Renungan Katolik Minggu 17 Februari 2019

156 views

Kalender Liturgi Minggu  17 Feb 2019
PF Ketujuh Saudara Suci, Pendiri Ordo Hamba-Hamba Maria

Bacaan I   Yer 17:5-8
Beginilah firman Tuhan: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada Tuhan!  Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk. Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan!  Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

Mazmur Tanggapan  Mzm 1:1-2.3.4.6
Berbahagialah orang yang mengandalkan Tuhan.
*Berbahagialah orang  yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik,
yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh;  tetapi yang kesukaannya ialah hukum Tuhan,
dan siang malam merenungkannya.
*Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya, dan tak pernah layu;  apa saja yang diperbuatnya berhasil.
*Bukan demikianlah orang-orang fasik:  mereka seperti sekam yang ditiup angin.  Sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

Bacaan II  1Kor 15:12.16-20
Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati?  Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.  Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.  Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus.  Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia. Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.

Bacaan Injil  Luk 6:17.20-26

Sekali peristiwa Yesus turun dari sebuah bukit bersama dengan kedua belas rasul.  Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon.  Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata:  “Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.
Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.  Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat.
Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab  sesungguhnya, upahmu besar di sorga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi.  Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu.  Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis.  Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu.”

Demikianlah Injil Tuhan

Renungan.

Inti hidup rohani orang Kristiani adalah Sabda Bahagia yang diajarkan Yesus kepada kita semua. Bila kita dapat memahami sabda itu, merasa cocok dan gembira dengan sabda itu, dan kita dapat melaksanakannya dalam hidup kita, maka hidup rohani kita sungguh mendalam. Untuk kita yang saat ini merenungkan sabda ini masih merasa tidak nyaman , kita perlu bertanya , mengapa tidak nyaman . Apa yang mengganggu hati kita sehingga kita tidak cocok dengan semangat Yesus itu?

Berbahagialah kita yang miskin karena kitalah yang empunya Kerajaan Allah, Orang yang miskin adalah orang yang sungguh tergantung kepada kerahiman Allah, yang menaruh kepercayaan dan pegangannya pada Tuhan sendiri. Maka kita bahagia. Berbahagialah kita yang lapar karena akan dipuaskan.bagaimana hal ini mungkin? Memang kita yang lapar, terutama lapar akan kasih Allah, lapar akan belas kasih Allah, akan dipuaskan. Oleh karena kita lapar akan kasih Allah, maka kita rela untuk datang kepada Allah dan mencari Dia. Berbahagialah kita bila kita dikucilkan dan dibenci karena iman kita akan Allah. Dengan demikian kita sungguh sungguh  hanya mencari Allah dan bukan kepentingan diri kita sendiri.  Dari seluruh sabda bahagia  itu, tampak semangat utamanya yaitu kita sungguh hanya tergantung pada Allah dan mencintai Allah karena Dia lah Kekasih yang sejati.. Inilah jabaran dari hukum utama yaitu mencintai Allah dengan seluruh hidup kita. Bagaimana kita sendiri merasakan , menanggapi dan menghayati sabda itu ?

Butir permenungan.

Tidak ada manusia yang tidak menginginkan kebahagiaan dalam hidup ini. Semua orang berusaha , berjuang bahkan dengan cara cara tidak halal, demi mencapai kebahagiaan. Ada dua faham yang berbeda, bahkan bertolak belakang tentang kebahagiaan, yaitu faham kebahagiaan menurut dunia dan kebahagiaan menurut ajaran Yesus. Dunia mengajarkan kebahagiaan itu terletak dalam hal kelimpahan uang, harta benda , kesenangan, kepuasan, serta keberhasilan mencapai sesuatu misalnya tingkat pendidikan, cita cita dalam hidup dan lain lain. Sehingga semua orang berjuang dan bekerja mati matian untuk mendapatkan itu semua. Namun kita tahu bahwa sepertinya manusia tidak pernah puas dan merasa cukup dengan itu semua. Orang kaya terus saja menumpuk uang , harta benda dan menikmati hidup sepuas puasnya , namun mereka tidak bahagia. Orang yang sudah terpenuhi semua kebutuhan hidup  sepertinya juga tidak bahagia karena masih tidak puas dan tetap saja selalu merasa kurang, sehingga terus menerus  berjuang untuk memperoleh lebih banyak lagi.

Tuhan Yesus dalam Injil hari ini memberikan satu pemahaman yang sangat berbeda bahkan bertentangan sebagai jalan untuk memperoleh kebahagiaan dalam hidup ini. Ketika dunia mewartakan bahwa yang bahagia  itu mereka yang “kenyang” , “tertawa” , dan “berkelimpahan uang serta harta benda” . Tuhan menegaskan bahwa yang berbahagia adalah mereka yang “lapar”, “menangis” , “menderita” . Mengapa orang orang seperti ini berbahagia? Karena mereka akan lebih mudah terbuka dan mengharapkan campur tangan Tuhan dalam hidup mereka. Mereka pasti akan mencari Tuhan dan pertolongannya itulah tindakan yang tepat karena hanya pada Tuhan saja ada kebahagian sejati  Saudara pilih mana  berbahagia menurut versi Tuhan atau tawaran dunia

Doa.

Tuhan Yesus penuhi hati kami selalu dengan kerinduan akan Engkau karena itulah yang membuat hidup kami berbahagia dan berarti..

“Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.
Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa. Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat.