Renungan Harian Katolik Selasa 24 Desember 2019

513 views

Bacaan Liturgi Selasa 24 Desember 2019

Bacaan Pertama  2Sam 7:1-5.8b-12.16

Pada masa itu  Raja Daud telah menetap di rumahnya, dan Tuhan telah mengaruniakan kepadanya keamanan  terhadap semua musuh di sekeliling,  Maka berkatalah Raja Daud kepada Nabi Natan,  “Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras,  padahal tabut Allah diam di bawah tenda.”  Lalu berkatalah Natan kepada raja,  “Baik, lakukanlah segala sesuatu yang dikandung hatimu,  sebab Tuhan menyertai engkau.”  Tetapi pada malam itu juga datanglah firman Tuhan kepada Natan,  “Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud:  Beginilah firman Tuhan:  Masakan engkau yang mendirikan rumah untuk Kudiami?  Akulah yang mengambil engkau dari padang,  ketika engkau menggiring kambing domba!  Engkau Kuambil untuk Kujadikan raja atas umat-Ku Israel.  Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani,  dan telah melenyapkan semua musuh dari hadapanmu. Aku membuat besar namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi. Aku menentukan tempat bagi umat-Ku Israel dan menanamkannya,  sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri dengan tidak lagi dikejutkan atau pun ditindas  oleh orang-orang lalim sepertidahulu, sejak Aku mengangkat hakim-hakim atas umat-Ku Israel.  Aku mengaruniakan kepadamu keamanan terhadap semua musuhmu.  Juga diberitahukan Tuhan kepadamu: Tuhan akan memberikan keturunan kepadamu.  Apabila umurmu sudah genap  dan engkau telah mendapat perhentian bersama nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian,  anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya.  Keluarga  dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya  di hadapan-Ku,  takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur  Mzm 89:2-3.4-5.27.29

Kasih setia-Mu, ya Tuhan,  hendak kunyanyikan selama-lamanya.

*Aku hendak menyanyikan kasih setia Tuhan selama-lamanya,

hendak menuturkan kesetiaan-Mu turun-temurun.  Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya;  kesetiaan-Mu tegak seperti langit.

*Engkau berkata,  “Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku,  Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku:  Aku hendak menegakkan anak cucumu Untuk selama-lamanya,  dan membangun takhtamu turun-temurun.”

*Dia pun akan berseru kepada-Ku, “Bapakulah Engkau,  Allahku dan gunung batu keselamatanku.”  Untuk selama-lamanya   Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia,  dan perjanjian-Ku denganya akan Kupegang teguh.

Bacaan Injil  Luk 1:67-79

Zakharia, ayah Yohanes, penuh dengan Roh Kudus,  lalu bernubuat, katanya,   “Terpujilah Tuhan, Allah Israel,  sebab Ia telah mengunjungi umat-Nya  dan membawa kelepasan baginya,  Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya,  seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala  lewat mulut nabi-nabi-Nya yang kudus, untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita  dan dari tangan semua orang yang membenci kita; untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita, dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus, yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita, supaya kita, terlepas dari tangan musuh,  dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut,  dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya  seumur hidup kita. Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan  untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya,  untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan  yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka,  oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita,  dengan mana Ia akan mengunjungi kita: Surya pagi dari tempat yang tinggi, untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan naungan maut  untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan

Kelahiran setiap bayi menandakan perhatian Allah akan masa depan umat manusia. Allah tidak bekerja sendirian didunia ini, tetapi Dia membutuhkan setiap manusia ciptaanNya agar terlibat dalam karya keselamatan. Dengan demikian, kelahiran bayi sama dengan kelahiran rekan kerja Allah yang baru untuk menyelenggarakan hidup manusia dimasa depan. Dalam kutipan Injil hari ini, Zakharia bersyukur atas kelahiran Yohanes, anak yang dilahirkan dari isterinya pada masa tua. Dia tidak hanya menganggap Yohanes sebagai tumpuan harapan bagi masa depan keluarga. Kelahiran Yohanes menandakan bahwa Allah sedang melakukan karya besar bagi bangsa manusia.  Jika kita merenungkan kehadiran kita masing masing di dunia ini, kita boleh yakin bahwa kita pun anak anak pilihan Allah. Dia tidak menciptakan kita tanpa tujuan yang jelas. Kita dipilih  untuk menjadi rekan sekerja Allah. Menjadi tugas kita lah  untuk merenungkan apakah maksud Allah dengan melahirkan kita didunia ini.  Apakah kita dapat menjadi rekan sekerja Allah? Tentu saja kehadiran kita didunia ini bukan dimaksudkan demi keuntungan kita saja, tetapi juga demi kesejahteraan sesama dari ciptaan Allah lainnya Tidak ada manusia yang tidak berguna bagi Allah dan sesama, kecuali jika dia memang tidak mau  menjadikan dirinya berguna. Perang dan kekejaman  yang menghabisi jiwa jiwa manusia  merupakan kejahatan terhadap Allah juga, karena penghancuran bangsa manusia merupakan penolakan terang terangan terhadap rencana baik Allah untuk membangun dunia.  Hari ini hari terakhir Advent, karena petang nanti kita akan merayakan Natal. Yesus hadir didunia untuk mewujudkan karya kasih dan karya keselamatan. Kita boleh sibuk mempersiapkan kado kado Natal yang akMereka akan menerima Mesian ,an kita berikan kepada orang orang yang dekat dihati kita. Namun kado yang terindah sudah diberikan Allah kepada kita didalam bayi Yesus yang lahir dipalungan.

Butir Permenungan.

Sudah berabad abad lamanya orang Yahudi menantikan kedatangan Mesias, seorang keturunan Raja Daud. Kini penantian panjang mereka akan segera terpenuhi, namun mereka akan mengenal-Nya sebagai hamba yang rendah hati, bukan sebagai raja yang berkuasa. Kisah kedua Samuel yang kita renungkan hari ini mengisahkan bagaimana janji Tuhan mengenai kedatangan Mesias itu akan terlaksana.  Sang Surya telah terbit, kedatangan Tuhan itu akan membuat mereka aman dan nyaman.Tuhan akan menjadikan mereka anak terkasih-Nya  dan Allah menjadi Bapa mereka.Zakharia pun melalui bacaan hari ini memanjatkan madah pujian, Madah syukur atas kelahiran Yohanes yang akan menyongsong terbitnya Sang Surya  yakni Yesus Kristus. Ia hadir juga sebagai seorang bapa yang taat kepada Allah dan penuh kasih akan keluarga. Pada hari terakhir masa Advent ini sudah semakin nyata perbuatan kasih Allah  Penjelmaan-Nya akan menjadi jawaban kerinduan umat manusia akan keselamatan dan kebahagiaan. Marilah kita songsong dengan hati yang suci dan penuh sukacita.

Doa.

Ya Bapa, terpujilah Engkau sebab sudi mengunjungi kami umat- Mu, Semoga kami yang kini bergembira menantikan hari kelahiran Putera-Mu, kelak memperoleh. anugerah yang kekal. Amin

Kasih setia-Mu, ya Tuhan,  hendak kunyanyikan selama-lamanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *