Renungan Katolik Kamis 8 November 2018

56 views

Bacaan Liturgi Kamis 8 November 2018

Bacaan Pertama  Flp 3:3-8a

Saudara-saudara, kitalah orang-orang bersunat, yaitu kita yang beribadah oleh Roh Allah, yang bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh kepercayaan pada hal-hal lahiriah.Meskipun demikian sebenarnya aku mempunyai alasan untuk menaruh kepercayaan pada hal-hal lahiriah. Kalau orang lain menyangka dapat mengandalkan hal-hal lahiriah, aku lebih lagi:aku disunat pada hari kedelapan, aku seorang Israel, dari suku Benyamin, aku seorang Ibrani asli; mengenai pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi; mengenai kegiatanku dalam agama Yahudi aku penganiaya jemaat, mengenai kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat. Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap merugikan karena Kristus.  Malahan segala sesuatu kuanggap rugi karena aku telah berkenalan dengan Kristus Yesus, Tuhanku, sebab hal itu lebih mulia dari segala-galanya.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur  Mzm 105:2-7

Biarlah bersuka hati orang-orang yang mencari Tuhan.

*Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi-Nya,percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib!Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari Tuhan.

*Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya!  Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mujizat dan ketetapan-ketetapan yang diucapkan-Nya,

*Hai anak cucu Abraham, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, pilihan-Nya!   Dialah Tuhan, Allah kita, ketetapan-Nya berlaku di seluruh bumi.

Bait Pengantar Injil  Mat 11:28

Datanglah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat.

Aku akan memberikan kelegaan kepada kalian.

Bacaan Injil  Luk 15:1-10

Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.Maka bersungut – sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya, “Orang ini menerima orang-orang berdosa dan makan bersama dengan mereka.”  Maka Yesus menyampaikan perumpamaan berikut kepada mereka, “Siapakah di antaramu yang mempunyai seratus ekor domba lalu kehilangan seekor, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?

Dan kalau telah menemukannya, ia lalu meletakkannya di atas bahu dengan gembira. Setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata, ‘Bersukacitalah bersama aku, sebab dombaku yang hilang telah kutemukan.’  Aku berkata kepadamu,  demikian juga akan ada sukacita di surga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih daripada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.  Atau wanita manakah yang mempunyai sepuluh dirham, lalu kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya?  Dan kalau telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata, ‘Bersukacitalah bersama aku, sebab dirhamku yang hilang telah kutemukan.’ Aku berkata kepadamu, demikian juga akan ada sukacita pada malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan.

Yesus senantiasa berhadapan dengan orang orang berdosa dan para pemimpin masyarakat Yahudi, Orang orang berdosa itu seperti para pemungut cukai , para pelacur dan orang yang dikucilkan oleh masyarakat . Sedangkan para pemimpin masyarakat adalah orang orang Farisi dan ahli ahli Taurat. Orang orang berdosa selalu mendengarkan dan meresapkan pengajaran Yesus serta memperhatikan relasi Yesus yang akrab dengan orang orang berdosa itu. Para pemimpin itu tidak bisa menerima dan menggerutu akan sikap Yesus . Menurut mereka  Yesus tidak pantas untuk hadir ditengah tengah orang berdosa itu. Guru yang agung, suci dan berwibawa tidak perlu turun menjumpai mereka. Sikap para pemimpin itu sungguh bertentangan dengan sikap Yesus. Maka, Yesus menyampaikan dua perumpamaan tentang domba yang hilang dan dirham yang hilang. Perumpamaan ini mau  menyatakan kepedulian Yesus terhadap orang orang berdosa. Ia justru mencari orang orang yang berdosa  agar mereka bertobat dan berada kembali dalam kasih Bapa. Sebagaimana Dia bersabda “akan ada sukacita di surga karena satu orang berdosa yang bertobat.”  (Lukas 15,7)

Kadang kita menganggap diri kita sudah begitu saleh sehingga merasa tidak berdosa dan tidak memerlukan pertobatan lagi. Tidak jarang kita pun memandang hina orang lain yang tidak seiman dan sejalan dengan kemauan kita . Mengapa ? Yesus telah menunjukkan bahwa semua orang berdosa dan pertobatan saja yang mendatangkan selamat. Kita adalah pengikut pengikut Yesus zaman ini yang seharusnya terus menerus bertobat dari dosa kesalahan kita .

Butir permenungan.

Bercermin pada sikap Yesus itu, kita patut merefleksi diri kita . bagaimana sikap kita terhadap orang orang yang berdosa, seperti para koruptor, para pelacur, dan para tahanan masyarakat.  Apakah kita menghakimi mereka? Apakah kita juga menghukum mereka ? Tentunya kita tidak ikut ikutan untuk menghakimi atau menghukum mereka. Sebagai pengikut Yesus, kita justru berusaha untuk mengerti situasi diri mereka. Kita juga berdoa  dan berharap agar mereka bertobat dan kembali ke jalan Tuhan yang mengasihi  dan menyelamatkan mereka.

Doa.

Allah Bapa yang maharahim,  kami mengucap syukur , karena Engkau selalu menjaga , memelihara, dan melindungi kami seperti yang dinyatakan oleh Putra-Mu. Kami mohon , perkenankanlah kami bertobat dan hidup berdasarkan kebaikan dan belas kasih-Mu. Amin

Datanglah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepada kalian.

Oleh : Albertus Joseph Noegroho