyak orang tidak menyadari hal ini.  Banyak kita jumpai di sekeliling kita pribadi yang tidak mencerminkan gambaran-Nya , bahkan mungkin diri kita juga termasuk di dalamnya?  Banyak hal yang bisa mempengaruhi itu terjadi, misalnya pengaruh  negatif saat dalam kandungan, masa kecil , masa remaja, yang mengakibatkan  luka dan berdampak buruk bagi perkembangan diri kita.  Pertanyaan , saat luka belum dipulihkan, apakah Yang Maha Kudus  tetap berkenan bertahta dalam diri kita?  Ketika saya mengalami hal itu, hati  saya tidak bisa merasakan sukacita . Namun yang lebih menakutkan adalah timbul perasaan takut kehilangan kebersamaan dengan –Nya. Ketika saya mengalami luka yang belum pulih atau belum bisa melepaskan pengampunan, maka saya juga tidak bisa bersatu dengan terang-Nya. Yang saya pikirkan dan harus saya lakukan adalah kembali datang kepada-Nya,  memohon rahmat dan belas kasih-Nya, agar Ia berkenan kembali masuk dalam hati saya dan memberikan pemulihan .Marilah kita menjaga diri kita untuk selalu hidup dalam kekudusan, sehingga kita tidak kehilangan kebersamaan dengan-Nya dan kita bisa menjadi gambaran-Nya.

Doa

Ya, Allah tuntunlah kami dengan terang Roh Kudus-Mu agar kami seluruh umat-Mu  saling menghargai dan menghormati satu dengan yang lain , Amin

Telah Kupilih dan Kukuduskan rumah ini, supaya nama-Ku tinggal di sini untuk selama-lamanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *