Renungan Katolik Rabu 27 Februari 2019

92 views

Bacaan Liturgi Rabu 27 Februari 2019

Bacaan Pertama  Sir 4:11-19

Kebijaksanaan menjunjung tinggi para anaknya, dan menaruh perhatian pada orang yang mencarinya.  Barangsiapa mencintai kebijaksanaan mencintai kehidupan, dan barangsiapa pagi-pagi menghadapinya akan penuh sukacita.  Barangsiapa berpaut pada kebijaksanaan mewarisi kemuliaan, dan ia diberkati Tuhan setiap langkahnya. Barangsiapa melayani kebijaksanaan, berbakti kepada Yang Kudus, dan barangsiapa mencintai kebijaksanaan dicintai oleh Tuhan.  Barangsiapa mendengarkan kebijaksanaan   akan memutuskan yang adil, dan aman sentosalah kediaman orang yang mengindahkannya.  Jika orang percaya pada kebijaksanaan niscaya ia mewarisinya, dan keturunannya akan tetap memilikinya.  Boleh jadi ia dituntun kebijaksanaan lewat jalan yang berbelok-belok dahulu, sehingga ia takut dan gemetar; boleh jadi kebijaksanaan menyiksa dia sebagai siasat  sampai dapat percaya padanya, dan mengujinya dengan segala aturannya.  Tetapi kemudian kebijaksanaan kembali kepadanya  dengan kebaikan yang menggembirakan,  dan menyingkapkan kepadanya pelbagai rahasia.

Tetapi jika orang sampai menyimpang,  maka ia akan dibuang oleh kebijaksanaan  dan diserahkan kepada kebinasaan.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur  Mzm 119:165.168.171.172.174.175

Besarlah ketenteraman orang  yang mencintai hukum-Mu, ya Tuhan.

*Besarlah ketenteraman orang-orang yang mencintai hukum-Mu,

tidak ada batu sandungan bagi mereka.

*Aku berpegang pada titah dan peringatan-peringatan-Mu, sebab seluruh hidupku terbuka di hadapan-Mu.

*Biarlah bibirku mengucapkan puji-pujian, sebab Engkau mengajarkan ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.

*Biarlah lidahku menyanyikan janji-Mu, sebab benarlah segala perintah-Mu.

*Aku rindu akan keselamatan yagn datang daripada-Mu, ya Tuhan,

dan hukum-Mu menjadi kesukaanku.

*Biarlah jiwaku hidup supaya memuji-muji Engkau, dan biarlah hukum-hukum-Mu menolong aku.

Bait Pengantar Injil  Yoh 14:6

Akulah jalan, kebenaran dan kehidupan, sabda Tuhan.  Tiada orang sampai kepada Bapa, tanpa melalui Aku.

Bacaan Injil  Mrk 9:38-40

Pada suatu hari Yohanes berkata kepada Yesus,  “Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita,  mengusir setan demi nama-Mu.

Lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.” Tetapi Yesus berkata,  “Jangan kalian cegah dia!  Sebab tak seorang pun

yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku. Barangsiapa tidak melawan kita, ia memihak kita.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan.

Saat  menyusun agenda program kegiatan kita, entah untuk bulan depan atau tahun depan, kita sering amat yakin bahwa kita akan serba oke pada waktu itu. “Oh ya, tanggal 30 Juni bulan depan saya bisa. Saya tidak ada acara apa apa. Ada orang bertanya .” Tanggal 21  April tahun depan kakak ada acara tidak? Kakak diminta memberi seminar mengenai peran wanita dalam Gereja” tanya seseorang. Lalu orang yang disebut kakak itu menjawab,  “ Saya belum mempunyai rencana,  Oke , saya bisa memberi seminar tanggal 21  April tahun depan, saya kan catat dalam agenda.” Bukankah kita cukup biasa dengan penentuan acara program kegiatan kita dimasa depan?

Santo Yakobus menasehati agar kita jangan terlalu sok yakin akan hidup kita. Bukankah kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok? Apa arti hidup kita? Hidup kita itu seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.. Biarlah kita berkata begini “ Jika Tuhan menghendaki, saya akan ikut ……………… saya akan hadir dalam acara itu  ….dst”  Nasihat bijaksana Santo Yakobus itu tentu tidak dimaksudkan agar kita tidak usah membuat rencana apa apa dimasa mendatang. Santo Yakobus mengajak kita untuk menyerahkan segala peristiwa dan kegiatan hidup kita  pada Allah sendiri. Yang paling perlu ialah sebanyak banyak berbuat baik dan siap bekerja sama dengan siapapun orangnya.

Dalam Injil Tuhan Yesus meminta kita terbuka terhadap siapapun yang berbuat baik seperti membuat mukjizat demi nama-Nya , meski bukan kelompok murid. Tuhan bisa berkarya dengan berbagai cara dan melalui aneka ragam orang.  Kita tidak perlu iri hati kalau melihat orang lain mengusir roh jahat atau menyembuhkan , karena mereka itu sangat dekat dengan Tuhan Yesus. Kita hanya perlu melihat kembali kedekatan kita dengan Yesus dan memperbaharui hidup kita agar selalu semakin dekat dengan Tuhan Yesus.  Apakah kita sudah menyerahkan diri secara  penuh atau hanya setengah setengah ?

Butir permenungan.

Berbuat baik pada orang lain adalah salah satu sikap terpuji yang diajarkan dalam setiap keluarga, kelompok, budaya dan agama. Berbuat baik dengan orang lain dengan niat yang iklas dan cara yang baik tanpa membedakan suku, ras dan agama adalah karakter orang Indonesia yang dikenal sebagai bangsa yang santun. Namun karakter itu mulai terkikis oleh semangat persaingan bebas dan egoisme, orang lain dilihat sebagai saingan yang tidak boleh sama dengan kita. Maka muncullah kesombongan pribadi yang cenderung meluas dalam kesombongan kelompok.  Inilah yang tanpa disadari dilakukan murid Yesus untuk menekan orang yang menggunakan nama Yesus untuk berbuat baik.

Dalam Injil  hari ini Yesus menyadarkan para murid-Nya, “ Jangan kamu cegah dia, sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mukjizat demi nama-Ku , dapat seketika itu juga mengumpat Aku. Barang siapa tidak melawan kita, ia ada dipihak kita.”

AjakanYesus itu ditujukan kepada kita, yakni berbuat baik dan menghargai perbuatan baik orang lain tanpa memandang aneka perbedaan diantara kita. Setiap orang perlu diterima apapun kelompoknya jika ia berbuat baik.  Sebab berbuat baik bagi orang lain  tidak hanya bermanfaat bagi orang lain tetapi juga sangat bermanfaat bagikita. Kita memiliki banyak teman  dan mempunyai hubungan baik dengan orang lain. Hal ini akan meningkatkan rasa  percaya diri kita dalam hidup  dan pelayanan kita Saat kita berbuat baik dan menghargai perbuatan baik orang lain , hati kita menjadi lebih bahagia

Doa.

Ya Tuhan yang mahabaik, jadikanlah kami umat-Mu sebagai alat penyalur kuasa-Mu keatas dunia ini, agar dunia kami menjadi dunia yang penuh damai dan aman. Amin.

Akulah jalan, kebenaran dan kehidupan,

 sabda Tuhan.

Tiada orang sampai kepada Bapa,

tanpa melalui Aku.