Renungan Katolik Minggu 21 Oktober 2018

53 views

Bacaan Liturgi Minggu 21 Oktober 2018

Bacaan Pertama  Yes 53:10-11

Tuhan berkehendak meremukkan Hamba-Nya dengan kesakitan.

Tetapi apabila ia menyerahkan dirinya sebagai kurban silih, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak Tuhan akan terlaksana karena dia. Sesudah kesusahan jiwanya, ia akan melihat terang dan menjadi puas. Sebab Tuhan berfirman: Hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur  Mzm 33:4-5.18-19.20.22

Kasih setia-Mu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.

*Sebab firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan.Ia senang pada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia-Nya.

*Sungguh, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takwa, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya; Ia hendak melepaskan jiwa mereka dari maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.

*Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan. Dialah penolong kita dan perisai kita. Kasih setia-Mu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.

Bacaan Kedua  Ibr 4:14-16

Saudara-saudara, kita sekarang mempunyai Imam Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah. Maka baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.Sebab Imam Agung yang kita punya, bukanlah imam agung yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita. Sebaliknya Ia sama dengan kita!

Ia telah dicobai, hanya saja tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita menghampiri takhta kerahiman Allah dengan penuh keberanian,

supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan pada waktunya.

Demikianlah sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil Mrk 10:45

Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani

dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.

Bacaan Injil  Mrk 10:35-45

Sekali peristiwa Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus, dan berkata kepada-Nya, “Guru, kami harap Engkau mengabulkan suatu permohonan kami!”  Jawab Yesus kepada mereka,

“Apa yang kamu kehendaki Kuperbuat bagimu?”  Mereka menjawab,

“Perkenankanlah kami ini duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, seorang di sebelah kanan-Mu, dan seorang di sebelah kiri-Mu.”  Tetapi kata Yesus kepada mereka, “Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Sanggupkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum, dan dibaptis dengan pembaptisan yang harus Kuterima?”  Jawab mereka, “Kami sanggup!”

Yesus lalu berkata kepada mereka,   “Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum, dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima. Tetapi hal duduk di sebelah kanan atau kiri-Ku,

Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang  yang baginya telah disediakan.” Mendengar itu, kesepuluh murid yang lain menjadi marah kepada Yakobus dan Yohanes. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata,  “Kamu tahu, bahwa orang-orang yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah janganlah demikian di antara kamu! Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Karena Anak Manusia pun datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi banyak orang.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan.

“Perkenankanlah kami ini duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, seorang lagi di sebelah kanan, dan seorang di sebelah kiri-Mu.”  Permintaan seperti ini seringkali kita dengungkan dalam doa doa kita , karena kita mengharapkan kehidupan akhirat yang penuh kebahagiaan. Kita sangat menginginkan kelak berada bersama Allah, dan turut menikmati kebahagiaan dalam keluarga Allah. Apakah keinginan kita ini didukung dengan tindak tanduk dan perilaku kita? Ataukah permohonan kita ini hanya mengharapkan belas kasihan Tuhan tanpa sedikitpun usaha dari kita ? Ini tentu menjadi ganjalan besar.Yesus  sendiri menyatakan :” Itu akan diberikan kepada orang-orang yang baginya telah disediakan.” Ini berarti tidak setiap kita dapat menempati posisi disamping Yesus , tetapi hanya mereka yang pantas untuk menempatinya. Yang paling penting mempersiapkan diri kita agar kelak bisa bersama Yesus.  Karena keberadaan kita bersama Yesus bukanlah  jabatan politis, tetapi posisi spiritual.

Butir permenungan.

Yang pantas menempati posisi itu adalah  mereka yang mengikuti teladan dan ajaran Yesus, mencintai Tuhan dan sesama, membantu yang tidak berdaya, memperhatikan yang terlantar, memberi pakaian kepada mereka yang telanjang, manis dalam tutur kata, dan perbuatan perbuatan amal lainnya. Dalam diri merekalah Yesus  hadir untuk menguji kesetiaan kita, dalam memaklumkan Kerajaan Allah , kerajaan kasih.  Apalah aku telah mempersiapkan diri untuk berdiam bersama Yesus? Apa saja yang telah saya lakukan selama ini? Apa yang belum saya lakukan?

Doa.

Ya Tuhan yang mahabaik dan kekal,  berilah terang pada kami umat-Mu agar kami dapat mengetahui apa yang belum kami ketahui, dan dapat melakukan apa yang selama ini sulit kami lakukan. Amin.

Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.

Oleh : Albertus Joseph Noegroho