Renungan Harian Katolik Senin 29 Juni 2020

267 views

Renungan Harian Katolik Kalender Liturgi Senin 29 Juni 2020
HR St. Petrus & St. Paulus
Warna Liturgi: Merah

Bacaan I  Kis 12:1-11
Waktu terjadi penganiayaan terhadap jemaat,  Raja Herodes mulai bertindak dengan keras  terhadap beberapa orang dari jemaat.  Ia menyuruh membunuh Yakobus,  saudara Yohanes, dengan pedang.  Ketika ia melihat  bahwa hal itu menyenangkan hati orang Yahudi, ia melanjutkan perbuatannya itu dan menyuruh menahan Petrus.  Waktu itu hari raya Roti Tidak Beragi.  Setelah Petrus ditangkap,  Herodes menyuruh memenjarakannya  di bawah penjagaan empat regu, masing-masing terdiri dari empat prajurit.  Maksudnya ialah,  supaya sehabis Paskah ia menghadapkannya ke depan orang banyak.  Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara.  Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah.  Pada malam  sebelum Herodes menghadapkannya kepada orang banyak,  Petrus tidur di antara dua orang prajurit,  terbelenggu dengan dua rantai.  Selain itu  prajurit – prajurit pengawal sedang berkawal di muka pintu.  Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan dekat Petrus, dan cahaya bersinar dalam ruang itu.  Malaikat itu menepuk Petrus untuk membangunkannya.  Kata malaikat itu kepadanya, “Bangunlah segera!”  Maka gugurlah rantai itu dari tangan Petrus.  Lalu kata malaikat itu kepadanya,  “Ikatlah pinggangmu dan kenakanlah sepatumu!”  Petrus pun berbuat demikian.  Lalu malaikat itu berkata kepadanya,  “Kenakanlah jubahmu dan ikutlah aku!”  Lalu ia mengikuti malaikat itu ke luar,  dan ia tidak tahu  bahwa apa yang dilakukan malaikat itu sungguh-sungguh terjadi;  sangkanya ia melihat suatu penglihatan.  Setelah mereka melalui tempat kawal pertama  dan tempat kawal kedua,  sampailah mereka ke pintu gerbang besi yang menuju ke kota.  Pintu itu terbuka dengan sendirinya bagi mereka.  Sesudah tiba di luar,  mereka berjalan sampai ke ujung jalan,  dan tiba-tiba malaikat itu meninggalkan dia.  Dan setelah sadar akan dirinya, Petrus berkata,  “Sekarang benar-benar tahulah aku  bahwa Tuhan telah menyuruh malaikat-Nya  dan menyelamatkan aku dari tangan Herodes  dan dari segala sesuatu yang diharapkan orang Yahudi.”
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 34:2-3.4-5.6-7.8-9

Tuhan melepaskan daku dari segala kegentaranku.
*Aku hendak memuji Tuhan pada segala waktu;  puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.  Karena Tuhan jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya  dan bersukacita.
*Muliakanlah Tuhan bersama-sama dengan daku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya. Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku,  dan melepaskan daku dari segala kegentaranku.
*Tujukkanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu.  Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengarkan; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
*Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takwa,  lalu meluputkan mereka.  Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan!
Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!

Bacaan II  2Tim 4:6-8.17-18
Saudaraku terkasih,  darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan, dan saat kematianku sudah dekat. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir, dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran  yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; bukan hanya kepadaku, tetapi juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.  Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya  dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa. Tuhan akan melepaskan daku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku,  sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di surga.  Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.
Demikianlah sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil  Mat 16:18
Engkau adalah Petrus,  di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku,  dan alam maut tidak akan menguasainya.

Bacaan Injil  Mat 16:13-19
Sekali peristiwa  Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi. Ia bertanya kepada murid-murid-Nya,  “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?”  Jawab mereka, “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia,  dan ada pula yang mengatakan: Yeremia  atau salah seorang dari para nabi.” Lalu Yesus bertanya kepada mereka,  “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”  Maka jawab Simon Petrus, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”   Kata Yesus kepadanya,   “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus,  sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu,  melainkan Bapa-Ku yang di surga. Dan Aku pun berkata kepadamu:  Engkau adalah Petrus,  dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku, dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga. Apa yang kauikat di dunia ini  akan terikat di surga, dan apa yang kaulepaskan di dunia ini  akan terlepas di sorga.”
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan.

Seorang pastor yang baru pindah sedang mengadakan kunjungan ke sebuah gereja stasi. Ia pergi sendirian sambil orientasi lingkungan karya pastoral. Tiba di suatu persimpangan jalan, dekat sebuah warung ia berhenti dan bertanya kepada seorang anak. “ Maaf ya dik, jalan menuju ke Gereja Katolik yang mana ya? “Bapak siapa, orang baru ya?” anak itu balik bertanya. “Saya pastor baru disini”  “oh  arah kanan Pastor 200m lagi.” Sambung anak itu.” Ok dik terima kasih ya, ayo ikut saya kegereja, saya mau tunjukkan jalan menuju Surga”  ajak Pastor. “ olala Pastor gak , jalan ke gereja aja ngak tahu boro boro ke surga” ejek anak itu.

Cerita diatas menggambarkan seolah olah pemuka agama punya akses langsung ke Surga. Dewasa ini cukup banyak orang seperti pemuka agama, pengkhotbah, mereka yang memiliki karunia perorangan yang mengklaim bahwa pernah pergi ke Surga. Bisa membawa orang ke Surga, dan bisa menentukan seperti apa orang masuk Surga dan lain lain. Perlu bijaksana menilai mencerna dengan akal sehat.

Penginjil Matius menjawab semua persoalan tersebut.Yesus memberikan kunci Kerajaan Surga  hanya kepada Petrus, . Peristiwa itu terjadi di Kaisarea Filipi , Petrus memberikan jawaban yang tepat atas pertanyaan Yesus , “ Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup” Hebat Petrus . Istilah kunci melambangkan suatu otoritas yang menyangkut kepemimpinan umat beriman pengikut Yesus. Dalam hal ini seterusnya oleh para Uskup dalam  persekutuan dengan Paus. Menurut Bapa Gereja kuasa tersebut termasuk kuasa mengajar dan juga kuasa mengampuni dosa.

Doa.

Ya Tuhan yang maharahim, berilah kekuatan kepada para gembala-Mu agar tetap setia melaksanakan tugas penggembalaan . Amin

Engkau adalah Petrus,  di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku,  dan alam maut tidak akan menguasainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *