Renungan Katolik Selasa 16 Oktober 2018

95 views

Bacaan Liturgi Selasa 16 Oktober 2018

PF S. Margareta Maria Alacoque, Perawan

PF S. Hedwig, Biarawati

Bacaan Pertama  Gal 4:31b-5:6

Saudara-saudara,  kita bukanlah anak dari wanita hamba, melainkan dari wanita yang merdeka. Sebab Kristus telah memerdekakan kita,  supaya kita benar-benar merdeka. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau tunduk lagi di bawah kuk perhambaan. Sesungguhnya aku, Paulus, berkata kepadamu, Jika kalian menyunatkan diri, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu. Sekali lagi kukatakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat. Kalian lepas dari Kristus, jika kalian mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kalian hidup di luar kasih karunia!

Sebab oleh Roh dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan.  Sebab bagi orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat sama sekali tidak mempunyai arti.  Yang berarti hanyalah iman yang bekerja oleh kasih.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur  Mzm 119:41.43.44.45.47.48

Semoga kasih setia-Mu mendatangi aku, ya Tuhan.

*Kiranya kasih setia-Mu mendatangi aku, ya Tuhan, keselamatan dari pada-Mu itu sesuai dengan janji-Mu,

*Janganlah sekali-kali mencabut firman kebenaran dari mulutku, sebab aku berharap kepada hukum-hukum-Mu.

*Aku hendak berpegang pada Taurat-Mu senantiasa, untuk seterusnya dan selamanya.

*Aku hendak hidup dalam kelegaan, sebab aku mencari titah-titah-Mu.

*Aku hendak bergembira dalam perintah-perintah-Mu yang kucintai itu.

*Aku menaikkan tanganku kepada perintah-perintah-Mu yang kucintai,

dan aku hendak merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu.

Bait Pengantar Injil  Ibr 4:12

Sabda Allah itu hidup dan penuh daya, menguji segala pikiran dan maksud hati.

Bacaan Injil  Luk 11:37-41

Pada suatu ketika, selesai mengajar, Yesus diundang seorang Farisi untuk makan di rumahnya. Maka masuklah Yesus ke rumah itu, lalu duduk makan. Tetapi orang Farisi itu heran melihat Yesus tidak mencuci tangan sebelum makan. Lalu Tuhan berkata kepadanya, “Hai orang-orang Farisi, kamu membersihkan cawan dan pinggan bagian luar,

tetapi bagian dalam dirimu penuh rampasan dan kejahatan.  Hai orang-orang bodoh, bukankah yang menjadikan bagian luar, Dialah juga yang menjadikan bagian dalam?  Maka berikanlah isinya sebagai sedekah, dan semuanya akan menjadi bersih bagimu.

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan

Kritik itu tidak gampang untuk disampaikan . Kalau tidak hati hati , kritik hanya melahirkan sakit hati dan membuahkan balas dendam serta sulitnya pengampunan.

Yesus menjadi contoh bagi kita mengenai bagaimana mengkritik sesama. Yesus dengan berani menyampaikan kritikan atau teguran kepada orang orang Farisi pada waktu yang tepat  dan cara yang jitu.

Yesus mengkritik kehidupan orang  Farisi justru mereka berhenti pada penghayatan hidup yang legalistik, yakni hidup demi peraturan dan hukum tertulis dan hanya demi menutupi keberadaan hatinya yang jahat. Hukum dan Peraturan menjadi tidak bermakna bila tidak diimbangi oleh dasar hati yang bersih , Sebab kalau demikian maka hukum dan peraturan tidak lebih sebagai kedok sekaligus alat untuk menutupi kejahatan dan membenarkan keburukan , Yesus menentang setiap upaya pembenaran diri yang semu.

Kesempurnaan yang diinginkan Yesus agar hidup kita berkenan dihadapan Allah adalah bukan hanya sisi luar atau tampaknya saja sempurna, tetapi sisi dalam juga harus sempurna, Sisi dalam yaitu kedalaman hati harus sempurna.  Orang tidak boleh menutupi kejahatan hatinya dengan hal hal yang tampak dari luar sebagai perbuatan suci dan taat pada peraturan dan hukum. Perbuatan baik yang tampak dari luar harus merupakan cerminan bersihnya hati dari kejahatan. Dengan demikian hidup menjadi sempurna dihadapan Allah.

Orang harus jujur dihadapan Allah dan sesama, hukum dan peraturan dibuat bukan untuk pembenaran diri, tetapi agar hidup manusia menjadi benar. Hidup yang penuh kemunafikan sungguh “celaka” atau tidak berkenan dihadapan Allah

Butir permenungan.

Lihatlah kedalam diri sendiri, apakah kecaman Yesus itu juga pantas untukku? Hal hal apa saja yang perlu dikecam dan perlu segera diubah? Kita sebagai pengikut Yesus Kristus dianjurkan untuk mengetahui aturan yang berlaku dalam ajaran Gereja dan diajak untuk bergerak lebih dalam untuk mempraktekan isi dan makna ajaran tersebut seperti praktek menjalankan ajaran cinta kasih kepada sesama kita; Kita bisa saling menolong satu sama lain dengan saling mengkritik atau memperbaiki sebagai saudara. Saling mengkritik itu tidak gampang . Dibutuhkan tingkat kedewasaan tertentu, yang ditunjukkan dengan motif atau dasar yang dipakai untuk saling mengkritik. Cinta atau kasih harus menjadi motif atau dasarnya Tatkala memberikan kritik kepada sesama , kita hanya mau menolongnya untuk berubah. Dengan berubah, dia mencapai pertumbuhan iman dan perkembangan kedewasaan.  Sebaliknya , bagi kita yang menerima, kritikan menjadi kesempatan untuk melihat kedalam diri kita.

Kita membiarkan diri diubah lewat kritik yang disampaikan orang lain. Kita hanya diminta untuk terbuka melihat semuanya itu sebagai kesempatan untuk bertobat dan memperbaharui diri.

Doa.

Ya Bapa, semoga Sabda-Mu menjadi kekuatan kami untuk menjalankan segenap aturan hidup kami dan menghayatinya dalam hidup kebersamaan kami, Amin

Sabda Allah itu hidup dan penuh daya, menguji segala pikiran dan maksud hati.

Oleh : Albertus Joseph Noegroho