Renungan Katolik Sabtu 08 September 2018

95 views

Bacaan Liturgi Sabtu 8 September 2018

Pesta Kelahiran S.P. Maria

Bacaan Pertama  Mi 5:1-4a
Beginilah firman Tuhan: “Hai Betlehem di wilayah Efrate, hai engkau yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku
seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, yang sudah ada sejak dahulu kala. Ia akan membiarkan mereka
sampai saatnya perempuan yang mengandung itu telah melahirkan; lalu saudara-saudaranya yang masih ada akan kembali kepada orang Israel.
Maka ia akan bertindak, dan akan menggembalakan mereka dalam kekuatan Tuhan, dalam kemegahan nama Tuhan Allahnya; mereka akan tinggal tetap, sebab sekarang ia menjadi besar sampai ke ujung bumi, dan dia menjadi damai sejahtera.
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur  Mzm 13:6ab.6cd
Aku bersukacita dalam Tuhan.
*Ya Tuhan, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorai karena penyelamatan-Mu.
*Aku mau menyanyi untuk Tuhan, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.

Bacaan Injil  Mat 1:1-16.18-23
Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.

Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya. Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram.

Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon, Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, Isai memperanakkan raja Daud.

Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria. Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa. Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia.

Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia. Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia. Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel.

Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel. Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor. Azor memperanakkan Zadok,

Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud, Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.

Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu Yesus, bertunangan dengan Yusuf, ternyata Maria mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.

Karena Yusuf, suaminya, seorang yang tulus hati, dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.

Tetapi ketika Yusuf mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata, “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.

Maria akan melahirkan anak laki-laki, dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”

Hal itu terjadi supaya genaplah yang firman Tuhan yang dinyatakan oleh nabi, “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamai Dia Imanuel” yang berarti: Allah menyertai kita.

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan.

Peristiwa mengandungnya Maria merupakan peristiwa panggilan Yusup . Dia bukan sekedar pelengkap , tetapi terlibat langsung pada karya keselamatan. Awalnya , Yusup yang disebut sebagai orang benar itu tidak ingin mempermalukan tunangannya. Jadi, dia berencana menceraikan Maria  secara diam  diam , Tetapi, mendiamkan begitu saja kasus Maria, juga tidak benar. Peristiwa aib tidak boleh dibiarkan begitu saja. Desakan berbagai rencana ini sungguh membingungkan dirinya. Dalam kebingungan itulah , suara Allah hadir, menjelaskan jati diri anak yang dikandung Maria. Dia beriman dan menerima penjelasan itu, lalu memberi nama anak itu Yesus. Tindakan ini memiliki arti memasukkan Yesus dalam garis keturunan Daud. Itulah bentuk awal keterlibatannya. Selanjutnya dia harus senantiasa menjaga imannya , menjaga kemurnian Maria dan menjaga Yesus .  Jawaban Maria “ Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan –Mu  itu” kini juga menjadi jawaban Yusup.

Kita pun dipanggil untuk terlibat langsung dalam karya keselamatan Allah . Untuk itu, kita menjadi guru , pegawai negeri , pegawai bank, ibu rumah tangga, mahasiswa biasa, atau seorang murid sekolah SMA. Lewat karir baik yang kita jalani, Allah mau melibatkan kita dalam menyelamatkan dunia. Selanjutnya , seperti Yusup, saat kita menyatakan Ya, maka ada saja yang harus kita perjuangkan.Misalnya , begitu Ya menjadi guru, maka dikelas ada anak yang sangat membutuhkan perhatian . Saat itulah seorang guru sedang bertaruh panggilannya , mau memperhatikan masalah itu atau mengabaikannya. Seperti Yusup ketika menyatakan Ya pada rahmat, maka dia harus melarikan Maria dan Anaknya ke Mesir , demi keselamatan mereka. Kita pun seperti Yusup.

Syukurlah , bukan hanya tanggung jawab, tetapi juga rahmat menyertai kita.  Ada berbagai macam bentuk rahmat-Nya , seperti saat ditegur, dikuatkan , atau mendapat perlindungan-Nya.  Rahmat harus kita andalkan , agar mengarahkan tindakan. Untuk itu , kita harus belajar mengatakan , “Aku ini hamba Tuhan , terjadilah padaku menurut perkataanmu, itu.”  Saat kita belajar meresapi kalimat itu  maka panggilan Maria dan panggilan Yusup adalah panggilan kita juga. Panggilan untuk menjadi hamba-Nya.

Butir permenungan.

Dalam kisah perikop ini kita mengagumi pribadi Yusup yang tulus hati . Ia tidak mementingkan harga dirinya , melainkan mengarahkan dirinya pada keselamatan Maria dan Anaknya. Selain itu , Yusup adalah pribadi yang sangat peka akan bisikan Tuhan melalui malaikat dalam hidupnya.Ketulusan hati dan kepekaan akan bisikan Tuhan inilah yang memampukan Yusup turut berpartisipasi dalam karya keselamatan Allah dalam diri Yesus.

Kita bersama sama merayakan masa Adven , masa penantian kita untuk menyambut kelahiran Sang Juru Selamat kita. Dalam penantian ini, kita perlu belajar dari Yusup untuk menjadi pribadi yang tulus  dan peka akan bisikan Tuhan dalam pelayanan kita bagi keluarga kita dan sesama.

Menjadi pribadi yang tulus , menjadikan kita damai dan tetap  bersuka cita dalam pelayanan, ketika pelayanan kita tidak dimengerti, ditolak, dan tidak ada ucapan terima kasih yang ditujukan kepada kita. Menjadi pribadi yang peka akan bisikan Tuhan, menjadikan segala yang kita lakukan dalam pelayanan, senantiasa dibimbing oleh Tuhan. Dengan bimbingan Tuhan kita akan menemukan jalan yang baik dalam hidup dan pelayanan kita keselamatan keluarga kita dan sesama. Untuk hal ini , betapa pentingnya kita mengusahakan saat saat hening untuk berelasi dengan Tuhan dalam kehidupan kita. Mari kita siapkan diri untuk menyambut Sang Juru Selamat kita dengan menjadi pribadi yang tulus hati dan pendengar bisikan Tuhan.

Doa.

Ya Tuhan mampukanlah kami untuk mengubah keadaan sulit  dalam hidup kami menjadi berkat bagi kami dan bagi semua orang. Amin.

Ya Tuhan, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorai karena penyelamatan-Mu.

Oleh : Albertus Joseph Noegroho