Renungan Harian Katolik Selasa 7 Juli 2020

608 views

Renungan Harian Katolik Kalender Liturgi Selasa 7 Juli 2020
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I  Hos  8:4-7.11-13

Tuhan bersabda,  “Mereka telah mengangkat raja, tetapi tanpa persetujuan-Ku.  Mereka mengangkat pemuka, tapi tanpa setahu-Ku.  Bagi dirinya mereka telah membuat berhala-berhala  dari emas dan perak.  Maka mereka dibinasakan.  Aku menolak anak lembumu, hai Samaria.  Murka-Ku menyala terhadap mereka!  Sampai berapa lama orang-orang Israel ini tidak dapat disucikan?  Sebab patung anak lembu itu kan dibuat oleh tukang,  dan itu bukan Allah!  Sungguh, akan remuklah anak lembu Samaria itu!  Mereka menabur angin!  Maka mereka akan menuai puting beliung.  Gandum yang belum menguning tidak ada pada mereka;  tumbuh-tumbuhan itu tidak akan menghasilkan tepung!  Dan seandainya menghasilkan,  maka orang-orang asing akan menelannya.  Sungguh, Efraim telah memperbanyak mezbah.  Tetapi mezbah-mezbah itu menjadikan mereka berdosa.  Sekalipun Kutuliskan banyak pengajaran baginya,  semuanya akan mereka anggap sebagai sesuatu yang asing.  Mereka menyukai kurban sembelihan.  Mereka mempersembahkan daging dan memakannya.  Tetapi Tuhan tidak berkenan kepada mereka.  Sekarang Tuhan akan mengingat kesalahan mereka  dan menghukum dosa mereka.  Mereka harus kembali ke Mesir.”
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm  115:3-4.5-6.7ab-8.9-10
Hai umat, percayalah kepada Tuhan.
*Allah kita di surga; Ia melakukan apa yang dikehendaki-Nya!  Berhala – berhala mereka adalah perak dan emas, buatan tangan manusia,
*Mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat, mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, mempunyai hidung, tetapi tidak dapat mencium.
*Mempunyai tangan, tetapi tidak dapat meraba-raba, mempunyai kaki, tetapi tidak dapat berjalan. Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, dan semua orang yang percaya kepadanya.
*Hai Israel, percayalah kepada Tuhan: Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka. Hai kaum Harun, percayalah kepada Tuhan!  Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka.

Bait Pengantar Injil  Yoh 10:14
Aku ini gembala yang baik, sabda Tuhan; Aku mengenal domba-domba-Ku, dan domba-domba-Ku mengenal Aku.

Bacaan Injil  Mat  9:32-38
Pada suatu hari  dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan. Setelah setan diusir, orang bisu itu dapat berbicara.  Maka heranlah orang banyak, katanya,  “Hal semacam ini belum pernah dilihat orang di Israel!”  Tetapi orang Farisi berkata,  “Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan.”  Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat  dan mewartakan Injil Kerajaan Surga  serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.  Melihat orang banyak itu  tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka,  karena mereka lelah dan terlantar  seperti domba yang tidak bergembala.  Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya,  “Tuaian memang banyak, tetapi sedikitlah pekerjanya.  Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan

Ada waktu ketika kita kita serba sibuk. Namun ada waktu dikala kita serba santai tanpa tanggungan. Ada waktu saat kita kebanjiran pekerjaan atau order. Ada waktu lain disaat kita serba sepi order atau sepi panggilan kerja, Ada waktu ketika kita serba fit dan sehat. Di  waktu lain, barangkali kita harus berbaring di tempat tidur untuk istirahat, bahkan karena sakit.  Injil hari ini melukiskan kesibukan Tuhan Yesus yang luar biasa, berkeliling ke semua kota , mengajar dan mewartakan Injil, bekerja melenyapkan segala penyakit , tetapi Dia pun mengajak kita untuk berdoa agar Allah mengirim para pekerja dengan kata kata “ Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” Tuhan Yesus juga melibatkan para murid dengan mengutus mereka untuk ambil bagian dalam karya pengutusan-Nya. Semua dilandasi hati yang penuh belas kasihan dan semangat murah hati. “Kalian telah memperoleh dengan cuma cuma, maka berikanlah dengan cuma cuma.  Kita bekerja karena sedang berpartisipasi dalam tugas perutusan Yesus Kristus yang mengajar dan menghadirkan Kerajaan Allah. Tentu kita bekerja menurut porsi  dan bidang kita masing masing.  Hanya kalau kita menempatkan semua kesibukan, kesibukan, kerepotan dan beban hidup kita pada tugas perutusan yang kita terima dari Tuhan, kita akan menemukan damai sejati dan kita tidak jauh dari Kerajaan Allah.  Di kala kita sibuk, kita mesti ingat bahwa semua yang kita kerjakan adalah tugas perutusan yang kita terima dari Tuhan, bukan demi karier kita, bukan demi ambisi kita, bukan demi menumpuk kekayaan uang di bank, bukan demi popularitas, bukan demi kepuasan batin sebagai seorang manusia. Kita bekerja karena sedang berpartisipasi dalam tugas perutusan Yesus Kristus yang mengajar dan menghadirkan Kerajaan Allah. Tentu kita bekerja menurut porsi  dan bidang kita masing masing.  Hanya kalau kita menempatkan semua kesibukan, kesibukan, kerepotan dan beban hidup kita pada tugas perutusan yang kita terima dari Tuhan, kita akan menemukan damai sejati dan kita tidak jauh dari Kerajaan Allah.

Butir permenungan

Ada kata kata bijak berbunyi “ Hidup memberi sejuta alasan bagimu untuk meratap, tapi memiliki Yesus adalah satu satunya dasar bagimu untuk bergembira dan bersyukur” Tidak dapat dipungkiri bahwa kehidupan kita kadangkala memiliki beban berat yang membuat kita mengeluh dan meratap. Namun, kita memiliki Yesus dan melakukan kehendak-Nya adalah harapan kita untuk merasakan keselamatan-Nya. Hari ini Yesus berkata , “ Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.” Mungkin kita akan menjawabnya, “Semua yang kumiliki tidak gratis kudapatkan, Tuhan , makanan harus kumasak, uang harus kucari, pakaian harus kubeli, dan semuanya serba kuusahakan baru mendapatkannya.”  Tuhan pun akan menjawab “ Betul, namun kamu kan sudah menerima banyak rahmat dari-Ku. Seandainya  Aku tidak memberi hidup baru pada pagi ini , apa yang kamu lakukan? Jika hidup masih diberikan kepadamu, maka semuanya bisa kamu  usahakan dan dapatkan. Dalam kesulitan , kita lebih banyak berpusat pada diri sendiri, sehingga kita tidak dapat melihat pekerjaan besar Tuhan, yaitu Kerajaan Surga sudah dekat. Kita harus mendahulukan pekerjaan Tuhan daripada kebutuhan dan beban kita sendiri. Karena Tuhan akan meringankan dan memberi kelegaan kepada siapa saja yang memperjuangkan Kerajaan-Nya . Karena itu , hidup ini terlalu singkat untuk ditangisi . Kita harus bangkit. Mentari pagi akan selalu ada dibalik mendungnya awan , pelangi akan muncul mewarnai langit, selalu ada harapan dibalik kecemasan . Tuhanlah harapan itu. Kita sudah menerima banyak, maka kita harus banyak memberi. Jika kita rela berbagi atas apa yang kita miliki , maka Tuhan tak pernah diam untuk menambah kekurangan kita sehingga dapat terus berbagi. Satu hal yang harus selalu kita lakukan adalah mendekatkan hati kita kepada Tuhan agar mudah berbelas kasih kepada yang kesusahan.  Setiap keluarga  Kristiani mesti memiliki hati yang berbelas kasih , sehingga mudah tergerak oleh kesusahan orang lain. Kesusahan kita belum sebanding jika dibandingkan dengan kesusahan banyak orang disekitar kita. Kita harus menjadi pekerja pekerja Tuhan yang setia dalam misi Kerajaan-Nya. Jangan mudah mengeluh.

Doa

Ya Tuhan, bimbinglah kami selalu menurut tugas kami masing masing agar tugas perutusan dari Mu dapat kami laksanakan sebaik baiknya. Amin

Aku ini gembala yang baik, sabda Tuhan; Aku mengenal domba-domba-Ku, dan domba-domba-Ku mengenal Aku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *