Renungan Harian Katolik Senin 4 Mei 2020

478 views

Renungan Harian Katolik Kalender Liturgi Senin 4 Mei 2020
Warna Liturgi: Putih

 
 

Bacaan I  Kis 11:1-18
Rasul-rasul dan saudara-saudara di Yudea mendengar,  bahwa bangsa-bangsa lain juga menerima firman Allah. Ketika Petrus tiba di Yerusalem,  orang-orang dari golongan bersunat berselisih pendapat dengan dia.  Kata mereka,  “Engkau telah masuk ke rumah orang-orang yang tidak bersunat  dan makan bersama-sama dengan mereka.” Tetapi Petrus menjelaskan segala sesuatu berturut-turut, katanya:  “Ketika aku sedang berdoa di kota Yope, tiba-tiba rohku diliputi kuasa ilahi, dan aku melihat suatu penglihatan: Suatu benda berbentuk kain lebar  yang bergantung pada keempat sudutnya  diturunkan dari langit sampai di depanku.  Aku menatapnya, dan di dalamnya aku lihat segala jenis binatang berkaki empat,  binatang liar, binatang melata dan burung-burung.   Lalu aku mendengar suara berkata kepadaku:  Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!   Tetapi aku berkata: Tidak, Tuhan, tidak!   Belum pernah sesuatu yang haram dan tidak tahir  masuk ke dalam mulutku.  Akan tetapi untuk kedua kalinya  suara dari surga berkata kepadaku:  Apa yang dinyatakan halal oleh Allah,  tidak boleh engkau nyatakan haram!   Hal itu terjadi sampai tiga kali,  lalu semuanya ditarik kembali ke langit.  Dan saat itu juga tiga orang berdiri di depan rumah, di mana kami menumpang;  mereka diutus kepadaku dari Kaisarea.   Lalu kata Roh kepadaku:  Pergilah bersama mereka dengan tidak bimbang!   Dan keenam saudara ini menyertai aku. Kami masuk ke dalam rumah Kornelius, perwira Romawi itu,  dan ia menceriterakan kepada kami,  bagaimana ia melihat seorang malaikat berdiri di dalam rumahnya  dan berkata kepadanya:  Suruhlah orang ke Yope  untuk menjemput Simon yang disebut Petrus.  Ia akan menyampaikan suatu berita kepada kamu,  yang akan mendatangkan keselamatan  bagimu dan bagi seluruh isi rumahmu. Dan ketika aku mulai berbicara,  turunlah Roh Kudus ke atas mereka,  sama seperti dahulu ke atas kita.  Maka teringatlah aku akan perkataan Tuhan:  Yohanes membaptis dengan air,  tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus. Jadi jika Allah memberikan karunia-Nya kepada mereka  sama seperti kepada kita
pada waktu kita mulai percaya kepada Yesus Kristus , bagaimanakah mungkin aku mencegah Dia?”  Ketika mereka mendengar hal itu,  mereka menjadi tenang, lalu memuliakan Allah, katanya, “Jadi kepada bangsa-bangsa lain pun  Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup.”
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 42:2-3;43:3.4
Jiwaku haus akan Allah, akan Allah yang hidup!
*Seperti rusa merindukan sungai yang berair,  demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Jiwaku haus akan Allah, akan Allah yang hidup.  Bilakah aku boleh datang melihat Allah?
*Suruhlah terang dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-gunung yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu!
*Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah,  menghadap Allah, sukacita dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku!

Bait Pengantar Injil  Yoh 10:14
Akulah gembala yang baik, sabda Tuhan, Aku mengenal domba-domba-Ku  dan domba-domba-Ku mengenal Aku.

Bacaan Injil  Yoh 10:11-18
Sekali peristiwa Yesus berkata kepada orang Farisi,  “Akulah gembala yang baik.  Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;  sedangkan orang upahan yang bukan gembala,  dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri,  ketika melihat serigala datang,  meninggalkan domba-domba itu lalu lari,  sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.  Ia lari karena ia seorang upahan,  dan tidak memperhatikan domba-domba itu.  Akulah gembala yang baik.  Aku mengenal domba-domba-Ku,  dan domba-domba-Ku mengenal Aku   sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa,  dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku.  Ada lagi pada-Ku domba-domba lain,  yang bukan dari kandang ini;  domba-domba itu harus Kutuntun juga;  mereka akan mendengarkan suara-Ku  dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.   Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku  untuk menerimanya kembali.  Tidak seorang pun mengambilnya daripada-Ku,  melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri.   Aku berkuasa memberikannya  dan berkuasa mengambilnya kembali.  Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku.”
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan.

Seorang Pastor SVD yang bertugas di daerah misi Sudan Selatan berceritera tentang tugas panggilannya ditengah masyarakat yang terlibat perang dan konflik. Situasi sangat mencekam sehingga umat tercerai berai . Banyak yang menjadi korban perang dan yang lain mengungsi mencari selamat. Umat masih sayang pastornya sehingga meminta agar meninggalkan daerah misi tersebut namun pastor itu menolaknya. Ia justru mencari dan mengumpulkan umatnya terlebih dahulu untuk diselamatkan kedaerah lain yang lebuh aman. Setelah itu ia meninggalkan tempat itu dan menunggu sampai keadaan aman kembali. Dia seorang gembala sejati sebagaimana digambarkan oleh Yesus . Yesus menunjukkan kualitas seorang gembala, yaitu siap memberikan nyawa bagi domba. Kehadiran gembala adalah menuntun dan juga memberi rasa aman sehingga domba merumput tanpa rasa takut. Gembala demikian bertanggung jawab dan ada kesadaran “ self of belonging.”  Gembala yang baik mengenal domba domba yang digembalakannya. Kata mengenal mempunyai arti bukan hanya terbatas pengenalan fisik dan ciri tetapi juga memahami apa yang menjadi kebutuhan mereka.  Paus Fransiskus pernah mengungkapkan bahwa seorang gembala harus berbau domba. Relasi antara gembala dan umat adalah relasi trans personal yang tercermin pada misi perutusan . Kehadiran gembala membawa kasih, sukacita dan harapan  , bukan ketakutan dan kecemasan. Relasi itu juga tanpa sekat yang menghalangi bekerjanya rahmat dalam kebersamaan . Sangat berbeda dengan gembala yang bermental upahan . Mereka hanya mengerjakan apa yang ditugaskan dan selebihnya menunggu gaji , jam makan dan tidur. Dalam diri mereka tidak ada pengorbanan.

Doa.

Ya, Yesus semoga mereka yang Kau panggil menjadi gembala , yang mau mengenal umat , berkorban dan mau mendengarkan umat. Amin.

Akulah gembala yang baik, sabda Tuhan, Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku. 

One thought on “Renungan Harian Katolik Senin 4 Mei 2020

  1. Yesus….pegang dan gengamlah tanganku ini agar aku mampu berjalan mengikutiMu dengan sepenuh hati…amiinnn.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *