Renungan Harian Katolik Senin 6 April 2020

354 views

Renungan Harian Katolik Kalender Liturgi Senin 6 April 2020
Warna Liturgi: Ungu

Bacaan I  Yes 42:1-7
Beginilah firman Tuhan,  “Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang,  orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan.  Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya,  supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.  Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suaranya,  atau memperdengarkan suaranya di jalan.  Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya,  dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.  Ia sendiri tidak akan menjadi pudar  dan tidak akan patah terkulai,  sampai ia menegakkan hukum di bumi;  segala pulau mengharapkan pengajarannya.”  Beginilah firman Allah, Tuhan,  yang menciptakan langit dan membentangkannya,  yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya,  yang memberikan nafas kepada umat manusia yang menghuninya  dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya,  “Aku, Tuhan, telah memanggil engkau  untuk maksud penyelamatan.  Aku telah memegang tanganmu;  Aku telah membentuk engkau  dan membuat engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia,  menjadi terang untuk bangsa-bangsa,    untuk membuka mata yang buta,  untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan  dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap  dari rumah penjara.”
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 27:1.2.3.13-14
Tuhan adalah terang dan keselamatanku.
*Tuhan adalah terang dan keselamatanku,  kepada siapakah aku harus takut?   Tuhan adalah benteng hidupku,  terhadap siapakah aku harus gemetar?
*Ketika penjahat-penjahat menyerang  untuk memangsa aku, maka lawan dan musuh itu sendirilah  yang tergelincir dan jatuh.
*Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takutlah hatiku;
sekalipun pecah perang melawan aku, dalam hal ini pun aku tetap percaya.
*Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan  di negeri orang-orang yang hidup!  Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu!  Ya, nantikanlah Tuhan.

Bacaan Injil  Yoh 12:1-11
Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania,  tempat tinggal Lazarus  yang Ia bangkitkan dari antara orang mati.  Di situ diadakan perjamuan untuk Dia.  Marta melayani,  dan salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus. Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni  yang mahal harganya,  lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya;  dan bau minyak semerbak memenuhi seluruh rumah.  Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata,  “Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar, dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?”  Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri;  ia sering mengambil uang  yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. Maka kata Yesus,  “Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu.” Banyak orang Yahudi mendengar bahwa Yesus ada di Betania. Maka mereka datang, bukan hanya karena Yesus,  melainkan juga untuk melihat Lazarus, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati.  Lalu imam-imam kepala bermufakat   untuk membunuh Lazarus juga, sebab karena dialah banyak orang Yahudi meninggalkan mereka  dan percaya kepada Yesus.
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan.

Bila kita cermati kata kata iklan di berbagai media massa, rumusannya hebat dan menarik. Ya iklan harus begitu. Tetapi kita semua tahu, kata kata iklan itu umumnya menipu, tidak sungguh sungguh. Setiap produk selalu dikatakan terbaik, terbukti, terjamin, dan ter ter yang lain. Rumusan indah dan bagus, tetapi menipu dan tidak selalu benar. Itu pula yang terjadi pada perkataan Yudas Iskariot ketika Maria mengurapi Yesus dengan minyak narwastu murni. “Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang orang miskin?” Yudas tampil begitu hebat, seorang yang amat peduli dengan nasib orang miskin. Padahal itu bukan maksud Yudas yang sebenarnya. Yohanes menulis bagaimana Yudas adalah seorang pencuri , ia suka mengambil uang yang disimpan. Yesus mengetahui hati jahat Yudas, maka Dia menolak usulan Yudas. Maria mengurapi Yesus karena itu menjadi ungkapan kasihnya   untuk menghormati hari penguburanYesus yang tidak lama lagi terjadi. Maria menyampaikan sembah sujud dan persembahan amat berharga untuk  Tuhan , sementara Yudas mencari keuntungan bagi diri sendiri dari hidup pelayanannya.

Butir permenungan.

Marilah kita tidak etung – etung (terlalu perhitungan) untuk Tuhan. Ada orang yang kalau  untuk diri sendiri begitu obral, misalnya mau makan apa, beli gaun kayak apa, langsung beli. Tetapi begitu untuk Tuhan, misalnya kolekte, ya sedikit saja. Contoh lain, banyak doa atau ziarah oke, memberi kolekte yang banyak oke, tetapi ketika anaknya mau masuk biara atau seminari, ia tidak oke alias tidak setuju. La ini namanya masih terlalu perhitungan.

Doa.

Ya Tuhan yang mahabaik, ajarilah kami umat-Mu untuk rela mengikuti kehendak-Mu apabila salah satu anggota keluarga kami  Kau panggil untuk melayani-Mu. Amin.

*Tuhan adalah terang dan keselamatanku,  kepada siapakah aku harus takut?   Tuhan adalah benteng hidupku,  terhadap siapakah aku harus gemetar?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *