Renungan Harian Katolik Selasa 3 Maret 2020

493 views

Renungan Harian Katolik Kalender Liturgi  Selasa 3 Maret  2020
Warna Liturgi: Ungu

Bacaan I  Yes 55:10-11
Beginilah firman Tuhan,  “Seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke sana,  melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman yang keluar dari mulut-Ku:  Ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia,  tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 34:4-5.6-7.16-17.18-19
Tuhan melepaskan orang benar dari segala kesesakannya.
*Muliakanlah Tuhan bersama-sama dengan daku,  marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya!  Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan daku dari segala kegentaranku.
*Tunjukkanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengarkan:  Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
*Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong; wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat  untuk melenyapkan ingatan akan mereka dari muka bumi.
*Apabila orang-orang benar itu berseru-seru,  Tuhan mendengarkan:
dari segala kesesakannya mereka Ia lepaskan . Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.

Bait Pengantar Injil  Mat 4:4b
Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.

Bacaan Injil  Mat 6:7-15
Dalam khotbah di bukit Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,  “Dalam doamu janganlah kamu bertele-tele  seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah.  Mereka menyangka bahwa  karena banyaknya kata-kata doa mereka dikabulkan.  Jadi janganlah kamu seperti mereka,  karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. Karena itu berdoalah begini:  “Bapa kami yang di sorga, dikuduskanlah nama-Mu. Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.  Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya,  dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam percobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Amin.  Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang,  Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan.

Doa adalah tugas pokok orang beriman dan keheningan adalah syarat untuk dapat berdoa dengan baik. Dengan doa, kita mampu  mengenal kehendak Allah. Dengan keheningan, kita mampu berdoa dengan baik. Ditengah kesibukan dunia yang menuntut  kerja dan mencari uang untuk masa depan, sering orang melupakan hidup doa. Oleh karena itu, kebiasaan berdoa secara pribadi maupun aktif dalam doa lingkungan adalah sesuatu yang positif. Namun sering yang terlupakan adalah bagaimana caranya berdoa.  Yesus mengajarkan hari ini kepada kita bagaimana cara berdoa yang benar. “Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” (Mat : 6.6)   Bagi Yesus dalam khotbah di bukit, doa adalah penting. Setiap perkara yang Dia lakukan senantiasa didahului dengan doa, maka murid murid-Nya diajari bagaimana harus berdoa. Berdoa berarti masuk dalam keheningan dan berkomunikasi dengan Tuhan. Karena itu, nasehat Injil sangat jelas yaitu janganlah bertele tele dan kalimat doanya panjang panjang dan janganlah pamer atau dipertontonkan sehingga orang mengaguminya. Berdoa tidak perlu dengan maksud untuk mendapat pujian  Doa yang benar disertai dengan sikap rendah hati seperti orang berdosa yang memohon pengampunan dari Allah.  Marilah dalam masa Pra Paskah  ini kita gunakan secara baik dalam mengolah  hidup rohani melalui doa. Memang doa yang sering kita gunakan ialah dengan membaca , tetapi sudahkah kita belajar berdoa , bukan berusaha untuk berdoa. Maksudnya  adalah sebagai orang Katolik, kita bisa berdoa bukan saja dengan pikiran-kepala kita tetapi dengan hati kita.  Doa harus menjadi bagian hidup sehari hari  sebagai pengalaman kasih Allah. Dengan cara itu , kita akan menjadi pendoa setiap hari.

Butir permenungan.

Seharusnya kita lebih banyak berdoa pujian atau permohonan? Tentulah doa pujian. Tapi faktanya apa yang lebih banyak kita lakukan? Doa permohonan kan? Doa Bapa Kami adalah model doa pujian dan permohonan. Pujian kepada Allah dan permohonan demi kemuliaan-Nya mendahului permohonan untuk kebutuhan kita, Doa kita tidak boleh membelokkan kehendak Allah seturut kehendak kita, tetapi menyeleraskan kehendak kita dengan kehendak-Nya. Permohonan kita pun hendaknya menyangkut kebutuhan pokok dari seluruh waktu. Sekarang kita mohon makanan yang menjadi kebutuhan pokok untuk bertahan hidup. Dengan masa lalu kita mohon pengampunan atas kesalahan kesalahan yang telah kita lakukan. Untuk masa depan  kita mohon perlindungan  dari percobaan yang siap menghadang perjalanan kita. Dengan demikian kita menaruh seluruh kebutuhan pokok dan waktu hidup kita pada Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus. Sebab permohonan tentang makanan mengarahkan kita kepada Allah Bapa, Pencipta dan Pemelihara alam semesta dan segala makhluk. Permohonan tentang pengampunan mengarahkan kita pada Allah Putra, Juruselamat dan Penebus dosa kita. Permohonan perlindungan dari pencobaan mengarhkan kita pada Allah Roh Kudus, Penghibur, Penguat, Penerang dan Pembimbing.  Mungkin baik jika kita menyadari berapa kali kita bersyukur dan berapa kali kita memohon , jika dalam doa kita selalu mohon , mohon, dan mohon, rasanya kita menjadi orang yang selalu kurang dengan rahmat yang sebenarnya telah banyak kita terima. Tidak berarti bahwa memohon itu salah . Tidak demikian maksudnya. Memohon itu juga penting, tapi  tidak lalu setiap kali berdoa , kita hanya memohon  Dalam hidup, dalam doa, kita diajak untuk selalu bersyukur memuji. Dan menyelaraskan  kehendak kita dengan kehendak Allah. Bukan sebaliknya , menyelaraskan kehendak Allah dengan kehendak kita . Itu terbalik. Allah lebih tahu apa yang terbaik untuk diri kita. Karna itu dalam berdoa hendaknya kita membiarkan Allah melakukan kehendak-Nya dan tidak memaksakan kehendak kita.

Doa.

Ya Tuhan yang mahabaik, ajarilah kami umat-Mu untuk dapat berdoa dengan hati dan dengan sikap rendah hati. Amin.

Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *