Renungan Harian Katolik Selasa 10 September 2019

86 views

Bacaan Liturgi Selasa 10 September 2019

Bacaan Pertama  Kol 2:6-15

Saudara-saudara,  kalian telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita.

Karena itu hendaklah kalian tetap hidup bersatu dengan dia. Hendaklah kalian berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia. Hendaklah kalian bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepada kalian.  Hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.  Hati-hatilah, jangan sampai ada yang menawan kalian dengan filsafat kosong dan palsu, menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia,  tetapi tidak menurut Kristus.  Sebab seluruh kepenuhan Allah secara jasmaniah diam dalam Kristus, dan dalam Dia kalian pun memperoleh kepenuhan.  Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa.  Dalam Dialah kalian telah disunat, bukan dengan sunat yang telah dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus,   yang wujudnya adalah penanggalan tubuh yang berdosa.  Sebab kalian telah dikuburkan bersama Kristus dalam pembaptisan, dan dibangkitkan bersama Dia  oleh kepercayaanmu akan karya kuasa Allah, yang telah membangkitkan Kristus dari orang mati.  Dahulu kalian mati karena pelanggaranmu  dan karena tak bersunat secara lahiriah.  Tetapi kini Allah menghidupkan kalian bersama Kristus  sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita. Surat utang yang oleh ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita, telah dihapuskan-Nya dan ditiadakan-Nya, dengan memakukannya pada kayu salib. Kristus telah melucuti pemerintah dan penguasa-penguasa  dan menjadikan mereka tontonan umum dalam pawai kemenangan-Nya.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur  Mzm 145:1-2.8-11

Tuhan itu baik kepada semua orang.

*Aku hendak mengagungkan Dikau, ya Allah, ya Rajaku, aku hendak memuji nama-Mu untuk selama-lamanya.  Setiap hari aku hendak memuji Engkau,  dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya.

*Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya.  Tuhan itu baik kepada semua orang, penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.

*Segala yang Kaujadikan akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau.  Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.

Bait Pengantar Injil  Yoh 15:16

Kalian telah Kupilih dari dunia dan Kutetapkan agar pergi dan berbuah,

dan buahmu tinggal tetap.

Bacaan Injil  Luk 6:12-19

Sekali peristiwa Yesus mendaki sebuah bukit untuk berdoa.  Semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.  Keesokan harinya, ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya   dan memilih dari antara mereka dua belas orang,  yang disebut-Nya rasul.  Mereka itu ialah: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon,  Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus,  Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot,  Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.  Lalu Yesus turun bersama mereka  dan berhenti pada suatu tempat yang datar.  Di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya  dan banyak orang lain  yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon.  Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang kerasukan roh-roh jahat mendapat kesembuhan.  Dan orang banyak itu berusaha menjamah Dia, sebab daripada-Nya keluar suatu kuasa, dan semua orang itu disembuhkan-Nya.

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan.

Pada saat orang mempunyai keinginan yang mendesak, pada saat  itulah orang mudah untuk berdoa, bahkan mau berdoa novena (berdoa sembilan kali) , mengadakan ziarah ke gua gua Maria, jalan salib, doa Rosario,  Adorasi  ,  Ekaristi, dan sebagainya. Saat seorang membutuhkan sesuatu dari Tuhan, ia mudah menyempatkan diri , menyisihkan waktu untuk “ sendiri bersama Tuhan”  Pada saat penting ini, kita mudah mendekatkan diri dan mohon terang kepada Tuhan.  Hal itu juga dilakukan oleh Yesus , bukan pada saat penting saja. Yesus mempunyai kebiasaan pergi kebukit untuk berdoa semalam suntuk. Orang bisa saja mengatakan “tirakat” , sebelum memilih para rasul  (perikop hari ini), Yesus berwawasan sabda dengan Bapa-Nya. Dia harus mengambil keputusan penting . Maka harus tenang dan tidak dipengaruhi oleh hal hal yang tidak dapat dipertanggung jawabkan. Hadir dihadapan Allah , itulah yang selalu Dia buat.  Yesus memberi teladan kepada kita, para murid-Nya. Sebelum mengambil keputusan penting, seperti mencari sekolahan / kuliah, memilih bentuk panggilan hidup, tempat kerja, pindah rumah , dan sebagainya. Heninglah dihadapan Allah,  Berbicaralah  dengan Allah dan ungkapkan segala yang menjadi keinginan, pikiran dan ganjalan hati kita. Setelah itu, jangan cepat cepat pergi dan menutup doanya. Cobalah hening , diam, dengarkan hati kita. Allah berbicara apa lewat hati kita. Inilah alasannya mengapa Yesus selalu berdoa pada malam hari , saat suasana hening,  orang tidak bekerja dan tidak banyak gangguan sehingga tidak tergesa gesa. Dalam keheningan dan ketenangan kita lebih mudah mendengarkan suara hati kita.

Butir permenungan

Hari ini , kita diingatkan kembali salah satu unsur penting dalam hidup beriman , yaitu doa. Doa bersama dalam keluarga keluarga Kristiani kiranya perlu dihidupkan dan digalakkan kembali. Doa menjadi benteng hidup kita terhadap  kuasa kegelapan , terhadap roh roh jahat. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama dalam mendidik anak anak.

Doa

Allah Bapa maha pengasih, kami bersyukur, bahwa sanya  Engkau telah bersabda kepada kami, dan kami telah Kau perkenankan hidup berkat rahmat-Mu yang melimpah. Kami mohon , teguhkanlah kami dalam cinta kasih-Mu kepada umat manusia.  Amin.

Kalian telah Kupilih dari dunia dan Kutetapkan agar pergi dan berbuah, dan buahmu tinggal tetap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *