Renungan Harian Katolik Selasa 3 Desember 2019

473 views

Bacaan Liturgi Selasa 3 Desember 2019

Pesta S. Fransiskus Xaverius, Imam dan Pelindung Karya Misi

Bacaan Pertama   1Kor 9:16-19.22-23

Saudara-saudara,  jika aku memberitakan Injil,  aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku.  Celakalah aku jika tidak memberitakan Injil.   Seandainya aku melakukan pemberitaan itu  atas kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah.  Tetapi karena aku melakukannya  bukan atas kehendakku sendiri,  pemberitaan itu merupakan tugas yang ditanggungkan Allah kepadaku.  Kalau demikian apakah upahku?  Upahku ialah:  bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa imbalan,  dan bahwa aku tidak menuntut hakku sebagai pemberita Injil.  Sesungguhnya aku bukan hamba siapapun.  Meskipun begitu, aku menjadikan diriku hamba semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang. Bagi orang-orang yang lemah   aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah.  Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya sedapat mungkin aku memenangkan beberapa orang dari antara mereka.   Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil,

supaya aku mendapat bagian di dalamnya.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur  Mzm 117:1.2

Pergilah ke seluruh dunia,   dan wartakanlah Injil.

*Pujilah Tuhan, hai segala bangsa,   megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!

*Sebab kasih-Nya hebat atas kita,  dan kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil  Mat 28:19a.20b

Pergilah dan jadikanlah semua bangsa murid-Ku,   Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.

Bacaan Injil  Mrk 16:15-20

Pada suatu hari  Yesus yang bangkit dari antara orang mati  menampakkan diri kepada kesebelas murid, dan berkata kepada mereka,  “Pergilah ke seluruh dunia,  beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.  Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya:  Mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku,  mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,  mereka akan memegang ular,   dan sekalipun minum racun maut,  mereka tidak akan mendapat celaka;   mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit,  dan orang itu akan sembuh.”  Sesudah berbicara demikian kepada mereka,  terangkatlah Tuhan Yesus ke surga,  lalu duduk di sebelah kanan Allah.  Maka pergilah para murid memberitakan Injil ke segala penjuru,   dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu  dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan

Santo Markus Pengarang Injil juga disebut dengan nama Yohanes anak Maria yang tinggal di Yerusalem (Kis. 12:12,25:15:37), kemenakan Barnabas (Kol 4:10)  Rupa rupanya, rumah ibunya di Yerusalem sering dipakai oleh umat untuk berhimpun. Maka tidak mengherankan bahwa ketika Petrus dilepaskan dari penjara, “……setelah berpikir sebentar, pergilah ia kerumah Maria , ibu Yohanes …… disitu banyak orang berkumpul dan berdoa” (Kis 12:12) . Markus meninggalkan Yerusalem untuk menemani Barnabas dan Saulus di Antiokhia dan ikut sebentar dalam perjalanan misi pertama , tetapi lalu meninggalkan mereka dan kembali ke Yerusalem (Kis 13:5,13)  Kemudian dia ikut paman nya Barnabas berangkat ke Siprus setelah terjadi perselisihan yang tajam antara Paulus dan Barnabas (Kis 15: 17-39) karena Paulus tidak mau membawa serta Markus dalam perjalanan misi yang kedua., Namun entah bagaimana , Paulus yang semula tidak senang terhadap Markus, akhirnya mengatakan Markus adalah pribadi yang pelayanannya penting bagi dirinya (2Tim 4:11)  Markus sudah bersama dengan Paulus sejak awal Paulus menjadi tawanan di Roma (Kol 4:10, Flm.24) . Tentunya rekonsiliasi antara keduanya sudah terjadi sebelumnya, karena dalam Kol 4:10 Paulus berpesan  kepada jemaat di Kolose dan mengatakan “….. tentang dia (Markus) kamu telah menerima pesan: terimalah dia, apabila dia datang kepadamu ….”  Hubungan Markus dengan Petrus disebutkan dalam surat pertama  Rasul Petrus. Dalam surat itu, Markus disebut “anakku” , mungkin karena Petrus lah yang menerima dia dalam lingkungan murid Kristus. Sebagai pengarang Injil, Markus menampilkan potret Yesus dengan caranya yang khas, Injil nya kadang kadang disebut sebagai Injil untuk para calon baptis. Pelan pelan para pembaca diajak untuk menyiapkan diri untuk mengambil keputusan iman. Ajakan itu disampaikan antara lain dengan menantang dan menghibur mereka. Mereka dihadapkan pada kenyataan bahwa sejak awal Yesus sudah ditolak, Kaum keluarga-Nya menganggap Dia tidak waras lagi (Mrk 3:21). Sebelumnya , kaum Farisi sudah bersekongkol dengan orang orang Herodes untuk membunuh Dia. Murid murid yang paling dekatpun tidak mengenal Dia, dan akhirnya lari meninggalkan Dia, membiarkan Dia mati dengan cara yang mengerikan. Masihkah Dia dapat dipercaya?  Persis ketika semua tampaknya gagal, muncullah pengakuan iman dari seorang kepala pasukan, yang merupakan klimaks Injil Markus, “Waktu kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Dia melihat mati-Nya demikian, berkatalah ia “ Sungguh, orang ini adalah Anak Allah”  Seorang katekumen akhirnya ditantang untuk mengambil keputusan iman seperti kepala pasukan itu.  Apakah kita yakin dan sadar bahwa hidup, kehadiran,dan perbuatan perbuatan kita seharusnya juga merupakan undangan bagi orang lain untuk mengambil keputusan iman? Ingat akan firman Tuhan hari ini rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, Karena proses belajar akan terus kita jalani seumur hidup kita. Jangan menutup telinga dan hati kita terhadap Tuhan.

Butir permenungan

Sabda Yesus hari ini  memerintahkan para muridnya untuk mewartakan  kabar gembira kebangkitan-Nya.  Hal ini terjadi karena Ia kenal dengan beberapa murid –Nya , yang masih juga  tidak percaya dengan orang orang yang melihat Dia setelah kebangkitan-Nya. Yesus mengharapkan agar semua orang  menjadi percaya dan diselamatkan. Paulun melukiskan bagaimana pewartaan kabar gembira itu menjadi keharusan  baginya, bahkan menganggap dirinya celaka apabila tidak melakukannya. Pemberitaan Injil  bukan untuk membanggakan diri, apalagi mencari upah dan pujian melainkan upaya penyelamatan banyak orang .

Hari ini Gereja Universal memperingati pesta Santo Fransiskus Xaverius , Imam dan pelindung karya misi. Ia rela meninggalkan kekayaan dan kebangsawannya agar Yesus semakin dikenal banyak bangsa. Ia pernah merambah India, Srilangka bahkan Indonesia.  Berkat Fransiskus  Zaverius, kini kita mengenal Yesus sebagai jalan, kebenaran dan kehidupan iman kita. Misi ini harus jalan terus bukan?  Lalu siapa pelakunya? Jawabannya adalah kita semua, Mari kita wartakan Kristus yang bangkit agar setiap orang dijaman sekarang menjadi percaya dan diselamatkan.

Doa.

Ya Tuhan yang mahakuasa, bantulah kami umat-Mu untuk sadar bahwa hidup kami merupakan proses untuk berani bangkit menjadi manusia baru dengan meninggalkan dosa dosa . Amin

Pergilah dan jadikanlah semua bangsa murid-Ku,   Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *