Renungan Katolik Selasa 20 November 2018

63 views

Bacaan Liturgi Selasa 20 November 2018

Bacaan Pertama  Why 3:1-6.14-22

Aku Yohanes, mendengar Tuhan bersabda kepadaku,  “Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia yang memiliki ketujuh Roh Allah  dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!

Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satu pun dari pekerjaanmu  Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku.  Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jika engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri

dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu.  Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Daku dalam pakaian putih, karena mereka layak untuk itu.  Barangsiapa menang, ia akan diberi pakaian putih seperti itu.  Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, tetapi akan Kuakui namanya di hadapan Bapa-Ku  dan di hadapan para malaikat-Nya.  Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan  apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.  Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin,  yaitu saksi yang setia dan benar,  permulaan ciptaan Allah:  Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas.  Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!  Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan dikau dari mulut-Ku.  Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa,   dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,  maka Aku menasihati engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku  emas yang telah dimurnikan dalam api,  agar engkau menjadi kaya; dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumasi matamu, supaya engkau dapat melihat.  Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegur dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! Lihatlah, Aku berdiri di muka pintu dan mengetuk; jika ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu,   Aku akan masuk mendapatkannya dan makan bersama dengan dia, dan ia bersama dengan Daku.  Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama dengan Daku di atas takhta-Ku,

sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.  Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan

apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur  Mzm 15:2-5

Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama dengan Daku di atas takhta-Ku.

*Yaitu orang yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil

dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya, yang tidak menyebar fitnah dengan lidahnya.

*Yang tidak berbuat jahat terhadap teman,  dan tidak menimpakan cela kepada tetangganya  yang memandang hina orang-orang tercela

tetapi menjunjung tinggi orang-orang yang takwa.

*Yang tidak meminjamkan uang dengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang tak bersalah. Siapa yang berlaku demikian

tidak akan goyah selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil  1Yoh 4:10b

Allah mengasihi kita dan telah mengutus Anak-Nya  sebagai silih atas dosa-dosa kita.

Bacaan Injil  Luk 19:1-10

Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan melintasi kota itu.  Di situ ada seorang kepala pemungut cukai yang amat kaya, bernama Zakheus. Ia berusaha melihat orang apakah Yesus itu, tetapi tidak berhasil karena orang banyak dan ia berbadan pendek.  Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus yang akan lewat di situ. Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata,   “Zakheus, segeralah turun. Hari ini Aku mau menumpang di rumahmu.”   Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya,  “Ia menumpang di rumah orang berdosa.”

Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan,  “Tuhan, separuh dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin, dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang  akan kukembalikan empat kali lipat.”   Kata Yesus kepadanya,   “Hari ini terjadilah keselamatan atas rumah ini,  karena orang ini pun anak Abraham.  Anak Manusia memang datang  untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan

Kadang orang hanya ingin mencari rasa aman dan nyaman  dalam hidupnya, meskipun untuk mendapatkan rasa aman dan nyaman itu orang harus menipu dirinya sendiri bahkan sampai mematikan suara hati. Sekarang inipun kita akan mudah mendapatkan orang orang seperti itu. Mereka tampak hidup walaupun sebenarnya mati , mati suara hatinya. Kompromi sering menjadi alasan bagi orang orang agar mendapatkan rasa aman dan nyaman. Namun kadang kompromi hanya merupakan bentuk lain dari sikap ragu ragu dan tidak yakin .

Dalam bacaan pertama , kita dapat melihat semangat yang menjiwai jemaat di kota Sardis dan Laodikia telah menurun. Yohanes dalam surat suratnya, ingin menyapa orang orang Kristen yang ragu ragu dan kehilangan semangat. Yohanes mengajak umat Kristen untuk bertobat, berubah dari kondisi “suam suam kuku” ke  kondisi yang lebih jelas, dari kondisi ragu ragu dan tidak bersemangat ke kondisi yakin , radikal. Semua itu disampaikan Yohanes agar orang orang Kristen di Sardis dan Laodikia memperoleh keselamatan.

Dalam bacaan Injil apa yang dilakukan oleh Zakeus merupakan contoh  mendapatkan rasa aman dan nyaman . Dia kaya , berlimpah harta dan dekat dengan pejabat. Untuk mendapatkan kekayaan itu , Zakeus bahkan harus mematikan suara hatinya, namun sikap seperti itu justru membuat ia dibenci rakyat kecil. Perjumpaan dengan Yesus membawa dampak yang besar bagi Zakeus.  Orang kaya yang disebut dalam salah satu perumpamaan Lukas (Luk 18:9-14) tidak mampu mengatasi kekayaan , yang justru menjadi penghalang bagi kehidupan rohaninya. Orang kaya dalam kisah ini, yaitu Zakeus , justru mampu mengatasinya dengan baik sebab ia siap membagi bagikan separuh harta kekayaannya kepada orang orang miskin dan mengembalikan empat kali lipat kepada semua orang yang telah diperasnya. Dengan demikian terpenuhilah segala syarat untuk memperoleh keselamatan . Sehingga Yesus pun menyebut dia sebagai anak Abraham. Itu berarti Zakeus juga mendapat warisan akan janji keselamatan Allah.

Butir permenungan

Seorang ibu beruntung dapat beraudensi dengan Sri Paus di Roma. Ia berkesempatan berjabat tangan dengannya, ibu tersebut begitu berbahagia. Sepulang dari pertemuan dengan Sri Paus, ia tidak mau mencuci tangan . Jangan jangan berkat dari Sri Paus ikut terbawa air saat cuci tangan itu, demikian keyakinan si ibu. Satu hal jelas dari kisah ini, pertemuan dengan orang besar dan suci seperti Sri Paus merupakan pertemuan yang sangat monumental dan membahagiakan

Pada Injil hari ini, Zakheus berjumpa tidak hanya tingkat Paus, tetapi malah Yesus sendiri. Pertemuan dengan Yesus yang mau datang ke rumah Zakheus mengubah hatinya. Ia berjanji untuk memberikan hartanya kepada orang miskin . Demikian lah apabila disadari dan dihayati betul , perjumpaan dengan Yesus dapat sungguh mengubah hati orang dan membuatnya rela berbagi dan melayani dengan tulus.

Bukankah setiap hari kita juga berjumpa dengan Tuhan Yesus? Dalam Ekaristi kudus kita malah menyambut Tubuh-Nya, sayangnya kita sering menganggap perayaan Ekaristi sebagai rutin saja, Akibatnya perjumpaan Tuhan dalam misa itu kurang berdampak pada perubahan hidup

Doa

Ya Allah Bapa, semoga dengan kekuatan belas kasih-Mu, kami dimampukan untuk berbelas kasih kepada yang miskin, malang dan tersingkir. Amin.

Allah mengasihi kita dan telah mengutus Anak-Nya  sebagai silih atas dosa-dosa kita.

Oleh : Albertus Joseph Noegroho