Renungan Harian Katolik Senin 23 Maret 2020

422 views

Renungan Harian Katolik Kalender Liturgi Senin 23 Maret 2020
PF S. Turibius dari Mongrovejo, Uskup
Warna Liturgi: Ungu

Bacaan I   Yes 65:17-21
Beginilah firman Allah,  “Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru!  Hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi,  dan tidak akan timbul lagi dalam hati. Bergiranglah dan bersorak-sorak untuk selama-lamanya  atas apa yang Kuciptakan. Sebab sesungguhnya,  Aku menciptakan Yerusalem penuh sorak-sorai,  dan penduduknya penuh kegirangan.  Aku akan bersorak-sorai karena Yerusalem, dan bergirang karena umat-Ku; di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan,  dan bunyi erang pun tidak. Di situ tidak akan ada lagi bayi yang hidup beberapa hari  atau orang tua yang tidak mencapai umur suntuk.  Sebab siapa yang mati pada umur seratus tahun  masih akan dianggap muda, dan siapa yang tidak mencapai umur seratus tahun  akan dianggap kena kutuk.  Mereka akan mendirikan rumah-rumah dan mendiaminya juga;  mereka akan menanami kebun-kebun anggur  dan memakan buahnya juga.
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 30:2.4.5-6.11-12a.13b
Aku akan memuji Engkau, ya Tuhan,  sebab Engkau telah menarik aku ke atas.
*Aku akan memuji Engkau, ya Tuhan,  sebab Engkau telah menarik aku ke atas, dan tidak membiarkan musuh-musuhku bersukacita atas diriku. Tuhan, Engkau mengangkat aku dari dunia orang mati,  Engkau menghidupkan aku di antara mereka  yang turun ke liang kubur.
*Nyanyikanlah mazmur bagi Tuhan, hai orang-orang yang dikasihi oleh-Nya,  dan persembahkanlah syukur kepada nama-Nya yang kudus!  Sebab sesaat saja Ia murka,  tetapi seumur hidup Ia murah hati; sepanjang malam ada tangisan  menjelang pagi terdengar sorak-sorai.
*Dengarlah, Tuhan, dan kasihanilah aku!  Tuhan, jadilah penolongku!
Aku yang meratap  telah Kauubah menjadi orang yang menari-nari.
Tuhan, Allahku,  untuk selama-lamanya aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu.

Bait Pengantar Injil  Am 5:14
Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup;  dengan demikian Allah akan menyertai kamu.

Bacaan Injil  Yoh 4:43-54
Sekali peristiwa  Yesus berangkat dari Samaria dan pergi ke Galilea.
Sebab Ia sendiri telah bersaksi,  bahwa seorang nabi tidak dihormati di negerinya sendiri.  Setelah Yesus tiba di Galilea, orang-orang Galilea pun menyambut Dia, karena mereka telah melihat segala sesuatu   yang dikerjakan Yesus di Yerusalem pada pesta itu, sebab mereka sendiri pun turut ke pesta itu.  Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, yang anaknya sedang sakit.  Ketika pegawai itu mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya,  lalu meminta supaya Yesus datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati. Maka kata Yesus kepadanya,  “Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya.”  Pegawai istana itu berkata kepada-Nya,  “Tuhan, datanglah sebelum anakku mati.”  Kata Yesus kepadanya, “Pergilah, anakmu hidup!” Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi. Ketika ia masih di tengah jalan  hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar,   bahwa anaknya hidup.  Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh.  Jawab mereka, “Kemarin siang pukul satu demamnya hilang.”  Maka teringatlah ayah itu,  bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya, “Anakmu hidup.” Lalu ia pun percaya, ia dan seluruh keluarganya.  Dan itulah tanda kedua yang dibuat Yesus  ketika Ia pulang dari Yudea ke Galilea.
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan.

Dapat bergirang atau bersukacita selalu menyenangkan bagi siapa pun. Ada orang yang kalau sedang senang tersenyum terus. Sampai sampai , sendirianpun masih tersenyum, alias tersenyum sendiri. Sementara, yang lain jika sedang senang dapat tertawa terbahak bahak, sedangkan yang lain berjingkrak jingkrak seperti anak kecil. Tetapi ada juga yang meski sedang sangat bersuka cita hanya diam, tenang tanpa ekspresi. Repotnya kadang orang begini  tertawanya malah pas  sedang tidur, alias nglindur.

Bacaan pertama hari ini menyampaikan sabda Allah yang mengajak umat-Nya untuk bersukacita dan bergembira. Mengapa? Karena Allah akan menciptakan langit dan bumi yang baru. Saat itu Allah mengampuni seluruh dosa umat dan umat Allah akan bersukacita karena segala derita dan kesulitan telah dilenyapkan. “Bergiranglah dan bersorak-sorak untuk selama-lamanya“  Sukacita atas ciptaan baru itu memang dapat menunjuk akhir zaman nanti, saat Allah menyelesaikan seluruh sejarah keselamatan. Akan tetapi, sukacita baru itu sebenarnya sudah “hadir” dan nyata melalui Tuhan Yesus. Dalam Injil , kehadiran Yesus membawa sukacita seperti halnya sukacita pegawai istana karena anaknya disembuhkan . Kalau begitu dalam diri Yesus Kristus , Allah telah menyampaikan berita sukacita yakni saat umat menerima karya penebusan Tuhan.

Butir permenungan.

Tuhan Yesus telah masuk dalam hidup harian kita, Dan kehadiran-Nya semoga kita rasakan hari ini dan membuat kita bersukacita karena-Nya. Bila pikiran dan hati kita cuma tercurah pada kepentingan pribadi dan keinginan pribadi, kita akan cepat kecewa dan sedih. Namun apabila hati dan pikiran kita diarahkan pada kemuliaan Tuhan, serta mensyukuri kasih Tuhan  melalui macam macam hal disekitar kita. Lihatlah kita akan mudah bersukacita dan bergembira.  Dapat bergembira atas hidup ini, apapun yang terjadi dan yang kita terima , merupakan  karunia Allah melalui keyakinan dan kehadiran Tuhan dalam hidup harian kita.

Doa.

Ya Tuhan yang mahabaik, kami umat-Mu mohon agar dalam hidup harian kami, kami selalu bergembira karena Engkau hadir dan menyertai kami. Amin.

Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup; dengan demikian Allah akan menyertai kamu.

One thought on “Renungan Harian Katolik Senin 23 Maret 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *