Renungan Katolik Selasa 09 Oktober 2018

76 views

Bacaan Liturgi Selasa  9 Oktober 2018

PF S. Yohanes Leonardus, Imam

PF S. Dionisius, Uskup

Bacaan Pertama  Gal 1:13-24

Saudara-saudara, kalian tentu telah mendengar tentang hidupku dalam agama Yahudi dulu. Tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya.Dalam agama Yahudi itu aku jauh lebih maju dari banyak teman sebaya di antara bangsaku, karena aku sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku.Tetapi Allah telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh karena kasih karunia-Nya. Ia berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku,

agar aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa lain. Pada waktu itu sesaat pun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia. Aku juga tidak pergi ke Yerusalem untuk mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku. Tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik. Baru tiga tahun kemudian, aku pergi ke Yerusalem untuk menemui Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya.Tetapi rasul-rasul yang lain tak seorang pun yang kulihat, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus. Di hadapan Allah kutegaskan: apa yang kutuliskan kepadamu ini benar, aku tidak berdusta.  Kemudian aku pergi ke daerah-daerah Siria dan Kilikia.

Tetapi aku tidak dikenal oleh jemaat-jemaat Kristus di Yudea.

Mereka hanya mendengar, bahwa orang yang dahulu menganiaya mereka sekarang memberitakan iman, yang pernah hendak dibinasakannya.Dan mereka memuliakan Allah karena aku.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur  Mzm 139:1-3.13-15

Ya Tuhan, tuntunlah aku di jalan yang kekal.

*Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;Engkau mengetahui apakah aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.  Engkau memeriksa aku kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.

*Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, Engkaulah yang menenun aku dalam kandungan ibuku.Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena misteri kejadianku; ajaiblah apa yang Kaubuat

*Jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah.

Bait Pengantar Injil  Luk 11:28

Berbahagia yang mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakannya.

Bacaan Injil  Luk 10:38-42

Dalam perjalanan ke Yerusalem Yesus dan murid-murid-Nya tiba di sebuah kampung. Seorang wanita bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Wanita itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria itu duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan sabda-Nya.  Tetapi Marta sangat sibuk melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata,  “Tuhan, tidakkah Tuhan peduli, bahwa saudariku membiarkan daku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.”

Tetapi Tuhan menjawabnya,  “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,padahal hanya satu saja yang perlu. Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan

Hari ini kita merenungkan keseimbangan hidup. Antara sikap hati mendengarkan kehendak Tuhan dan kemauan dalam hati untuk bekerja keras. Beberapa orang beranggapan, hal hal seperti itu tidak perlu diributkan.  Yang penting adalah sikap hati untuk sungguh sungguh bekerja dengan baik, sekaligus untuk melandaskan hidup pada Tuhan, Cara hidup yang baik dihadapan Tuhan dan cara bertindak yang tepat karena bisa dipercaya oleh orang lain membuat hidup kita lebih bermakna. Kemauan untuk kerja keras dan melandaskan diri pada sikap hidup yang baik dan benar, menunjukkan kepada kita bahwa hidup ini dari dirinya sendiri bermakna.

Kita amati semangat hidup yang ada dalam diri dua tokoh utama bacaan hari ini Marta dan Maria. Kita dapat menemukan dilingkungan pekerjaan kita, bahkan dalam keluarga. Kita bisa saksikan, bagaimana masing masing orang peka dan tergerak untuk memaknai hidup sehari hari dengan kerja keras, sambil tetap berdoa  dan menyerahkan hidup pada Tuhan. Marta meneguhkan kita untuk bekerja keras dan mengupayakan kerja tangan atau ketrampilan pelayanan.  Maria , saudarinya, dengan ketulusan hati mendengarkan wejangan Yesus , dan merenungkan didalam hatinya. Bacaan ini menjadi  peringatan bagi kita untuk menghayati daya keseimbangan dalam setiap pilihan hidup kita.

Yesus memuji Maria karena dengan tekun memilih bagian yang terbaik yaitu mendengarkan firman Tuhan. Sementara Yesus mengingatkan Marta agar tidak terlalu sibuk dan khawatir dalam banyak perkara.

Butir permenungan.

Dalam kehidupan sehari hari , kita para murid Yesus lebih sering bertindak seperti Marta. Banyak diantara kita lebih sibuk dengan bekerja , mencari nafkah,  sibuk dengan aneka macam kegiatan. Karena begitu sibuk seringkali kita tidak memiliki waktu untuk mendengarkan firman Tuhan. Banyak orang Katolik  tidak sempat berdoa , jarang misa atau jarang melakukan aktivitas olah rohani. Karenanya  tidak jarang kita menjadi jenuh, mengalami kekeringan panjang dalam kehidupan. Injil hari ini  mengingatkan kita semua, agar berani belajar dari Maria memilih yang terbaik dengan mendengarkan Firman Tuhan. Hidup kita memerlukan keseimbangan antara yang jasmani dan yang rohani, antara yang duniawi dan yang surgawi.

Doa.

Tuhan ajarilah kami untuk berani sejenak meninggalkan rutinitas kami dan duduk bersimpuh dihadirat-Mu.  Amin.

Berbahagia yang mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakannya.

Oleh : Albertus Joseph Noegroho