Renungan Harian Katolik Selasa 18 Februari 2020

648 views

Renungan Harian Katolik Berdasarkan Kalender Liturgi Selasa 18 Februari 2020
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I  Yak 1:12-18

Saudara-saudara terkasih,  berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan.  Apabila tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada setiap orang yang mengasihi Dia.  Apabila seseorang dicobai, janganlah ia berkata,  “Pencobaan ini datang dari Allah.”  Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun. Tetapi setiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri,  karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.  Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat!  Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang.  Pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.  Atas kehendak-Nya sendiri   Ia telah menjadikan kita oleh sabda kebenaran,  supaya pada tingkat yang tertentu  kita menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan   Mzm 94:12-13a.14-15.18-19

Berbahagialah orang yang Kauhajar, ya Tuhan.
*Berbahagialah orang yang Kauhajar, ya Tuhan , dan yang Kaudidik dalam Taurat-Mu, hatinya akan tenang di hari-hari malapetaka.
*Sebab Tuhan tidak akan membuang umat-Nya, dan milik pusaka-Nya tidak akan Ia tinggalkan; sebab hukum akan kembali kepada keadilan,
dan semua orang yang tulus hati akan mematuhi.
*Ketika aku berpikir, “Kakiku goyang!  kasih setia-Mu, ya Tuhan, Menopang aku.  Apabila keprihatinanku makin bertambah,  penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku.

Bait Pengantar Injil  Yoh 14:23

Jika seorang mengasihi Aku, ia akan mentaati sabda-Ku.  Bapa-Ku akan mengasihi dia,  dan Kami akan datang kepadanya.

Bacaan Injil Hari Ini  Mrk 8:14-21

Pada suatu hari murid-murid Yesus lupa membawa roti. Hanya sebuah saja yang ada pada mereka dalam perahu. Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya, “Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.”  Maka mereka berpikir-pikir, dan seorang berkata kepada yang lain, “Itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti.”  Ketika Yesus tahu, apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata, “Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kalian memahami dan mengerti?  Telah degilkah hatimu? Kalian mempunyai mata, tidakkah kalian melihat?  Dan Kalian mempunyai telinga, tidakkah kalian mendengar? Sudah lupakah kalian waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu,  berapa bakul penuh  potongan-potongan roti kamu kumpulkan?”  Jawab mereka, “Dua belas bakul.”  “Dan pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang itu,  berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?” Jawab mereka, “Tujuh bakul.”
Lalu kata Yesus kepada mereka,  “Masihkah kalian belum mengerti?”
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan Hari Ini.

Saya menyarankan kepada anda , apabila berbelanja ke swalayan atau supermarket sebaiknya kita membawa daftar barang belanjaan secara tertulis. Sebaiknya kita hindari , belanja berdasarkan spontanitas . Lihat barang langsung ambil , lihat barangnya menarik , langsung ambil , disitu kita tidak berfikir dahulu , apakah saya membutuhkan barang ini atau tidak . Ya karena murah dan menarik , ambil. Ini gambaran dari orang yang mudah jatuh ke percobaan  , yakni pencobaan atas godaan untuk membeli barang yang belum tentu kita butuhkan. Ya kalau uangnya banyak barangkali tidak masalah , lha kalau uangnya terbatas , bukanlah kita bisa repot nantinya. Atau kalau memang uangnya banyak , bukankah kita tidak harus membelanjakan uang itu ? Apakah kita tidak berpikir bahwa uang yang banyak itu hanya karunia Tuhan saja agar kita membagikan kepada mereka yang berkekurangan? Kita bisa memberikan uang itu untuk beasiswa anak yang ingin sekolah tetapi tidak mampu? Atau uang kita berikan untuk sumbangan kepada berbagai pihak yang memang memerlukan? Apabila orang bertahan dalam pencobaan , ia akan  menerima mahkota kehidupan. Pencobaan tentu bisa berupa segala macam hal dan bentuk , Pencobaan bisa berupa penderitaan dan sakit , tetapi juga berbagai godaan untuk berbuat yang jahat atau yang tidak benar. Seorang murid Kristus diundang untuk tahan uji, tahan banting, tahan godaan dan pencobaan.

Butir permenungan.

Dalam hidup sehari hari, manusia membutuhkan makanan untuk memperoleh energi agar dapat beraktifitas dengan baik. Maka akan mengkhawatirkan jika manusia tidak mempunyai sesuatu pun untuk dimakan, Kekuatiran itu juga dialami oleh murid murid Yesus . Para murid mencemaskan keadaan mereka ketika didalam perahu ditengah perjalanan mereka hanya mempunyai satu potong roti. Itu tidak cukup bagi mereka. Namun apa yang dipikirkan oleh para murid diketahui oleh Yesus. Yesus mencoba membimbing para murid untuk mengingat kembali mukjizat penggandaan roti yang telah dilakukan-Nya. Harapan Yesus adalah semoga ingatan mereka dapat menghilangkan perasaan kuatir itu.

Dalam Injil hari ini Yesus mengajak manusia untuk tidak kuatir dengan keadaan hidup yang kurang, Sebab Yesus tahu apa yang kita butuhkan dan Ia tahu apa yang harus diperbuat-Nya. Kelemahan iman dan keraguan akan penyelenggaraan Tuhan , sering kali membuat kita tidak bisa melihat semua itu.  Hari ini kita diingatkan agar tidak mencemaskan keadaan yang kurang beruntung, melainkan selalu memiliki harapan dan iman akan karya Tuhan. Kita perlu mempersembahkan kekurangan kita kepada Tuhan dan menyerahkan kekuatiran kita  kepada-Nya.  Jika kita pernah mengalami keadaan hidup yang berkecukupan, berlimpah ruah dan itu menggembirakan  , terimalah juga keadaan yang kurang , mencemaskan dan kurang menyenangkan . Intinya jauhkanlah kecemasan yang tidak mendasar dari hati anda dan besarkan kepercayaan anda akan kemurahan Tuhan , Tuhan tidak pernah tuli akan kehidupan anak anak-Nya.

Doa.

Ya Tuhan, teguhkanlah iman kami agar kami tidak terlalu kuatir dan kekurangan yang kami jumpai dalam hidup ini. Amin.

Jika seorang mengasihi Aku, ia akan mentaati sabda-Ku.  Bapa-Ku akan mengasihi dia,  dan Kami akan datang kepadanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *