Renungan Harian Katolik Selasa 8 Oktober 2019

97 views

Bacaan Liturgi Selasa 8 Oktober 2019

Bacaan Pertama  Yun 3:1-10

Untuk kedua kalinya Tuhan Tuhan bersabda kepada Yunus,   “Bangunlah dan berangkatlah ke Niniwe, kota besar itu.  Sampaikanlah kepadanya seruan yang Kusabdakan kepadamu.”  Maka bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan sabda Allah.   Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya.  Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru,   “Empat puluh hari lagi maka Niniwe akan ditunggangbalikkan.”  Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa; baik dewasa maupun anak-anak mengenakan kain kabung. Setelah kabar itu sampai kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya;  diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di atas abu.  Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian, “Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air.  Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung  dan berseru dengan keras kepada Allah; dan haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, dan dari kekerasan yang dilakukannya.  Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal, serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu,  sehingga kita tidak binasa.”   Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat,  maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka; dan Ia pun tidak jadi melakukannya.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur  Mzm 130:1-4ab.7-8

Jika Engkau mengingat-ngingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan?

*Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan!   Tuhan, dengarkanlah suaraku!  Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku.

*Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan?   Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.

*Berharaplah kepada Tuhan, hai Israel! Sebab pada Tuhan ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan.  Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya.

Bait Pengantar Injil  Luk 11:28

Berbahagialah yang mendengarkan sabda Tuhan  dan melaksanakannya.

Bacaan Injil  Luk 10:38-42

Dalam perjalanan ke Yerusalem  Yesus dan murid-murid-Nya tiba di sebuah kampung. Seorang wanita bernama Marta menerima Dia di rumahnya.  Wanita itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria.  Maria itu duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan sabda-Nya.  Tetapi Marta sangat sibuk melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata,   “Tuhan, tidakkah Tuhan peduli, bahwa saudariku membiarkan daku melayani seorang diri?   Suruhlah dia membantu aku.”   Tetapi Tuhan menjawabnya,    “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,  padahal hanya satu saja yang perlu. Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan

Hari ini kita merenungkan keseimbangan hidup. Antara sikap hati mendengarkan kehendak Tuhan dan kemauan dalam hati untuk bekerja keras. Beberapa orang beranggapan, hal hal seperti itu tidak perlu diributkan.  Yang penting adalah sikap hati untuk sungguh sungguh bekerja dengan baik, sekaligus untuk melandaskan hidup pada Tuhan, Cara hidup yang baik dihadapan Tuhan dan cara bertindak yang tepat karena bisa dipercaya oleh orang lain membuat hidup kita lebih bermakna. Kemauan untuk kerja keras dan melandaskan diri pada sikap hidup yang baik dan benar, menunjukkan kepada kita bahwa hidup ini dari dirinya sendiri bermakna.  Kita amati semangat hidup yang ada dalam diri dua tokoh utama bacaan hari ini Marta dan Maria. Kita dapat menemukan dilingkungan pekerjaan kita, bahkan dalam keluarga. Kita bisa saksikan, bagaimana masing masing orang peka dan tergerak untuk memaknai hidup sehari hari dengan kerja keras, sambil tetap berdoa  dan menyerahkan hidup pada Tuhan. Marta meneguhkan kita untuk bekerja keras dan mengupayakan kerja tangan atau ketrampilan pelayanan.  Maria , saudarinya, dengan ketulusan hati mendengarkan wejangan Yesus , dan merenungkan didalam hatinya. Bacaan ini menjadi  peringatan bagi kita untuk menghayati daya keseimbangan dalam setiap pilihan hidup kita.  Yesus memuji Maria karena dengan tekun memilih bagian yang terbaik yaitu mendengarkan firman Tuhan. Sementara Yesus mengingatkan Marta agar tidak terlalu sibuk dan khawatir dalam banyak perkara.

Butir permenungan.

Dalam kehidupan sehari hari , kita para murid Yesus lebih sering bertindak seperti Marta. Banyak diantara kita lebih sibuk dengan bekerja , mencari nafkah,  sibuk dengan aneka macam kegiatan. Karena begitu sibuk seringkali kita tidak memiliki waktu untuk mendengarkan firman Tuhan. Banyak orang Katolik  tidak sempat berdoa , jarang misa atau jarang melakukan aktivitas olah rohani. Karenanya  tidak jarang kita menjadi jenuh, mengalami kekeringan panjang dalam kehidupan. Injil hari ini  mengingatkan kita semua, agar berani belajar dari Maria memilih yang terbaik dengan mendengarkan Firman Tuhan. Hidup kita memerlukan keseimbangan antara yang jasmani dan yang rohani, antara yang duniawi dan yang surgawi.

Doa.

Tuhan ajarilah kami untuk berani sejenak meninggalkan rutinitas kami dan duduk bersimpuh dihadirat-Mu.  Amin.

Berbahagialah yang mendengarkan sabda Tuhan  dan melaksanakannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *