Renungan Harian Katolik Selasa 4 Februari 2020

814 views

Renungan Harian Katolik Berdasarkan Kalender Liturgi Selasa 4 Februari 2020
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I  2Sam 18:9-10.14b.24-25a.30-19:3
Waktu melarikan diri, Absalom bertemu dengan anak buah Daud.  Saat itu Absalom sedang memacu bagalnya.  Ketika bagal itu lewat di bawah jalinan dahan-dahan pohon tarbantin yang besar,  tersangkutlah kepala Absalom pada pohon tarbantin itu,  sehingga ia tergantung antara langit dan bumi, sedang bagal yang ditungganginya berlari terus.  Seseorang melihatnya, lalu memberitahu Yoab, katanya,   “Aku melihat Absalom tergantung pada pohon tarbantin.”   Lalu Yoab mengambil tiga lembing dalam tangannya  dan ditikamkannya ke dada Absalom!  Waktu itu Daud sedang duduk di antara kedua pintu gerbang  sementara penjaga naik ke sotoh pintu gerbang itu, di atas tembok. Ketika ia melayangkan pandangnya,  dilihatnyalah orang datang berlari, seorang diri saja.  Berserulah penjaga memberitahu raja.  Lalu raja berkata kepada Ahimaas,  “Pergilah ke samping, berdirilah di situ.”   Ahimaas pergi ke samping dan berdiri di situ.  Kemudian tibalah orang Etiopia itu.  Kata orang Etiopia itu, “Tuanku raja mendapat kabar yang baik, sebab Tuhan telah memberi keadilan kepadamu pada hari ini!   Tuhan melepaskan Tuanku  dari tangan semua orang yang bangkit menentang Tuanku.”   Tetapi bertanyalah Raja Daud kepada orang Etiopia itu,   “Selamatkah Absalom, orang muda itu?”
Jawab orang Etiopia itu,  “Biarlah seperti orang muda itu musuh Tuanku Raja   dan semua orang yang bangkit menentang Tuanku  untuk berbuat jahat.”   Maka terkejutlah raja!  Dengan sedih ia naik ke anjung pintu gerbang lalu menangis.  Dan beginilah perkataannya sambil berjalan,  “Anakku Absalom, anakku!   Ah, anakku Absalom,  sekiranya aku boleh mati menggantikan engkau!  Absalom, Absalom, anakku!”   Lalu diberitahukan oranglah kepada Yoab,   “Ketahuilah, raja menangis dan berkabung karena Absalom.”   Pada hari itulah  kemenangan menjadi perkabungan bagi seluruh tentara,  sebab pada hari itu tentara mendengar orang berkata,  “Raja bersusah hati karena anaknya.”  Maka pada hari itu tentara Israel masuk kota dengan diam-diam  seperti tentara yang kena malu karena melarikan diri dari pertempuran.
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 86:1-2.3-4.5-6
Sendengkanlah telinga-Mu, ya Tuhan, dan jawablah aku.
*Sendengkanlah telinga-Mu, ya Tuhan, jawablah aku,  sebab sengsara dan miskin aku.  Peliharalah nyawaku, sebab aku orang yang Kaukasihi,
selamatkanlah hamba-Mu yang percaya kepada-Mu.
*Engkau adalah Allahku, kasihanilah aku,  sebab kepada-Mulah aku berseru sepanjang hari.  Buatlah jiwa hamba-Mu bersukacita,  sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat jiwaku.
*Tuhan, Engkau sungguh baik dan suka mengampuni,  kasih setia-Mu berlimpah bagi semua orang yang berseru kepada-Mu. Pasanglah telinga kepada doaku, ya Tuhan, dan perhatikanlah suara permohonanku.

Bait Pengantar Injil  Mat 8:17
Yesus memikul kelemahan kita, dan menanggung penyakit kita.

Bacaan Injil  Mrk 5:21-43
Sekali peristiwa, setelah Yesus menyeberang dengan perahu,  datanglah orang banyak berbondong-bondong  lalu mengerumuni Dia.  Ketika itu Yesus masih berada di tepi danau.   Maka datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika melihat Yesus, tersungkurlah Yairus di depan kaki-Nya.  Dengan sangat ia memohon kepada-Nya,  “Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati.  Datanglah kiranya, dan letakkanlah tangan-Mu atasnya,  supaya ia selamat dan tetap hidup.”  Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia  dan berdesak-desakan di dekat-Nya.  Adalah di situ seorang perempuan  yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.  Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sampai habislah semua yang ada padanya; namun sama sekali tidak ada faedahnya,  malah sebaliknya: keadaannya makin memburuk.  Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus.  Maka di tengah-tengah orang banyak itu   ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.   Sebab katanya, “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”  Sungguh, seketika itu juga berhentilah pendarahannya   dan ia merasa badannya sudah sembuh dari penyakit itu. Pada ketika itu juga Yesus mengetahui,  bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya,  lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya,  “Siapa yang menjamah jubah-Ku?”  Murid-murid-Nya menjawab,  “Engkau melihat sendiri  bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu!  Bagaimana mungkin Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?”  Lalu Yesus memandang sekeliling-Nya  untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu.  Maka perempuan tadi menjadi takut dan gemetar  sejak ia mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya.  Maka ia tampil dan tersungkur di depan Yesus.  Dengan tulus ia memberitahukan segala sesuatu kepada Yesus.  Maka kata Yesus kepada perempuan itu,   “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.  Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!”  Ketika Yesus masih berbicara   datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata,   “Anakmu sudah mati!  Apa perlunya lagi engkau menyusahkan Guru?”  Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka  dan berkata kepada kepala rumah ibadat,  “Jangan takut, percaya saja!”  Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorang pun ikut serta,  kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus.  Dan tibalah mereka di rumah kepala rumah ibadat,   dan di sana Yesus melihat orang-orang ribut,  menangis dan meratap dengan suara nyaring.  Sesudah masuk, Yesus berkata kepada orang-orang itu,  “Mengapa kamu ribut dan menangis?  Anak ini tidak mati, tetapi tidur!”   Tetapi mereka menertawakan Dia.  Maka Yesus menyuruh  semua orang itu keluar.  Lalu Ia membawa ayah dan ibu anak itu, dan mereka yang bersama-sama dengan Yesus masuk ke dalam kamar anak itu.  Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya, “Talita kum,”   yang berarti: “Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!”  Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan,  sebab umurnya sudah dua belas tahun.  Semua orang yang hadir sangat takjub.  Dengan sangat Yesus berpesan kepada mereka,   supaya jangan seorang pun mengetahui hal itu,  lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan.
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan.

Ketika manusia sakit, hal pertama yang dilakukannya adalah mencari obat atau berobat ke dokter. Dia akan berusaha mencari obat terbaik atau dokter terbaik demi mendapatkan kesembuhan . Kalau segala usaha yang dilakukannya tidak berhasil , banyak orang malah mencari dukun . dan kalau pertolongan dari dukun tidak berhasil pula , barulah orang mencari Tuhan .Itu adalah tindakan yang tidak sesuai dengan kehendak Allah . Tindakan manusia itu hampir sama dengan tindakan seorang perempuan dalam Injil hari ini.Perempuan itu mengalami sakit pendarahan selama dua belas tahun. Dia sudah pergi ke berbagai tabib tetapi dia tidak sembuh juga. Segala harta yang dia miliki sudah habis demi mendapatkan kesembuhan  dia sudah putus asa dengan segala usahanya itu tetapi ketika hatinya terbuka untuk jamahan tangan  Yesus maka kesembuhan terjadi padanya , dia sembuh hanya karena menyentuh jubah Tuhan Yesus.   Sering sekali manusia kurang mengikut serta kan Tuhan dalam setiap usaha dan karyanya , Banyak orang ketika memulai usaha atau mencari kesembuhan tidak meminta pertolongan dari Tuhan . Tetapi ketika usahanya itu tidak berhasil dengan baik , barulah mereka mencari Tuhan , padahal semestinya adalah kita perlu mengikut sertakan Tuhan didalam setiap usaha kita. Ketika kita mencari kesembuhan karena sakit , memang kita harus berobat ke dokter tetapi pada saat yang bersamaan , kita harus juga memohon pertolongan Tuhan supaya usaha kita itu diberkati dan direstui –Nya , Maka janganlah hanya mengingat Tuhan saat kita tidak bisa berbuat apa apa lagi tetapi ingatlah Tuhan setiap kita melakukan sesuatu . Tidak hanya kepada Yairus dan wanita yang sakit itu, tetapi pada diri kita pun Tuhan ingin menyatakan kebesaran dan kuasa-Nya , jalannya mungkin tak melulu melalui sakit penyakit , kadang lewat persoalan persoalan berat yang bertahun tahun tak kunjung selesai . Dalam kesulitan tersebut Tuhan ingin agar kita seperti Yairus yang karena iman telah menjadi perantara rahmat kesembuhan bagi anak yang disayanginya atau seperti si wanita yang dalam sakitnya tak mau menyerah dan mencari kesempatan ditengah himpitan persoalan.

Doa.

Ya  Allah , jangan biarkan kami menjauh dari Sabda-Mu yang selalu memberikan kedamaian bagi kami , biarkan Sabda-Mu hidup di dalam hati kami. Amin.

Yesus memikul kelemahan kita, dan menanggung penyakit kita.

5 thoughts on “Renungan Harian Katolik Selasa 4 Februari 2020

  1. Amin…
    Mohon maaf
    Tolong bagi pemilik apk kalerder liturginya masih di tgl 4 sekarangkan udah tgl:5. Tolong percepat tgl liturginya karena aplikasi ini sangat berguna

    1. mohon maaf karena tgl 5 kemarin tidak bisa publish, ada kesalahan teknis di aplikasi renungan katolik. tapi hari ini sudah fix dan siap untuk publish sampai hari minggu 9 Februari 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *