Renungan Harian Katolik Senin 17 Februari 2020

454 views

Renungan Harian Katolik Berdasarkan Kalender Liturgi Senin 17 Februari 2020
PF Ketujuh Saudara Suci, Pendiri Ordo Hamba-Hamba Maria
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I  Yak 1:1-11

Salam dari Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus, kepada kedua belas suku di perantauan. Saudara-saudaraku,  anggaplah sebagai suatu kebahagiaan,  apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,
sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh  dan tak kekurangan suatu apa pun. Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintanya kepada Allah,  yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit; maka hal itu akan diberikan kepadanya. Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah berharap, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya. Bila seorang saudara berada dalam keadaan yang rendah baiklah ia bermegah karena kedudukannya yang tinggi,  dan orang kaya karena kedudukannya yang rendah  sebab ia akan lenyap seperti bunga rumput; Matahari terbit dengan panasnya yang terik dan melayukan rumput itu  sehingga gugurlah bunganya dan hilanglah semaraknya.  Demikian jugalah halnya dengan orang kaya: Di tengah-tengah segala usahanya ia akan lenyap.
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 119:67.68.71.72.75.76

Semoga rahmat-Mu sampai kepadaku, ya Tuhan,  supaya aku hidup.
*Sebelum aku tertindas, aku menyimpang, tetapi sekarang aku berpegang pada janji-Mu.
*Engkau baik dan murah hati,  ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.
*Memang baik, bahwa aku tertindas, supaya aku belajar memahami ketetapan-ketetapan-Mu.
*Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku,  lebih berharga daripada ribuan keping emas dan perak.
*Aku tahu, ya Tuhan, bahwa hukum-hukum-Mu adil,  dan memang tepat bahwa Engkau telah menyiksa aku.
*Biarlah kiranya kasih setia-Mu menjadi penghiburanku,  sesuai dengan janji yang Kauucapkan kepada hamba-Mu.

Bait Pengantar Injil  Yoh 14:6

Aku ini jalan, kebenaran dan kehidupan. Sabda Tuhan.  Tiada orang dapat sampai kepada Bapa tanpa melalui Aku.

Bacaan Injil Hari Ini Mrk 8:11-13

Sekali peristiwa datanglah orang-orang Farisi  dan bersoal jawab dengan Yesus. Untuk mencobai Dia mereka meminta dari pada-Nya  suatu tanda dari surga.  Maka mengeluhlah Yesus dalam hati dan berkata,  “Mengapa angkatan ini meminta tanda?  Aku berkata kepadamu,  Sungguh,  kepada angkatan ini sekali-kali tidak akan diberi tanda.” Lalu Yesus meninggalkan mereka. Ia naik ke perahu dan bertolak ke seberang.
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan Hari Ini.

Kehadiran Yesus ditengah manusia terlebih  ditengah kaum elit tak terhindarkan dari tantangan dan cobaan . Orang Farisi adalah pihak yang sering kali menjadi pengganggu  , sekali gus merasa terusik dengan kehadiran Yesus . Bagi mereka Yesus menjadi tanda tanya besar , apakah Ia adalah Allah yang menjelma menjadi manusia ? Keraguan hati mendesak mereka agar Yesus memberikan satu tanda . Namun bagi Yesus beriman kepada-Nya tidak harus ditunjukkan dengan tanda , melainkan cukuplah percaya dengan sabda dan pekerjaan-Nya . Yesus menegaskan bahwa Ia tidak akan memberikan tanda lahiriah sebab Dia telah menghadirkan Allah yang murah hati sebagai tanda  . Memberikan atau memenuhi segala sesuatu yang diminta oleh orang  Farisi akan sangat mudah untuk mempermainkan kehadiran-Nya

Dalam kehidupan kita setiap hari , ada situasi yang membuat kita bertindak menjadi seperti orang  Farisi . Keadaan sakit dan hidup yang sarat dengan persoalan silih berganti  mendorong kita untuk bertanya  dimanakah Tuhan . Kita meminta agar Tuhan menghindarkan kita dari penyakit dan agar persoalan hidup kita terselesaikan dengan gampang. Namun hal itu sering kali tidak terjadi sebab Tuhan bertindak menurut apa yang Dia kehendaki. Injil hari ini mengajarkan kepada kita untuk memiliki iman yang benar akan segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita adalah penyelenggaraan Ilahi . Banyak sekali tanda tanda dari Tuhan yang terjadi dalam hidup kita tetapi mengapa kita masih meminta tanda yang lebih besar dari tanda tanda yang telah kita terima itu. Marilah kita memperbesar iman kita dengan semakin menyadari bahwa hidup kita adalah tanda pernyelenggaraan Tuhan.

Butir permenungan.

Ernst Cassirer, seorang pemikir Jerman, pernah berujar bahwa manusia adalah animal symbolicum. Artinya , manusia terkadang mengunakan tanda tertentu untuk menggunakan tanda tertentu untuk mengungkapkan sesuatu. Ada berbagai macam tanda , namun yang terpenting dari semuanya itu adalah maknayang ada dibaliknya harus difahami secara jelas. Ketidakfaham akan makna membuat tanda menjadi sia sia , maka tanda adalah wali makna. Bagi orang Yahudi , sosok Yesus amat menarik. Ketertarkan mereka kepada-Nya dilandasi oleh aneka alasan dan salah satunya adalah kekaguman akan segala karya-Nya . Tidak bias disangkal bahwa karya Yesus kerap kali hadir dalam bentuk tanda tanda . Tanda itu ba berupa bahasa  perumpamaan atau aksi mukzijat . Para penulis Injil menggaris bawahi bahwa tidak semua tanda bias difahami seketika. Kadang ada proses yang harus dilalui untuk meraih pemahaman yang tepat. Maka tanpa lelah Yesus pun mendampingi mereka yang berkehendak kuat untuk menemukan makna terdalam dari segala karya-Nya.  Namun , Injil hari ini berkisah bahwa Yesus menolak permintaan tanda dari orang orang Farisi . Alasan penolakan-Nya adalah karena mereka berniat “untuk mencobai Dia…”  (ay 11). Dari segi pengetahuan orang orang Farisi termasuk dalam golongan cendekiawan Yahudi, sehingga amat mungkin bahwa merka “lebih mudah” memahami tanda Yesus dan menangkap makna  dibaliknya. Tetapi mereka melalaikannya bahkan menolaknya . Sikap inilah yang dikritik oleh Yesus karena sebenarnya mereka dapat bekerja sama dengan-Nya dalam pewartaan karya Allah dan bukan malah menentangnya. Setiap hari kita pun disuguhi aneka tanda kehidupan. Kehadiran tanda itu menuntut kepekaan dari kita apalagi yang menyiratkan makna kegetiran , seperti kemiskinan, pelecehan HAM dan lain lain, kita diminta untuk segera bertindak karena diam bukanlah solusi  dan banyak bicara juga kadang minim bukti.  Pemimpin dalam karya itulah yang paling dibutuhkan kini dibanding pemimpin dalam rencana. Ada diposisi manakah anda saat ini , renungkanlah.

Doa.

Ya Yesus , kasihanilah kami karena sering sekali juga menjadi seperti  orang Farisi karena doa kami yang tidak terkabulkan . Amin.

Aku ini jalan, kebenaran dan kehidupan. Sabda Tuhan.  Tiada orang dapat sampai kepada Bapa tanpa melalui Aku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *