Renungan Harian Katolik Senin 2 Desember 2019

275 views

Bacaan Liturgi Senin 2 Desember 2019

Bacaan Pertama  Yes 2:1-5

Inilah firman yang dinyatakan kepada Yesaya, putera Amos,  tentang Yehuda dan Yerusalem. “Pada hari-hari yang terakhir akan terjadilah hal-hal ini:  di atas gunung-gunung  dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit.

Segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana,   dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata,  ‘Mari, kita naik ke gunung Tuhan, ke rumah Allah Yakub,  supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya,  dan supaya kita berjalan menempuh jalan itu.  Sebab dari Sion akan keluar pengajaran,

dan dari Yerusalem akan keluar sabda Tuhan.   Tuhan akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa  dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa.

Maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak

dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas.  Bangsa yang satu tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap  bangsa yang lain, dan mereka tidak akan lagi berlatih perang.  Hai kaum keturunan Yakub,

mari kita berjalan di dalam terang Tuhan!”

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur  Mzm 122:1-4a.4b-7.8-9

Aku bersukacita, ketika orang berkata kepadaku, 

“Mari kita pergi ke rumah Tuhan.”  *Aku bersukacita, ketika orang berkata kepadaku,   “Mari kita pergi ke rumah Tuhan.”  Sekarang kaki kami berdiri

di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.

*Hai Yerusalem, yang telah didirikan  sebagai kota yang bersambung rapat, kepadamu suku-suku berziarah,  yakni suku-suku Tuhan.

*Untuk bersyukur kepada nama Tuhan  sesuai dengan peraturan bagi Israel.  Sebab di Yerusalemlah ditaruh kursi-kursi pengadilan,  kursi-kursi milik keluarga Raja Daud.

*Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem:   “Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat kesentosaan. Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu,  dan kesentosaan di dalam purimu!”

*Oleh karena saudara-saudara dan teman-temanku  aku hendak mengucapkan:    “Semoga kesejahteraan ada di dalammu!”  Oleh karena rumah Tuhan, Allah kita,  aku hendak mencari kebaikan bagimu.

Bait Pengantar Injil  Mzm 80:4

Ya Allah, pulihkanlah kami,  buatlah wajah-Mu bersinar, maka selamatlah kami.

Bacaan Injil  Mat 8:5-11

Pada waktu itu Yesus masuk ke kota Kapernaum. Maka datanglah seorang perwira mendapatkan Dia  dan mohon kepada-Nya,   “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh  dan ia sangat menderita.”  Yesus berkata kepadanya, “Aku akan datang menyembuhkannya.”  Tetapi perwira itu menjawab,   “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku.   Katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.  Sebab aku sendiri seorang bawahan,   dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: ‘Pergi!’, maka ia pergi;  dan kepada seorang lagi, ‘Datang!’, maka ia datang;  ataupun kepada hambaku, ‘Kerjakanlah ini!’,   maka ia mengerjakannya.”  Mendengar hal itu heranlah Yesus.  Maka Ia berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya,   “Aku berkata kepadamu,  sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Kujumpai pada seorang pun di antara orang Israel.  Aku berkata kepadamu,  Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat, dan duduk makan bersama dengan Abraham, Ishak dan Yakub   di dalam Kerajaan Surga.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan .

Seorang perwira Romawi datang kepada Yesus agar menyembuhkan hambanya yang sedang sakit lumpuh. Yesus mau pergi kerumah perwira itu, tetapi dilarangnya, “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku.  Katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.”   Perwira itu begitu menghormati orang Yahudi sehingga ia mencegah Yesus  masuk kerumahnya. Ia tahu bahwa orang Yahudi akan najis bila memasuki rumah bukan Yahudi.  Maka ia mendesak-Nya agar bertindak saja seperti biasa ia lakukan kepada bawahannya, yaitu cukup memberi perintah dan hambanya akan sembuh. Dengan demikian , betapa besar kepercayaan perwira itu akan kuasa penyembuhan Yesus.  Yesus kagum dan melihat iman sejati perwira itu . “ ….sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Kujumpai pada seorang pun di antara orang Israel….” lalu terjadilah penyembuhan jarak jauh, bukan karena kedermawanan perwira yang banyak membantu pembanguan rumah ibadat itu tetapi karena imannya  bahwa Allah hadir dalam diri Yesus untuk mengalahkan kuasa maut . Iman perwira itulah yang mendatangkan mukzijat penyembuhan dari Yesus bagi hambanya yang sakit lumpuh.  Perwira Romawi itu lambang orang kafir yang beriman akan Yesus sekaligus kritik tajam bagi bangsa Israel dan orang  orang Yahudi , juga para pengikut Yesus yang sesungguhnya tidak beriman. Menjadi jelas bahwa keselamatan yang yang dibawa Yesus bukan hanya untuk bangsa terpilih Israel dan orang orang Yahudi , tetapi untuk siapa pun yang percaya kepada Yesus, entah dari bangsa terpilih entah dari bangsa kafir sekalipun . Penyembuhan ini juga menegaskan betapa pentingnya peran iman orang yang bersangkutan  atau orang yang disekitarnya sebagai syarat mutlak demi terjadinya mukzijat. Dengan kata lain tanpa adanya iman , Yesus tidak akan pernah melakukan mukzijat , sebagaimana saat orang orang dikampung-Nya Nazaret meminta Yesus membuat mukzijat dan Ia tidak melakukan-Nya.  Kita kadang membanggakan diri sebagai pengikut Yesus tetap tidak berani memercayakan diri sepenuhnya kepada-Nya. Tidak jarang kita pun justru kalah beriman dari pada orang lain yang jelas jelas bukan pengikut Yesus . Mengapa ? Yesus telah menunjukkan  dan menjamin bahwa iman kepada-Nya meskipun dari orang yang bukan pengikut-Nya mendatangkan keselamatan.  Kita adalah pengikut pengikut Yesus zaman ini yang seharusnya percaya dan mengandalkan –Nya dengan sepenuh hati.

Butir permenungan.

Bacaan bacaan hari ini menyebut kapan bangsa bangsa akan berkumpul dan berduyun duyun datang bersama saat Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya, saat Tuhan mengundang semua bangsa makan bersama dalam Kerajaan Surga  Itulah gambaran akhir jaman saat Tuhan menyelesaikan seluruh karya penyelamatan –Nya atas segala bangsa. Tuhan akan mempersatukan dan mengumpulkan semua bangsa. Saat itu akan terjadi damai , karena pedang akan ditempa menjadi mata bajak , tombak menjadi pisau pemangkas.  Pada hari ini memang umat manusia terpecah belah oleh berbagai hal , suku, ras, kulit, agama, bahasa, wilayah, adat dan budaya, pendidikan dll. Sabda Tuhan dalam bacaan bacaan hari ini mengingatkan kita bahwa sebenarnya dan aslinya semua umat manusia  dari manapun dan kapanpun dipanggil untuk bersatu dan bisa hidup bersama . Jaminannya hanya ada satu, Tuhan sendiri, Padahal Tuhan itu adalah Kasih. Maka, kunci pengikat dan pemersatu umat manusia akhirnya adalah KASIH , bukan uang, bukan agama, bukan karena adanya  pemerintahan dan hukum apapun termasuk hukum sebuah agama.

Doa.

Allah Bapa, Sumber Pengharapan, bantulah kami merindukan kedatangan Kristus, , Putra-Mu, Bila Ia tiba dan mengetuk, semoga kami didapati-Nya berjaga dalam doa dan menyambut-Nya dengan gembira. Amin.

Ya Allah, pulihkanlah kami,  buatlah wajah-Mu bersinar, maka selamatlah kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *