Renungan Katolik Hari Raya Natal Rabu 25 Desember 2019

595 views

Bacaan Liturgi Hari Raya Natal Rabu 25 Desember 2019

Bacaan Pertama  Yes 52:7-10

O betapa indah kelihatan dari puncak bukit-bukit  kedatangan bentara yang mengabarkan berita damai  dan memberitakan kabar baik; yang mengabarkan berita selamat  dan berkata kepada Sion, “Allahmu meraja!”  Dengarlah suara orang-orang yang mengawal engkau:  Mereka bersorak-sorai serempak.  Sebab dengan mata kepala sendiri  mereka melihat bagaimana Tuhan kembali ke Sion. Bergembiralah, bersorak-sorailah bersama-sama, hai reruntuhan Yerusalem!  Sebab Tuhan telah menghibur umat-Nya.  Ia telah menebus Yerusalem.  Tuhan telah menunjukkan tangan-Nya yang kudus di depan mata semua bangsa;  maka segala ujung bumi melihat keselamatan  yang datang dari Allah kita.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur  Mzm 98:1.2-3ab.3cd-4.5-6

Segala ujung bumi telah melihat keselamatan  yang datang dari Allah kita.

“Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan,  sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib;  keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya,

oleh lengan-Nya yang kudus.

*Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya,  Ia telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa.  Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya  terhadap kaum Israel.

*Segala ujung bumi telah melihat keselamatan  yang datang dari Allah kita.  Bersorak-soraklah bagi Tuhan, hai seluruh bumi,  bergembiralah dan bermazmurlah!

*Bermazmurlah bagi Tuhan dengan kecapi,  dengan kecapi dan lagu merdu; dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring  bersorak-sorailah di hadapan Raja, yakni Tuhan!

Bacaan Kedua  Ibr 1:1-6

Saudara-saudara,  pada zaman dahulu  Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara  berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan para nabi. Tetapi pada zaman akhir ini  Allah telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya.  Anak-Nya itulah yang ditetapkan-Nya  sebagai yang berhak menerima segala yang ada.  Oleh Dialah Allah menjadikan alam semesta, Dialah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah. Dialah yang menopang segala yang ada  dengan sabda-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah berhasil mengadakan penyucian dosa,  Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi.  Ia jauh lebih tinggi daripada malaikat-malaikat  sebagaimana nama yang dikaruniakan kepada-Nya  jauh lebih indah daripada nama mereka.  Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu  Allah pernah berkata,  “Anak-Kulah Engkau!  Pada hari ini Engkau telah Kuperanakkan”  atau pun:  “Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia menjadi Anak-Ku.”  Lagi pula, ketika mengantar Anak-Nya yang sulung ke dunia,  Allah berkata,  “Semua malaikat Allah harus menyembah Dia.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Bacaan Injil  Yoh 1:1-18

Pada awal mula adalah Firman  . Firman itu ada bersama-sama dengan Allah. dan Firman itu adalah Allah. Firman itu pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia, dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.  Dalam Dia ada hidup,  dan hidup itu adalah terang manusia.  Terang itu bercahaya di dalam kegelapan, tetapi kegelapan tidak menguasainya.  Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes.  ia datang sebagai saksi  untuk memberi kesaksian tentang terang itu,  supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Ia sendiri bukan terang itu,  tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang,  sedang datang ke dalam dunia.  Terang itu telah ada di dalam dunia,  dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.  Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya,  tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.  Tetapi semua orang yang menerima Dia  diberi-Nya kuasa menjadi anak-anak Allah,  yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya, orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki,  melainkan dari Allah.  Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita,  dan kita telah melihat kemuliaan-Nya,  yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya  sebagai Anak Tunggal Bapa,  penuh kasih dan kebenaran.  Tentang Dia Yohanes memberi kesaksian dan berseru,  “Inilah Dia yang kumaksudkan ketika aku berkata:  Sesudah aku akan datang Dia yang telah mendahului aku,  sebab Dia telah ada sebelum aku.”  Karena dari kepenuhan-Nya  kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia;  sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa,  tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus. Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah;  tetapi Anak Tunggal Allah yang ada di pangkuan Bapa,  Dialah yang menyatakan-Nya.

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan.

Ada kutipan menarik mengenai makna waktu. Bila kau ingin tahu apa artinya waktu 1 tahun, tanyakan pada siswa yang tidak naik kelas. Makna  1 bulan, tanyakan kepada ibu yang melahirkan premature, Makna 1 minggu tanyakan pada editor majalah mingguan, Makna 1 hari , tanyakan pada orang yang bekerja dengan gaji harian. Makna 1 jam , tanyakan pada seorang gadis yang menunggu kekasihnya. Makna 1 menit tanyakan seorang yang ketinggalan kereta . Bila kau ingin tahu apa artinya waktu sedetik, tanyakan pada atlit lari 100 meter. Atau jika kau ingin tahu tentang makna waktu dan hidup , tanyakan pada orang yang akan dihukum mati esok hari.  Waktu sangat bermakna tapi maknanya tergantung dari pribadi orang yang mengalaminya. Warta Injil hari ini memberi kekuatan dan penghiburan karena Sang Firman telah menjadi manusia. Artinya, Sang Sabda, Allah Putra , telah mengambil ruang dan waktu. Perjalanan hidup kita mengarungi ruang dan waktu, disertai oleh Tuhan sendiri. Tuhan telah menjamin bahwa penyertaan-Nya bukan hanya tahun demi tahun, bulan demi bulan, minggu demi minggu, hari demi hari, jam demi jam, menit demi menit, tetapi juga detik demi detik. Penyertaan Tuhan itu bukan penyertaan pasif, tapi penyertaan dengan kepenuhan kasih karunia demi kasih karunia. Itulah keselamatan yang telah datang melalui Yesus Kristus, Tuhan kita.

Butir permenungan

Perayaan Natal hari ini menyimpan pesan bahwa manusia itu sangat berharga, juga di tengah kerapuhan manusiawinya. Allah menyatakan belas kasih-Nya kepada manusia, justru dengan menjadi manusia , Itu baru dikatakan penjelmaan yang tuntas. Maka, yang terpenting bagi setiap yang mengimani penjelmaan Allah adalah percaya pada belas kasih-Nya yang tuntas. Tak perlu terlalu dicemaskan oleh aneka kelemahan , justru dalam kelemahan kita , kekuatan Allah semakin sempurna. (2 Kor 12:9) . Adakah yang lebih pantas diimani daripada keputusan Allah yang sungguh spektakuler seperti itu?  Adakah yang lebih hebat daripada iman Kristiani, juga ditengah  aneka tekanan politik dan tawaran nilai nilai yang dangkal aneka keyakinan?  Inilah iman saya. Saya tidak pernah menyesal menjadi manusia, yang mengimani Allah yang menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus. Dalam perayaan Natal saya menemukan kembali jenis iman seperti itu, yang setiap tahun diteguhkan kembali.

Doa

Yesus yang hadir untuk menyelamatkan kami, kami bersyukur atas kelahiran-Mu Dan terlebih lebih lagi, aku bersyukur karena Engkau mau lahir untuk menyelamatkan kami.   Amin.

Segala ujung bumi melihat keselamatan  yang datang dari Allah kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *