Renungan Katolik Kamis 21 Februari 2019

66 views

Kalender Liturgi Kamis 21 Feb 2019
PF S. Petrus Damianus, Uskup dan Pujangga Gereja

 

Bacaan I  Kej 9:1-13
Sesudah air bah, Allah memberkati Nuh dan anak-anaknya serta bersabda kepada mereka, “Beranak cucu dan bertambah banyaklah, serta penuhilah bumi. Kalian akan ditakuti oleh segala binatang di bumi dan segala burung di udara, segala yang bergerak di muka bumi dan segala ikan di laut. Ke dalam tanganmulah semuanya itu diserahkan.
Segala yang bergerak dan hidup akan menjadi makananmu. Aku memberikan semuanya itu kepadamu seperti juga tumbuh-tumbuhan hijau.  Hanya daging yang masih ada nyawanya, yakni darahnya, janganlah kamu makan.  Tetapi mengenai darahmu, yakni nyawamu,  Aku akan menuntut balasnya. Dari segala binatang Aku akan menuntutnya, dan dari setiap manusia Aku akan menuntut nyawa sesama manusia. Siapa yang menumpahkan darah,  darahnya akan tertumpah oleh manusia, sebab Allah membuat manusia menurut gambar-Nya sendiri.  Tetapi kalian, beranak cucu dan bertambah banyaklah, sehingga tak terbilang jumlahmu di atas bumi, ya, bertambah banyaklah di atasnya.”   Bersabdalah Allah kepada Nuh dan anak-anaknya,  “Camkanlah, Aku mengadakan perjanjian dengan kalian dan keturunanmu,  dan dengan segala makhluk hidup yang ada besertamu: yakni burung-burung, ternak dan binatang liar di bumi, segala yang keluar dari bahteramu, segala binatang di bumi.  Maka Kuadakan perjanjian-Ku dengan kalian,  bahwa sejak kini segala yang hidup takkan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi.”  Allah bersabda pula,  “Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan kalian serta segala makhluk hidup yang ada sertamu, turun-temurun untuk selama-lamanya:  Busur-Ku akan Kutempatkan di awan   sebagai tanda perjanjian antara Aku dan bumi.”
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan   Mzm 102:16-18.19-21.29.22-23
Tuhan memandang dari surga ke bumi.
*Bangsa-bangsa menjadi takut akan nama Tuhan, dan semua raja bumi akan kemuliaan-Mu,bila Engkau sudah membangun Sion, dan menampakkan diri dalam kemuliaan-Mu;  bila Engkau mendengarkan doa orang-orang papa,  dan tidak memandang hina doa mereka.
*Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang akan diciptakan nanti memuji-muji Tuhan,  sebab Ia telah memandang dari tempat-Nya yang kudus, Tuhan memandang dari sorga ke bumi, untuk mendengarkan keluhan orang tahanan, untuk membebaskan orang-orang yang ditentukan harus mati.  *Anak hamba-hamba-Mu akan diam dengan tenteram, dan anak cucu mereka akan tetap ada di hadapan-Mu. supaya nama Tuhan diceritakan di Sion,
dan Dia dipuji-puji di Yerusalem,  apabila para bangsa berkumpul bersama-sama  dan kerajaan-kerajaan berhimpun untuk beribadah kepada Tuhan.

Bait Pengantar Injil  Yoh 6:64b.69b
Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan.  Pada-Mulah sabda kehidupan kekal.

Bacaan Injil  Mrk 8:27-33
Pada suatu hari  Yesus bersama murid-murid-Nya pergi ke kampung-kampung  di sekitar Kaisarea Filipi. Di tengah jalan Ia bertanya kepada murid-murid-Nya,   “Kata orang, siapakah Aku ini?”  Para murid menjawab,   “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi.”  Yesus bertanya lagi kepada mereka,   “Tetapi menurut kamu, siapakah Aku ini?”   Maka Petrus menjawab, “Engkaulah Mesias!”
Dan Yesus melarang mereka dengan keras, supaya jangan memberitahukan kepada siapa pun tentang Dia.  Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka,   bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan. Ia akan ditolak oleh para tua-tua,
imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat,   lalu dibunuh, dan bangkit sesudah tiga hari.  Hal ini dikatakan-Nya dengan terus terang. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegur-Nya.  Maka berpalinglah Yesus  dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus,  kata-Nya, “Enyahlah Iblis!  Sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”
Demikianlah Injil Tuhan.

RENUNGAN

Yesus mengajarkan kepada para murid-Nya, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.  Mengapa Yesus harus disalibkan?  Itu salah  satu pertanyaan yang coba dijawab oleh Paulus, Tidak ada jawaban yang pasti, tapi bagi Paulus, peristiwa penyaliban Yesus adalah hikmat Allah yang tidak mudah dimengerti manusia. (1Kor 1:23-24). Peristiwa salib sebagai jalan penyelamatan memang tidak mudah difahami jika tidak ada iman.

Bagi kita salib menjadi tanda kasih Allah yang total.  Berani sengsara dan menderita demi keselamatan  orang lain, rupanya menjadi suatu keutamaan yang diajarkan-Nya kepada kita, Dengan salib-Nya, Yesus menjadi teladan kesabaran, kerendahan hati, keberanian, ketulusan dan kasih yang total. Tidak heran jika Paulus begitu terkesan dengan misteri Salib, bahkan dia berani  bersaksi : Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia. (Gal 6:14). Kemegahan Paulus dibangun atas kesadaran bahwa Yesus Kristus  telah mati bagi umat manusia demi keselamatan umat manusia. Paulus mewujudkannya  kemegahan itu dengan mengikuti jalan-Nya. Kebaikan Allah dalam Kristus dibalasnya dengan kebaikan kepada sesama, menjadi pewarta yang tangguh, bahkan rela kehilangan nyawanya  Demi Kristus dan Injil-Nya Baginya  : Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. ( Flp 1:21)

Tidak mudah bagi kita untuk meneladani Santo Paulus,  Kita dapat meneladan usahanya untuk membalas kasih Allah . Jika Kristus dan banyak orang telah rela berkorban untuk kita, mengapa kita masih ragu ragu untuk berkorban  bagi Allah  dan sesama?

Butir  Permenungan

Memang benarlah nubuat Yesaya “Rancangan Ku bukanlah rancangan mu dan jalan Ku bukanlah jalanmu”  berkaitan dengan rencana dan kehendak Allah, manusia akan berhadapan dengan sesuatu yang penuh misteri.. Pikiran manusia mustahil  dapat menguak tabir misteri yang ada pada Allah. Kita tidak mengetahui secara persis , mengapa Allah rela menjelma menjadi manusia, dan mau membela manusia yang berdosa ini dengan mengorbankan hidup Nya dikaju salib ?  Karena banyaknya misteri yang mustahil kita ungkap, seharusnya kita berusaha untuk semakin rendah hati  dan dekat dengan Tuhan dan berserah sepenuhnya kepada-Nya. Sayangnya , tak jarang situasi ketidakjelasan dan ketidakfahaman akan Allah serta kehendak-Nya disikapi manusia dengan menentukan jalan dan pikirannya sendiri tanpa memperdulikan Allah. Tentu ini bukanlah sikap iman yang tepat, Kendati bukan keseluruhan , tetapi Allah membuka banyak hal akan Diri dan Kehendak-Nya yang akan mengantar manusia pada keselamatan sejati.

Doa.

Yesus yang penuh kasih, , mampukan kami untuk memahami kehendak-Mu agar kami mampu berserah diri secara total hanya kepada-Mu. Amin.

Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan.  Pada-Mulah sabda kehidupan kekal.