Renungan Katolik Minggu 14 Oktober 2018

94 views

Bacaan Liturgi Minggu 14 Oktober 2018

PF S. Kalistus, Paus dan Martir

Bacaan Pertama  Keb 7:7-11

Aku berdoa, dan akupun diberi pengertian, aku bermohon, dan roh kebijaksanaan pun datang kepadaku.  Dialah yang lebih kuutamakan daripada tongkat kerajaan dan takhta; dibandingkan dengannya,

kekayaan kuanggap bukan apa-apa.  Permata yang tak terhingga nilainya  tidak kusamakan dengan dia, sebab segala emas di bumi hanya pasir saja di hadapannya, dan perak dianggap lumpur belaka di sampingnya.  Kebijaksanaan kukasihi lebih daripada kesehatan dan keelokan rupa, dan aku lebih suka memiliki dia daripada cahaya,

sebab kemilaunya tidak kunjung henti.  Namun demikian besertanya datang pula kepadaku segala harta milik, dan kekayaan tak tepermanai ada di tangannya.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur  Mzm 90:12-13.14-15.16-17

Kenyangkanlah kami dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai.semasa hari-hari kami.

*Ajarlah kami menghitung hari-hari kami hingga kami beroleh hati yang bijaksana.Kembalilah, ya Tuhan — berapa lama lagi? — dan sayangilah hamba-hamba-Mu!

*Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita sepanjang hayat. Buatlah sukacita kami seimbang dengan dukacita di masa lalu, seimbang dengan tahun-tahun kami mengalami celaka.

*Biarlah hamba-hamba-Mu menyaksikan perbuatan-Mu, biarlah anak cucu mereka menyaksikan semarak-Mu. Kiranya kemurahan Tuhan melimpah atas kami! Teguhkanlah perbuatan tangan kami, ya, perbuatan tangan kami, teguhkanlah!

Bacaan Kedua  Ibr 4:12-13

Saudara-saudara, firman Allah itu hidup dan kuat, lebih tajam daripada pedang bermata dua mana pun!  Firman itu menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum;!  Firman itu sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.Tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggung-jawaban.

Demikianlah sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil  Mat 5:3

Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.

Bacaan Injil  Mrk 10:17-30

Pada suatu hari Yesus berangkat meneruskan perjalanan-Nya.

Maka datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia bertanya, “Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”   Jawab Yesus kepadanya,  “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain Allah!  Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah:

Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta dan jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayah dan ibumu!”   Kata orang itu kepada Yesus,  “Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.”  Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya,  lalu berkata kepadanya,   “Hanya satu lagi kekuranganmu: Pergilah, juallah apa yang kaumiliki, dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin. Maka engkau akan beroleh harta di surga. Kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”  Mendengar perkataan Yesus, orang itu menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya.  Lalu Yesus memandang murid-murid di sekeliling-Nya  dan berkata kepada mereka, “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.”  Murid-murid tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi, “Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah!  Lebih mudah seekor unta melewati lubang jarum

daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”  Para murid semakin gempar  dan berkata seorang kepada yang lain, “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?”  Yesus memandang mereka dan berkata,   “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab bagi Allah segala sesuatu adalah mungkin.”  Lalu berkatalah Petrus kepada Yesus,   “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Engkau!”  Maka Yesus menjawab, “Sungguh, Aku berkata kepadamu, barangsiapa, karena Aku dan karena Injil,

meninggalkan rumah, saudara-saudari, ibu atau bapa, anak-anak atau ladangnya,  pada masa ini juga ia akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak-anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan; dan di masa datang ia akan menerima hidup yang kekal.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan.

Kalau kita membanding bandingkan kehidupan orang kaya dan kehidupan orang miskin, orang kaya lebih tidak aman daripada orang miskin, Orang kaya selalu memikirkan hartanya agar tidak hilang, Karena ketakutannya yang begitu besar, ia memagar rumahnya dengan barisan  satpam. Lain halnya dengan orang miskin, mereka tidak mempunyai apa apa selain yang ada pada badan mereka sehingga mereka tidak cemas akan kehilangan sesuatu. Orang kaya yang terlampau melekat dengan hartanya ini akan sangat gelisah lagi mendengar pernyataan pernyataan yang diberikan Yesus hari ini, Disini Yesus tidak bermaksud melarang kita memiliki harta, tetapi mengingatkan kita untuk tidak terlalu melekat pada harta dan mendewa dewakan harta kita.  Kalau kita orang sederhana tetapi begitu mencintai diri  dan tidak rela dikorbankan untuk orang lain, kita juga sukar untuk masuk kedalam Kerajaan Surga. Untuk mengikuti Yesus kita di tuntut untuk mengorbankan apa saja yang ada pada kita, bahkan nyawa kita. Kita memberikan seluruh diri kita kepada-Nya dan kita bukan lagi menjadi milik kita tetapi milik Dia.

Bagaimana sikapku terhadap undangan Yesus  :”Mari ikut Aku “ ? Sejauh mana keterikatanku dengan harta benda , keluargaku, kesenangan duniawi dan diriku sendiri? Apa persyaratan yang sering aku berikan sehingga bisa mengikuti Yesus?

Butir permenungan.

Manusia berlelah lelah memburu kekayaan karena kekayaan mendatangkan sanjungan , penghormatan. Manusia lebih suka dipuji karena kekayaan material. Dengan pujian orang merasa hidupnya telah memcapai puncaknya.  Pada sisi lain , karena memburu kekayaan manusia tidak mampu mengendalikan keinginan yang bisa menimbulkan malapetaka. Pada akhirnya, perburuan itu membawa tumbal yaitu nyawa manusia, Perampokan, pebunuhan,peperangan adalah sederetan peristiwa yang muncul akibat memburu harta benda.

Yesus dalam Injil hari ini memiliki pandangan yang berbeda tentang kekayaan,  Kekayaan menyebabkan hati seseorang kurang terbuka pada Tuhan Sang Terang dan sumber kebahagiaan sejati. Kisa pemuda kaya dan taat hukum adalah contoh dari sekian banyak manusia yang sulit memisahkan hati dari harta benda  untuk datang dan mengikuti Yesus., Sang Pemilik segalanya. Kekayaan telah mengubah hati manusia menjadi rakus dan menutup jalan untuk bertemu dengan Tuhan. Manusia tidak lagi sungguh sungguh percaya kepada Tuhan, tetapi lebihkuat percaya pada kekayaan material. Keadaan ini sangat disayangkan oleh Tuhan Yesus.. Betapa kuatnya kelekatan manusia akan hiasan hidup yang sifatnya sementara ini . Satu fakta fakta tentang manusia yang diungkapkan Yesus pada hari ini adalah manusia lebih suka mengikuti panggilan harta benda daripada panggilan harta surgawi. Marilah kita melihat kembali panggilan kita. Apakah kita lebih peka akan panggilan memburu kekayaan atau memburu harta surgawi? Apakah kita berani melepaskan kekayaan kita dan berbagi dengan sesama atau kekuatiran  sangat kuat menguasai hati kita?-

Doa.

Ya Tuhan yang mahakuasa dan kekal, , kami umat-Mu bersyukur atas cinta kasih-Mu yang tak terbatas, perlihatkanlah kepada kami “harta” yang seharusnya kami miliki bukan menurut kehendakku melainkan kehendak-Mu. Amin.

Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.

Oleh : Albertus Joseph Noegroho