Renungan Katolik Selasa 23 Oktober 2018

62 views

Bacaan Liturgi Selasa 23 Oktober 2018

PF S. Yohanes dari Capestrano, Imam

Bacaan Pertama  Ef 2:12-22

Saudara-saudara, ingatlah bahwa kalian dahulu tanpa Kristus. Waktu itu kalian tidak termasuk warga umat Allah dan tidak mendapat bagian

dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan. Waktu itu kalian tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dunia. Tetapi sekarang dalam Kristus Yesus, kalian yang dahulu jauh, sudah menjadi dekat oleh darah Kristus. Dialah damai sejahtera kita, yang mempersatukan kedua belah pihak, dan yang telah merobohkan tembok pemisah, yaitu permusuhan.

Sebab dengan wafat-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru dalam diri-Nya.

Dengan demikian Ia mengadakan damai sejahtera. Dalam satu tubuh Ia memperdamaikan keduanya dengan Allah oleh salib dan mengakhiri permusuhan pada salib itu. Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kalian yang jauh dan kepada mereka yang dekat.

Sebab oleh Dia kita, kedua pihak, beroleh jalan masuk kepada Bapa dalam satu Roh. Demikianlah kalian bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan sewarga dengan orang kudus dan anggota keluarga Allah. Kalian dibangun atas dasar para rasul dan para nabi

dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di atas Dia tumbuhlah seluruh bangunan yang rapi tersusun menjadi bait Allah yang kudus dalam Tuhan. Di atas Dia pula kalian turut dibangun menjadi kediaman Allah dalam Roh.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur  Mzm 85:9ab-10-14

Tuhan hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya.

*Aku ingin mendengar apa yang hendak difirmankan Allah! Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya? Sungguh, keselamatan dari Tuhan dekat pada orang-orang takwa, dan kemuliaan-Nya diam di negeri kita.

*Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan merunduk dari langit.

*Tuhan sendiri akan memberikan kesejahteraan, dan negeri kita akan memberikan hasil. Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan damai akan menyusul di belakang-Nya.

Bait Pengantar Injil  Luk 21:36

Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, agar kalian tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.

Bacaan Injil  Luk 12:35-38

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala.Hendaklah kalian seperti orang yang menanti-nantikan tuannya pulang dari pesta nikah, supaya jika tuannya datang dan mengetuk pintu, segera dapat dibukakan pintu.  Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya sedang berjaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu, Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilahkan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari, dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah para hamba itu.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan.

Setiap hari saya merasa selalu sibuk, Sejak bangun pagi, bersiap siap pergi kerja, menghabiskan banyak tenaga dan waktu ditempat kerja, pulang , makan, hingga menjaga anak sambil istirahat, Begitulah rutinitas saya sehari-hari, Terkadang, tidak terasa waktu berlalu begitu saja, Rutinitas membuat saya tidak mampu melihat perkembangan dan pertumbuhan dalam diri saya dan keluarga. Ada saat saya merasa jenuh dengan keseharian yang selalu sama, Tanpa saya sadari, tidak ada rasa syukur dari mulut saya, doapun menjadi hambar.Ternyata saya kurang berjaga jaga, kurang berdoa, kurang bergaul dengan firman-Nya, dan kurang menyadari akan rahmat-Nya yang terus ada bagi saya.Tidak mudah untuk konsisten terus berjaga jaga karena kelemahan dan keterbatasan saya.  Namun Tuhan menghendaki saya untuk terus berjaga-jaga, terus berdoa dan terus menjadi terang bagi sesama, Maka saya belajar untuk selalu mengingatkan diri sendiri untuk meluangkan waktu ber – relasi dengan Tuhan dan menjadi berkat bagi keluarga saya serta sesama. Setiap pagi saya mendoakan dan memohon berkat atas keluarga saya. Dari situ saya juga berjuang untuk terus berjaga – jaga didalam hadirat Tuhan dalam menjalani hidup ini. Dengan demikian, saya berharap dapat menjadi terang dimanapun saya berada dan selalu berada dalam hadirat-Nya.

Butir butir permenungan.

Apa yang saya lakukan untuk tetap berjaga-jaga dan menjadi terang? Melalui peristiwa yang menyenangkan kita diajak untuk bertobat dan bersyukur, Melalui peristiwa yang tidak menyenangkan , kita diundang pula supaya bertobat dengan menyadari kekeliruan kita dan memperbaiki kehidupan yang selama ini kurang berkenan kepada Tuhan. Setiap saat yang Tuhan berikan kepada kita merupakan kesempatan untuk selalu mengoreksi diri dan berwaspada agar hidup kita semakin berkenan kepada Allah dan sesama. Pada saatnya kelak kita akan disebut ”berbahagia”.

Doa

Tuhan Yesus Kristus, Engkau mengasihi kami terlebih dahulu dan memberikan hidup-Mu bagi kami. Semoga kami waspada dan berjaga jaga melayani Dikau dalam hidup kami kini dan selamanya.   Amin.

Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, agar kalian tahan berdiri di hadapan  Anak Manusia.

Oleh : Albertus Joseph Noegroho