Renungan Katolik Kamis 28 Februari 2019

74 views

Bacaan Liturgi Kamis 28 Februari 2019

Bacaan Pertama  Sir 5:1-8

Jangan mengandalkan kekayaanmu, dan jangan berkata, “Ini cukup bagiku.”  Hati dan kekuatanmu jangan kauturuti untuk berlaku sesuai dengan hawa nafsumu. Jangan berkata, “Siapa berkuasa atas diriku?”

Camkanlah, Tuhan akan menghukum engkau dengan keras.  Jangan berkata, “Betul, aku sudah berdosa, tetapi apakah menimpa diriku sebab Tuhan panjang hati.”  Jangan menyangka pengampunan terjamin,

sehingga engkau menimbun dosa demi dosa.  Jangan berkata,  “Belas kasihan Tuhan memang besar. Dosaku yang banyak ini pasti diampuni-Nya.”   Sebab belas kasihan memang ada pada Tuhan tetapi kemurkaan pun ada pada-Nya, dan geram-Nya turun atas orang jahat.  Jangan menunda-nunda untuk bertobat kepada Tuhan, jangan kautangguhkan dari hari ke hari. Sebab tiba-tiba saja meletuslah kemurkaan Tuhan,

dan engkau binasa pada saat hukuman.  Jangan percaya pada harta benda yang diperoleh dengan tidak adil, sebab pada hari sial takkan berguna sedikitpun.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur  Mzm 1:1-2.3.4.6

Berbahagialah orang yang mengandalkan Tuhan.

*Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik,

yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh;  tetapi yang kesukaannya ialah hukum Tuhan,

dan siang malam merenungkannya.

*Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya, dan tak pernah layu;  apa saja yang diperbuatnya berhasil.

*Bukan demikianlah orang-orang fasik:  mereka seperti sekam yang ditiup angin.  Sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

Bait Pengantar Injil  1Tes 2:13

Sambutlah sabda Tuhan, bukan sebagai perkataan manusia, melainkan sebagai sabda Allah.

Bacaan Injil Mrk 9:41-50

Pada suatu hari berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya,  “Barangsiapa memberi kalian minum air secangkir oleh karena kalian adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan ganjarannya.

Barangsiapa menyesatkan salah seorang   dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya   lalu ia dibuang ke dalam laut.  Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik bagimu dengan tangan terkudung masuk dalam kehidupan, daripada dengan utuh kedua belah tangan masuk dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan.   Dan jika kaki menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik bagimu dengan kaki timpang masuk ke dalam hidup, daripada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka.

Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu

daripada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka, di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tak pernah padam. Sebab setiap orang akan digarami dengan api. Garam memang baik!   Tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kalian akan mengasinkannya?

Hendaklah kalian selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai seorang dengan yang lain.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan.

Tak jarang kita sibuk adu argumentasi tentang kriteria orang yang baik hati. Hasilnya jadi NATO (No Acton Talk Only) . Ngapain repot repot dengan definisi ? Mengembalikan orang yang tersesat ke jalan benar , memberikan seteguk air kepada yang kehausan dan tersenyum kepada sesama juga merupakan kebaikan hati , ujar Mahomet.  Yesus berkata: “Barangsiapa memberi kalian minum air secangkir oleh karena kalian adalah pengikut Kristus, ia tak akan kehilangan ganjarannya.” Artinya orang orang yang bersikap ramah dan mau membantu murid murid Yesus yang aktif memberitakan Injil akan menerima upahnya. Mereka akan mendapat tempat di hati para murid dan melalui para murid murid itu mereka nantinya akan digabungkan dan tinggal bersama Yesus di Surga. Para murid akan menjadi berkat bagi orang orang yang bersikap baik terhadap mereka.Namun Yesus juga mengingatkan para murid akan bahaya penyesatan. Mereka akan dihukum bila menyebabkan orang beriman yang lemah, kurang berpendidikan dan sering diremehkan , berbuat dosa dan meninggalkan  imannya / murtad. Mereka tidak hanya akan dibuang kelaut sebagaimana dilakukan oleh para penguasa Romawi terhadap para pemberontak , tetapi dilehernya juga akan diikatkan batu kilangan. Oleh karena itu , jika tangan , kaki dan mata menjadi penyebab orang berbuat dosa , penggal dan cukil saja. Sebab lebih baik masuk kedalam kehidupan kekal Kerajaan Allah dengan tangan kaki puntung dan mata buta daripada dengan tangan , kaki dan mata utuh masuk neraka. Maksudnya kehidupan jasmani tidak bernilai dibanding kehidupan kekal. Namun semua itu bukan berarti bahwa Yesus  menghendaki agar orang membuat dirinya cacat secara fisik, sebab cacat fisik saja tidak menjamin orang berhenti berbuat dosa,

Yesus menuntut agar orang menghentikan segala aktifitas yang membuat dirinya berdosa. Ia meminta agar para pengikut-Nya memiliki roh pengorbanan , menyangkal diri dan hidup berdamai dengan sesama . Inilah artinya mempunyai garam dalam dirinya. Oleh karena itu , sebagai pengikut Kristus kita harus berani meninggalkan kebiasaan atau tabiat buruk yang menyesatkan diri sendiri dan orang lain.

Butir permenungan

Sabda Tuhan hari ini tentang nasihat untuk memperlihatkan nilai nilai luhur dalam relasi antar sesama. Jangan menaburkan skandal dan perbuatan yang merusak.  Dalam berbagai kesempatan Yesus melihat bahwa daya kekuatan perusak seringkali menghancurkan relasi baik antar manusia dengan Tuhan dan antar manusia dengan manusia.  Ia menegur para penguasa , pemimpin rohani dan masyarakat. Orang banyak yang melihat keuntungan diri lewat kuasa, uang dan harta dengan mengorbankan orang lain.  Ia menegur pemimpin yang korup, karena kuasa dan kemewahan istana.  Ia menegur orang Farisi , ahli Taurat dan kelompok Saduki. Yesuspun menegur para murid-Nya , Petrus, Johanes,Yakobus dan Thomas, Pilipus dan khususnya Judas Iskariot. Yesus mengajar dan menegur para murid agar tidak membawa skandal kepada orang lain, khususnya yang lemah imannya, yang kecil dan rapuh dan yang menderita.

Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk waspada dan sadar diri . Dunia menyoroti Gereja , para gembala dan umat. Sangat menyedihkan ketika kita mendengar  dan menerima kabar dan informasi tentang skandal yang berkaitan dengan kuasa , uang, seks, relasi yang tidak sehat dan merusak hidup dan masa depan anak anak dan orang muda, bahkan perkawinan bisa hancur, karena nilai luhur relasi perkawinan dan keluarga dibuang. Kita diajak dalam terang Sabda Tuhan  agar tidak pasif sebagai penonton yang mempersalahkan yang lain , tetapi tetap teguh berjuang menghadirka dan melakukan yang baik.

Doa.

Ya Tuhan yang mahabaik, jauhkan dan singkirkanlah kata kata kami yang kotor dan perbuatan kami yang menyesatkan , agar kami menjadi berkat bagi sesama. Amin.

Sambutlah sabda Tuhan, bukan sebagai perkataan manusia, melainkan sebagai sabda Allah