Renungan Katolik Rabu 3 April 2019

77 views

Bacaan Liturgi Rabu 3 April 2019

Bacaan Pertama  Yes 49:8-15

Beginilah firman Tuhan,   “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau.   Aku telah membentuk dan membuat engkau

menjadi perjanjian bagi umat manusia,  untuk membangunkan bumi kembali   dan untuk membagi-bagikan tanah pusaka yang sudah sunyi sepi, untuk mengatakan kepada orang-orang yang terkurung ‘Keluarlah!’

dan kepada orang-orang yang ada di dalam gelap ‘Tampillah!’ Di sepanjang jalan  mereka seperti domba yang tidak pernah kekurangan rumput, dan di segala bukit gundul pun tersedia rumput bagi mereka.

Mereka tidak menjadi lapar atau haus.  Angin panas dan terik matahari tidak akan menimpa mereka,  sebab Penyayang mereka akan memimpin mereka  dan akan menuntun mereka ke dekat sumber-sumber air.  Aku akan membuat segala gunung-Ku menjadi jalan  dan segala jalan raya-Ku akan Kuratakan.  Lihat, ada orang yang datang dari jauh, ada yang dari utara, dari barat dan ada yang dari tanah Sinim.  Bersorak-sorailah, hai langit,   bersorak-soraklah, hai bumi,  dan bergembiralah dengan sorak-sorai, hai gunung-gunung!   Sebab Tuhan menghibur umat-Nya dan menyayangi orang-orang-Nya yang tertindas.  Sion berkata, “Tuhan telah meninggalkan aku,  dan Tuhanku telah melupakan aku.”  Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya,   sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya?   Sekalipun dia melupakan, Aku tidak akan melupakan engkau.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur  Mzm 145:8-9.13cd-14.17-18

Tuhan itu pengasih dan penyayang,.

*Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya. Tuhan itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.

*Tuhan itu setia dalam segala perkataan-Nya  dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.  Tuhan itu penopang bagi semua orang yang jatuh   dan penegak bagi semua yang tertunduk.

*Tuhan itu adil dalam segala jalan-Nya  dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.  Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya,   pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.

Bait Pengantar Injil  Yoh 11:25a.26

Akulah kebangkitan dan hidup, sabda Tuhan.  Setiap orang yang percaya kepada-Ku, akan hidup,  sekalipun ia sudah mati.

Bacaan Injil  Yoh 5:17-30

Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi,  “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.” Karena perkataan itu, orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh Yesus,

bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat,  tetapi juga karena Ia mengatakan   bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri,  dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.  Maka Yesus menjawab mereka, “Aku berkata kepadamu,   sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu   dari diri-Nya sendiri,   jikalau Ia tidak melihat Bapa mengerjakannya;  sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.  Sebab Bapa mengasihi Anak,  dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu   yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya   pekerjaan yang lebih besar lagi daripada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran.  Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati  dan menghidupkannya,  demikian juga Anak menghidupkan siapa saja

yang dikehendaki-Nya.  Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya   kepada Anak, supaya semua orang menghormati Anak  sama seperti mereka menghormati Bapa.  Barangsiapa tidak menghormati Anak,  ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.  Aku berkata kepadamu: Sungguh, barangsiapa  mendengar perkataan-Ku  dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku,  ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum,

sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.  Aku berkata kepadamu:   Sungguh, saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.  Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri,  demikian juga diberikan-Nya   Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.  Dan Bapa telah memberikan kuasa kepada Anak  untuk menghakimi,   karena Ia adalah Anak Manusia.  Janganlah kamu heran akan hal itu,   sebab saatnya akan tiba,  bahwa semua orang yang di dalam kubur  akan mendengar suara Anak,  dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar   dan bangkit untuk hidup yang kekal,

tetapi mereka yang telah berbuat jahat   akan bangkit untuk dihukum. Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri.  Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar,   dan penghakiman-Ku adil,  sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri,  melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan.

Memang ada satu, dua ibu yang memukul dan menganiaya anaknya, dan ada juga yang memberikan anaknya untuk diadopsi orang lain. Tetapi seorang ibu pastilah ingat akan anak yang pernah dilahirkan dan dibesarkannya.  Bacaan Kitab Suci hari ini membandingkan kasih seorang ibu dengan kasih Allah. Kata Kitab Suci. ” Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya?  Sekalipun dia melupakan, Aku tidak akan melupakan engkau.” (Yes, 49:15)  Allah selalu ingat kita dan selalu mau menyelamatkan kita.  Contohnya , umat Israel yang berdosa dan dibuang ke Mesir menjadi budak, dikembalikan-Nya ke Tanah terjanji. Dan kita yang berdosa , ditebus-Nya dengan Darah Yesus Putra-Nya. Yesus mati karena cinta pada kita.  Jadi Allah tidak pernah melupakan kita, Kita dicintai-Nya, Kita lahir karena cinta-Nya, Kita hidup dalam cinta-Nya. Allah telah melukis setiap orang ditelapak tangan-Nya (Yes, 49:16) . Jadi kita berharga.  Waktu berjalan jalan dengan ayahnya, St. Theresia dari Kanak kanak Yesus melihat huruf T dilangit , diantara bintang bintang. Huruf T itu dipandang sebagai namanya: Theresia. Penemuan itu diabadikan dalam satu lagu Perancis :” Entre les etoiles le Seigneur a ecrit ton nom” artinya  “ ditengah bintang bintang, Allah telah menulis namamu”   Luar biasa ya, Allah mencintai kita dan menulis nama kita dihati-Nya. Semoga hari ini kita semakin yakin  Allah adalah cinta, Deus caritas est.

Butir permenungan.

Sebagai orang Katolik kita menyebut diri sebagai anak anak Allah. Setiap hari kita berdoa Bapa Kami. Kita adalah anak dan Allah adalah Bapa kita. Untuk melengkapi hal ini , mungkin kita juga perlu merenungkan satu hal sebagai mana diwartakan oleh Yesaya ini : Kita memang adalah anak,  tetapi  Allah adalah ibu kita , Ibu yang selalu  mengasihi dan tidak pernah melupakan anak anaknya.

Doa.

Ya Tuhan yang mahabaik, berilah kami umat-Mu agar dapat menjalani hidup yang Tuhan beri sesuai dengan kehendak dan rencana-Mu. Amin.

Akulah kebangkitan dan hidup, sabda Tuhan. Setiap orang yang percaya kepada-Ku, akan hidup,  sekalipun ia sudah mati.