Renungan Katolik Hari Raya Paskah 21 April 2019

288 views

Bacaan Liturgi Minggu  21 April 2019

Hari Raya Paskah Kebangkitan Tuhan

Bacaan Pertama  Kis 10:34a.37-43

Sekali peristiwa Allah menyuruh Petrus pergi ke rumah perwira Kornelius. Di sana Petrus berkata,  “Kamu tahu tentang segala sesuatu

yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah pembaptisan yang diberitakan oleh Yohanes, yaitu tentang Yesus dari Nazaret: Bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa,   Yesus itulah yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik

dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis,  sebab Allah menyertai Dia.  Kami adalah saksi dari segala sesuatu yang diperbuat Yesus di tanah Yudea maupun di Yerusalem!  Dia telah dibunuh dan digantung pada kayu salib.  Tetapi Allah telah membangkitkan Dia pada hari yang ketiga.  Dan Allah berkenan bahwa Ia menampakkan diri,

bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah, yaitu kepada kami yang telah makan dan minum bersama-sama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari antara orang mati.  Dan Yesus telah menugaskan kami  memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi   bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim   atas orang-orang hidup dan orang-orang mati.

Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya,   ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur  Mzm 118:1-2.16ab-17.22-23

Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya!

*Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik!  Kekal abadi kasih setia-Nya. Biarlah Israel berkata, “Kekal abadi kasih setia-Nya!”

*Tangan kanan Tuhan berkuasa meninggikan, tangan kanan Tuhan melakukan keperkasaan!  Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan Tuhan!

*Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru.  Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.

Bacaan Kedua  Kol 3:1-4

Saudara-saudara, kamu telah dibangkitkan bersama dengan Kristus.

Maka carilah perkara yang di atas, di mana Kristus berada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.  Sebab kamu telah mati, dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.  Kristuslah hidup kita!  Apabila Ia menyatakan diri kelak,  kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia  dalam kemuliaan.

Demikianlah sabda Tuhan.

MADAH PASKAH

Marilah kita lagukan

pujian kejayaan!

   Kristus sudah berjuang melawan kematian;

   meskipun ditelan namun menang.

Dosa kita dilebur, kuasa maut gugur,

didamaikan kita dengan Bapa.

   Katakan Maria,

   engkau melihat apa?

Wajah Yesusku yang hidup

sungguh mulia hingga aku takjub.

   Kudengar malaikat

   menyampaikan amanat.

Yesus Kristus sudah bangkit,

kabarkanlah pada para murid.

   Sungguh bangkit Yesus Tuhan

   sebagai pemenang.

   Hiduplah berjaya selamanya.

Amin.  Alleluya.

Bait Pengantar Injil  1Kor 5:7b-8a

Anak Domba Paskah kita, yaitu Kristus, telah disembelih.

Karena itu marilah kita berpesta dalam Tuhan.

Bacaan Injil  Yoh 20:1-9

Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap,

pergilah Maria Magdalena ke kubur Yesus, dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. Maka ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus

dan murid yang lain yang dikasihi Yesus. Ia berkata kepada mereka,

“Tuhan telah diambil orang dari kuburnya, dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan.”  Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus, sehingga lebih dahulu sampai di kubur.  Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah;   akan tetapi ia tidak masuk ke dalam.  Maka tibalah juga Simon Petrus menyusul dia, dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus  tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping,

di tempat yang lain, dan sudah tergulung.  Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu; ia melihatnya dan percaya.  Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci,

yang mengatakan bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan.

 Yohanes memiliki peran ganda dalam dirinya . Pertama , ia adalah seorang dari dari antara dua belas rasul yang dipilih Yesus . Kedua , ia diyakini sebagai penulis Injil keempat . Tak hanya itu , beberapa kitab dalam Perjanjian Baru diduga kuat juga ditulis Rasul sekaligus penginjil ini . Sekurang kurangnya, jika tak ditulisnya sendiri, pengaruh ajaran atau sastra bisa dirasakan dalam surat surat Yohanes dan Kitab Wahyu.

Bacaan pertama yang diperdengarkan pada hari ini memang masih diragukan apakah ditulis oleh sang rasul sendiri atau berupa kitab yang sastra dan muatan permenungannya dijiwai semangat sang rasul. Yang jelas , tampak sekali bahwa permenungan yang diungkapkan  bacaan pada hari ini mengandung sejumlah besar antusiasme spiritual yang bisa memberikan inspirasi bagi siapapun yang mendengar dan membacanya. Dalam suratnya ini, Yohanes  menegaskan bahwa dirinya dan juga setiap orang yang beriman tak boleh meragukan kenyataan tentang Yesus. Yohanes menegaskan bahwa yang  disampaikan ini bukanlah sekadar hasil dengar dengar perkataan orang dijalanan . Yang disampaikannya terkait dengan identitas Yesus dalam tulisan ini adalah hasil perjumpaannya yang nyata dengan Yesus   “ Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar ini , kami beritakan kepada kamu juga , supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya , Yesus Kristus “ (1Yoh 1-3). Terungkap jelas dalam kesaksian ini ada tekad dan ketulusan yang kuat dari seorang untuk mengungkapkan kebenaran kepada orang banyak sekaligus meyakinkan semua orang yang mendengar tentang Yesus Kristus . Yohanes sangat mengharapkan bahwa kesaksian akan Yesus ini akan mendatangkan sukacita besar. “Semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna. “ (1Yoh 1 : 4)  Penulis telah mengalami langsung sukacita besar berkat pengalamannya bersama dengan Yesus . Sukacita itu tak mungkin disimpannya sendiri. Ia merasa harus membagikan sukacita itu kepada setiap orang yang dijumpai supaya setiap  juga merasakan sukacita yang sempurna tersebut.  Yohanes  dipanggil untuk pelayanan  saat sedang mengurus perahu nelayan milik ayahnya . Pada perjalanan  panggilannya  , Yohanes tak hanya menjadi salah satu dari kelompok  dua belas rasul , Yohanes bahkan menjadi salah satu dari tiga murid istimewa  Yesus, bersama dengan Petrus dan Yakobus . Yohanes secara istimewa boleh menyaksikan banyak peristiwa yang tidak dilihat rasul lainnya.  Peristiwa peristiwa penting yang dialami Yohanes bersama Yesus dan murid murid kekasih Nya adalah perubahan rupa Yesus , pada malam hari sebelum penyaliban Yesus ditaman Getsemani  Pengalaman bersama dengan Yesus ini membuat Yohanes sangat yakin bahwa Yesus mengasihinya dengan penuh perhatian. Demikian pula kita yang juga telah mengalami Yesus dalam pelbagai perjumpaan dengan hal hal baik dalam kehidupan kita sehari hari., tentu memiliki  banyak alasan untuk percaya bahwa Allah mengasihi kita  seperti Ia mengasihi Yohanes , Oleh karena itu , kita harus memiliki semangat dan antusiaisme yang sama, bahkan lebih, dari yang dimiliki Yohanes dalam memberikan kesaksian tentang Yesus.

Doa.

Ya Allah Bapa yang mahabaik, kami ingin selalu dekat dengan –Mu , namun iman kami masih lemah dan mudah putus asa, maka kami mohon tambahkanlah iman kami.  Amin.

Anak Domba Paskah kita, yaitu Kristus, telah disembelih. Karena itu marilah kita berpesta dalam Tuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *