Renungan Harian Katolik Senin 27 Januari 2020

289 views

Renungan Harian Katolik Berdasarkan Kalender Liturgi Senin 27 Januari 2020
PF S. Angela Merici, Perawan
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I   2Sam 5:1-7.10
Sekali peristiwa  datanglah segala suku Israel kepada Daud di Hebron, Mereka itu berkata: “Ketahuilah, kami ini darah dagingmu.  Telah lama engkaulah yang memimpin segala gerakan orang Israel,  yakni sejak Saul memerintah atas kami.  Lagi pula Tuhan telah bersabda kepadamu: Engkaulah yang harus menggembalakan umat-Ku Israel,  dan engkaulah yang menjadi raja atas Israel.”  Maka datanglah semua tua-tua Israel menghadap Daud di Hebron,  lalu Daud mengadakan perjanjian dengan mereka di sana  di hadapan Tuhan.  Kemudian mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel.  Pada saat menjadi raja itu, Daud berumur tiga puluh tahun;  dan selanjutnya empat puluh tahun lamanya ia memerintah.  Di Hebron ia memerintah atas Yehuda tujuh tahun enam bulan,  dan di Yerusalem ia memerintah tiga puluh tiga tahun   atas seluruh Israel dan Yehuda.  Kemudian raja dengan orang-orangnya pergi ke Yerusalem,  menyerang orang Yebus, penduduk negeri itu.  Tetapi mereka itu berkata kepada Daud,  “Engkau tidak sanggup masuk ke mari!  Orang-orang buta dan orang-orang timpang  akan mengenyahkan engkau!”  Maksud mereka: Daud tidak sanggup masuk ke sana.  Tetapi Daud merebut kubu pertahanan Sion, yaitu kota Daud.   Maka makin lama makin besarlah kuasa Daud,  sebab Tuhan, Allah semesta alam, menyertai dia.
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 89:20.21-22.25-26
Kesetiaan dan kasih-Ku menyertai raja.
*Pernah Engkau berbicara dalam penglihatan  kepada orang-orang yang Kaukasihi.  Engkau berkata, “Telah Kutaruh mahkota  di atas kepala seorang pahlawan,  telah Kutinggikan seorang pilihan dari antara bangsa itu.”
*Aku telah mendapat Daud, hamba-Ku;  Aku telah mengurapinya dengan minyak-Ku yang kudus,  maka tangan-Ku tetap menyertai dia,  bahkan lengan-Ku meneguhkan dia.
*Kesetiaan dan kasih-Ku menyertai dia,  dan oleh karena nama-Ku tanduknya akan meninggi.   Aku akan membuat tangannya menguasai laut, dan tangan kanannya menguasai sungai-sungai.

Bait Pengantar Injil   2Tim 1:10
Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut  dan menerangi hidup dengan Injil.

Bacaan Injil  Mrk 3:22-30
Pada suatu hari datanglah ahli-ahli Taurat dari Yerusalem,  dan berkata tentang Yesus, “Ia kerasukan Beelzebul!”  Ada juga yang berkata, “Dengan penghulu setan Ia mengusir setan.”  Maka Yesus memanggil mereka,  lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan,   “Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis?  Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah,  kerajaan itu tidak dapat bertahan,  dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah,  rumah tangga itu tidak dapat bertahan.  Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri,  kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan,   malahan sudahlah tamatlah riwayatnya!  Camkanlah,  Tidak seorang pun dapat memasuki rumah seorang yang kuat,  untuk merampas harta bendanya,  kecuali kalau ia mengikat lebih dahulu orang kuat itu.   Lalu barulah ia dapat merampok rumah itu.  Aku berkata kepadamu:  Sungguh, semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni,  ya, semua hujat yang mereka ucapkan.  Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus,  ia tidak mendapat ampun untuk selama-lamanya, sebab dosa yang dilakukannya adalah dosa kekal.”  Yesus berkata demikian karena mereka bilang  bahwa Ia kerasukan roh jahat.
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan.

Bacaan pertama hari ini mengisahkan Allah melalui Saul  mengurapi Daud sebagai Raja Israel . Sebagai raja  Daud berupaya terus membangun kesatuan Israel . Dia berperan sebagai pemersatu 12 suku bangsa Israel . Dalam Injil , Yesus menegaskan kalau bangsa, keluarga, bahkan setan terpecah belah , mereka tidak akan bertahan. ( Mrk 3:24-26) .  Dengan kata lain betapa pentingnya kesatuan itu. Kesatuan adalah karya Roh Kudus. Hanya mereka yang taat kepada Roh Kudus mampu mengusahakan kesatuan.  Menghujat Roh Kudus berarti sikap hati yang tidak berfihak pada karya-Nya . Gerakan Roh Kudus selalu akan mengembangkan kasih, meneguhkan harapan , membaharui iman dan membangun kesatuan dalam keanekaragaman. Suara Roh Kudus itu bergema dalam hati nurani kita. Bukahkah kita sering tidak ambil peduli dengan hati nurani kita ?  Demi mempertahankan harga diri, menjaga relasi yang baik, menyenangkan pemimpin, atau rekanan dan popularitas. Kita menyingkirkan suara hati yang adalah suara Roh Kudus. Semoga tutur kata dan perilaku kita senantiasa membangun kesatuan dalam kasih persaudaraan . Marilah kita memberikan  kesempatan dan ruang kepada Roh Kudus untuk mewujudkan karya-Nya dalam hidup kita.

Butir permenungan

Dalam perikop Injil hari ini Tuhan Yesus bersabda “jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan”  Lewat Sabda-Nya tersebut  Yesus ingin menasehati kita khususnya keluarga  keluarga Kristiani supaya menumbuhkan cinta dalam keluarga masing masing. Hanya cinta yang bisa menyatukan dalam keluarga, sehingga tidak sampai terpecah pecah.  Tidak hanya itu, kalau dalam keluarga dipenuhi dengan cinta , maka orang orang yang ada didalamnya juga menjadi orang yang penuh cinta.  Setiap orang yang dipenuhi dengan cinta , tentu juga akan mencintai Tuhan dan tidak sampai menghujat-Nya.   Dunia saat ini tampaknya mulai kehilangan cinta. Ada banyak peristiwa atau kejadian yang menunjukkan bahwa dunia kita kehilangan cinta. Akibatnya banyak orang yang menjadi “ buas” dari pada lemah lembut dan penuh cinta. Dunia ini seakan menjadi “hutan rimba” dimana setiap orang berusaha memangsa sesamanya. Padahal, dahulu Tuhan menempatkan manusia didalam taman firdaus yang indah dan didalamnya manusia bisa hidup rukan dan bersatu dengan ciptaan lain. Seorang penghujat , apalagi yang dihujat adalah Roh Kudus , tercipta dalam keluarga atau masyarakat  yang kehilangan cinta. Kalau seorang dipenuhi cinta , dia tidak mungkin menghujat Sang Maha Cinta. Seorang yang jahat dan kejam muncul dari keluarga yang kehilangan cinta. Kalau anda ingin dunia ini menjadi indah , awalilah dengan memenuhi keluarga anda dengan cinta , sehingga orang orang yang ada dalam keluarga itu menjadi bisa membawa cinta bagi orang lain.  Tuhan menyadarkan kita agar kita hati hati dalam mengeluarkan kata kata dari mulut kita . Karena sering sekali kita gampang mengutuk orang dengan caci makian, ejekan kata sindiran dan penghinaan . Kata kata yang keluar dari mulut kita itu menandakan siapa diri kita sebenarnya,  Kalau kita suka memaki maki seseorang  itu menandakan setanlah yang diam didalam diri kita. Karena makian yang kita berikan kepada sesama itu juga kita berikan kepada Allah . Dengan kata lain hojatan yang kita tuduhkan kepada sesama kita  juga kita tuduhkan kepada Allah , maka marilah kita berhenti menghojat Allah lewat sesama kita.

Doa.

Tuhan Yesus , ajarilah kami menggunakan mulut kami untuk menyatakan kata kata yang benar dan menghibur orang lain , jangan biarkan  kata kata dari mulutku ini melukai hati sesama. Amin.

Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut dan menerangi hidup dengan Injil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *