Renungan Harian Katolik Senin 16 Maret 2020

147 views

Renungan Harian Katolik Kalender Liturgi Senin 16 Maret 2020
Warna Liturgi: Ungu

Bacaan I  2Raj 5:1-15a
Naaman, panglima raja Aram,  adalah seorang terpandang di hadapan tuannya dan sangat disayangi, sebab oleh dia Tuhan telah memberikan kemenangan kepada orang Aram. Tetapi pahlawan tentara itu sakit kusta.
Sekali peristiwa orang Aram pernah keluar bergerombolan  dan membawa tertawan seorang anak perempuan dari negeri Israel. Anak itu menjadi pelayan pada isteri Naaman. Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya,
“Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu,  tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya.”  Lalu pergilah Naaman memberitahukan kepada tuannya, katanya,  “Begini-beginilah dikatakan oleh gadis yang dari negeri Israel itu.” Maka jawab raja Aram,  “Baik, pergilah dan aku akan mengirim surat kepada raja Israel.”  Lalu berangkatlah Naaman.  Sebagai persembahan ia membawa sepuluh talenta perak,  enam ribu syikal emas dan sepuluh potong pakaian.  Ia menyampaikan surat raja Aram itu kepada raja Israel, yang berbunyi, “Sesampainya surat ini kepadamu,  maklumlah kiranya,  bahwa aku menyuruh kepadamu Naaman pegawaiku, supaya engkau menyembuhkan dia dari penyakit kustanya.” Segera sesudah raja Israel membaca surat itu,  dikoyakkannyalah pakaiannya serta berkata, “Allahkah aku ini, yang dapat mematikan dan menghidupkan,  sehingga orang ini mengirim pesan kepadaku, supaya kusembuhkan seorang dari penyakit kustanya?  Sesungguhnya, perhatikanlah dan lihatlah, ia mencari gara-gara terhadap aku.”  Segera sesudah didengar oleh Elisa, abdi Allah itu,  bahwa raja Israel mengoyakkan pakaiannya, dikirimnyalah pesan kepada raja, bunyinya,   “Mengapa engkau mengoyakkan pakaianmu?  Biarlah orang itu datang kepadaku,   supaya ia tahu bahwa ada seorang nabi di Israel.”   Kemudian datanglah Naaman dengan kuda dan keretanya,  lalu berhenti di depan pintu rumah Elisa.  Elisa menyuruh seorang suruhan kepadanya mengatakan,  “Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan,  maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir.”  Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambil berkata,   “Aku sangka, setidak-tidaknya ia datang ke luar  dan berdiri memanggil nama Tuhan, Allahnya,   lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu, dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku!  Bukankah Abana dan Parpar, sungai-sungai Damsyik, lebih baik dari segala sungai di Israel?  Bukankah aku dapat mandi di sana dan menjadi tahir?”   Kemudian berpalinglah ia dan pergi dengan panas hati. Tetapi pegawai-pegawainya datang mendekat  serta berkata kepadanya,  “Bapak, seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar  kepadamu, bukankah bapak akan melakukannya?   Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu:  Mandilah dan engkau akan menjadi tahir.”   Maka turunlah Naaman membenamkan dirinya tujuh kali  dalam sungai Yordan,  sesuai dengan perkataan abdi Allah itu.  Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak,  dan ia menjadi tahir. Kemudian kembalilah Naaman dengan seluruh pasukannya  kepada abdi Allah itu.  Sesampai di sana majulah ia ke depan Elisa dan berkata,  “Sekarang aku tahu,  bahwa di seluruh bumi tidak ada Allah kecuali di Israel.  Karena itu terimalah kiranya suatu pemberian dari hambamu ini!”
Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 42:2.3;43:3.4
Jiwaku haus akan Allah, akan Allah yang hidup.  Bilakah aku boleh datang melihat Allah?
*Seperti rusa yang merindukan sungai berair,  demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.
*Jiwaku haus akan Allah, akan Allah yang hidup.  Bilakah aku boleh datang melihat Allah?
*Suruhlah terang dan kesetiaan-Mu datang,  supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus  dan ke tempat kediaman-Mu!
*Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah,  menghadap Allah, sukacita dan kegembiraanku,  dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi,
ya Allah, ya Allahku!

Bait Pengantar Injil  Mzm 130:5.7
Aku menanti-nantikan Tuhan,  dan mengharapkan firman-Nya,  sebab pada Tuhan ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan.

Bacaan Injil  Luk 4:24-30
Ketika Yesus datang ke Nazaret,  Ia berkata kepada umat di rumah ibadat,
“Aku berkata kepadamu,  sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. Tetapi Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar:
Pada zaman Elia terdapat banyak janda di Israel,  ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan,  dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.  Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka,  melainkan kepada seorang janda di Sarfat, di tanah Sidon.  Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel,  tetapi tidak ada seorang pun dari mereka yang ditahirkan,  selain dari pada Naaman, orang Siria itu.”  Mendengar itu, sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu.  Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota  dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. Tetapi Yesus berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.
Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan.

Di dalam diri manusia ada kecenderungan untuk mempertahankan sesuatu yang mereka anggap berharga. Yang dimaksud “sesuatu“ disini bisa berupa harta milik, pangkat, kedudukan, kehormatan, Bisa jadi, yang dianggap berharga adalah seseorang yang dicintai atau dibanggakan. Kehilangan sesuatu atau seseorang yang dihargai bisa membuat manusia merasa kehilangan bagian dari dirinya. Itulah yang dinamai kelekatan.

Hal yang sama terjadi ketika Tuhan Yesus dipandang dengan penuh kekaguman oleh para tetangganya, ketika Dia menyampaikan pengajaran yang amat memikat. Mereka ingin memiliki Tuhan Yesus bagi mereka sendiri. Namun , Tuhan Yesus mengatakan bahwa Dia datang juga untuk bangsa bangsa lain. Serentak yang menjadi pendengar Dia waktu itu sangat marah. Aneh bagi mereka bahwa bahwa Tuhan Yesus yang dilahirkan dari kalangan mereka ternyata berkarya juga bagi bangsa lain. Rasa ingin memiliki Tuhan Yesus secara eksklusif membuat mereka tidak peka lagi pada kebutuhan orang atau bangsa lain. Bagi mereka , Tuhan Yesus bisa mereka banggakan sebagai penambah gengsi. Perasaan kecewa pada misi Tuhan Yesus yang  ditujukan untuk semua bangsa membuat mereka bertindak naif. Tuhan Yesus mereka halau keluar kota untuk dilemparkan ke jurang. Aneh memang, sikap mereka seperti sikap orang yang marah karena kasihnya tidak terbalas. Padahal yang mereka lakukan bukanlah sikap kasih. Mereka memperlakukan Tuhan Yesus sebagai alat untuk menaikkan gengsi atau harga diri. Ketika alat itu tidak mau diajak kompromi, lebih baik dilempar saja. Tuhan Yesus dengan tegas mengajarkan bahwa kasih pada hakekatnya menyelamatkan, dan keselamatan hendaknya ditawarkan kepada semua saja yang membutuhkan tanpa pandang bulu.

Butir permenungan..

Hari ini Tuhan Yesus mengajar kita untuk tidak iri jika keselamatan juga ditawarkan kepada bangsa lain, orang lain, bahkan orang orang yang mungkin tidak dari golongan kita. Jika kita mengakui dengan iman bahwa Tuhan Yesus adalah penyelamat dunia, kita hendaknya sadar bahwa dunia itu jauh lebih lebar  dari pada kelompok kita, gereja kita, atau bangsa kita.

Doa.

Ya Tuhan yang maha kasih, dampingilah kami dalam perjalanan hidup yang penuh gejolak ini, semoga kami melakukan yang baik dan menjauhi yang jahat. Amin.

Aku menanti-nantikan Tuhan,  dan mengharapkan firman-Nya,  sebab pada Tuhan ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *