Renungan Katolik Rabu 26 September 2018

95 views

Bacaan Liturgi Rabu 26 September 2018

PF S. Kosmas dan Damianus, Martir

Bacaan Pertama  Ams 30:5-9

Semua sabda Tuhan adalah murni. Tuhan itu perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya.Jangan menambahi sabda-Nya, supaya engkau tidak ditegur oleh-Nya dan dianggap pendusta. Dua hal yang kumohon kepada-Mu, jangan itu Kautolak sebelum aku mati, yakni: Jauhkanlah daripadaku kecurangan dan kebohongan. Janganlah aku kauberi kemiskinan atau kekayaan; biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku.Jangan sampai kalau aku kenyang, lalu menyangkal-Mu, dan berkata: Siapa Tuhan itu? Atau kalau aku miskin, aku mencuri dan mencemarkan nama Allahku.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur  Mzm 119:29.72.89.101.104.163

Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah pelita bagi langkahku.

*Jauhkanlah jalan dusta dari padaku, dan karuniakanlah hukum-Mu kepadaku.

*Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih berharga daripada ribuan keping emas dan perak.

*Untuk selama-lamanya, ya Tuhan, firman-Mu tetap teguh di surga.

Terhadap segala jalan kejahatan aku menahan kakiku, supaya aku berpegang pada firman-Mu.

*Aku beroleh pengertian dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta.

*Aku benci dan merasa jijik terhadap dusta, tetapi hukum-Mu kucintai.

Bait Pengantar Injil  Mrk 1:15

Kerajaan Allah sudah dekat.  Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.

Bacaan Injil  Luk 9:1-6

Sekali peristiwa Yesus memanggil keduabelas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Ia mengutus mereka untuk mewartakan Kerajaan Allah dan menyembuhkan orang.

Yesus berkata kepada mereka, “Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan. Jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju. Apabila kalian diterima di suatu rumah, tinggallah di situ sampai kalian berangkat dari situ. Dan kalau ada orang yang tidak mau menerima kalian, keluarlah dari kota mereka, dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka.” Lalu pergilah mereka, dan menjelajah segala desa, sambil memberitakan Injil serta menyembuhkan orang sakit di segala tempat.

Demikanlah sabda Tuhan.

Renungan

“Sarana itu mutlak demi suksesnya kerasulan”  pendapat ini lebih mengutamakan sarana  daripada penyelenggaraan illahi.

Yesus mengutus kedua belas murid dengan pesan “ … jangan membawa apa apa dalam perjalanan…..” Yesus menghendaki agar mereka sepenuhnya mengandalkan Allah, Apalagi di setiap kota Yahudi ada petugas sosial yang menyediakan makanan dan pakaian bagi para pengembaraan yang membutuhkan pertolongan.  Mereka juga di nasehati agar menerima uluran tangan orang yang menawarkan tumpangan, tetapi tidak diperkenankan pilih pilih tumpangan yang menyenangkan. Apabila terjadi penolakan pun mereka harus menerimanya dengan lapang dada, lalu pergi dan kebaskan debu sebagai peringatan. Sebab pengebasan debu sudah menjadi kebiasaan orang Yahudi yang terpaksa mengadakan perjalanan melewati daerah orang lain. Dengan pengebasan itu mereka mau membuang kotoran dari daerah itu yang dapat mendatangkan murka Allah.. Maka sehubungan dengan pengutusan para murid, pengebasan debu merujuk pada peringatan agar orang merenungkan dalam menanggapi pemberitaan Injil, Yang menolak pemberitaan Injil para murid berarti orang itu nantinya harus mempertanggung jawabkan sendiri sikapnya dihadapan Allah.

Yesus mengutus para murid-Nya dan meminta mereka agar memercayakan diri sepenuhnya kepada-Nya,  Karena itu jangan mengandalkan kekuatan sendiri, tetapi percayalah kepada penyelenggaraan Illahi.

Butir butir Permenungan.

Setiap orang memiliki pergumulan hidup yang dihadapi . Kabar baiknya , beban yang Tuhan izinkan tidak akan melebihi batas kekuatan kita untuk menanggungnya.  Dengan kata lain , Tuhan mengerti betul kemampuan kita masing masing , sehingga semua masalah yang kita alami harusnya dapat kita lewati tanpa bersungut sungut . Pergumulan yang sering kita alami adalah rasa khawatir akan hidup kita baik kehidupan pribadi maupun pelayanan kita. Hal itu justru menjadi beban dan membuat kita tidak lagi bergantung kepada Tuhan . Kekhawatiran yang kita pelihara itu semakin menggerogoti iman dan semangat kita. Usaha kita untuk bangkit adalah dengan tekun  datang kepada Tuhan dan mempersembahkan seluruh hidup kita . Dari waktu ke waktu kita tidak merasa ada kekurangan , tetapi justru kelimpahan berkat Tuhan melalui kehadiran-Nya setiap saat yang dapat kita rasakan dalam hati dan hidup kita. Tanggalkan semua beban ikutilah Tuhan, percayalah seluruh hidup kepada-Nya dan Ia akan memenuhi kita dengan kelimpahan rahmat-Nya.  Beban apa yang masih kita pikul sendiri tanpa mempersembahkannya kepada Tuhan.

Doa.

Tuhan Yesus bantulah kami agar mengusahakan untuk berbuat sesuatu agar orang orang bebas dari kejahatan dan hidup dalam kasih.. Amin

Kerajaan Allah sudah dekat.  Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.

Oleh : Albertus Joseph Noegroho