Renungan Katolik Selasa 5 Februari 2019

71 views

Kalender Liturgi Selasa  5 Feb 2019
PW S. Agata, Perawan dan Martir

Bacaan I  Ibr 12:1-4
Saudara-saudara, kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita. Marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa
yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus. Dialah yang memimpin kita dalam iman, dan Dialah yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan!  Dengan mengabaikan kehinaan Ia tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. Ingatlah selalu akan Yesus, yang tabah menanggung bantahan terhadap diri-Nya, bantahan yang datang dari pihak orang-orang berdosa. Janganlah kamu menjadi lemah dan putus asa, sebab dalam pergumulanmu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah.
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 22:26b-27.28.30.31-32
Orang yang mencari Engkau, ya Tuhan, akan memuji-muji Engkau.
*Nazarku akan kubayar di depan orang-orang yang takwa. Orang miskin akan makan sampai kenyang, orang yang mencari Tuhan akan memuji-muji Dia; biarlah hati mereka hidup untuk selamanya!
*Segala ujung bumi akan menjadi sadar, lalu berbalik kepada Tuhan;
segala rumpun bangsa akan sujud menyembah di hadapan-Nya. Ya, kepada-Nya akan sujud menyembah: semua orang sombong di bumi,
di hadapan-Nya akan berlutut semua orang yang telah kembali ke pangkuan pertiwi.
*Dan aku akan hidup bagi Tuhan, anak cucuku akan beribadah kepada-Nya. Mereka akan menceritakan hal-ikhwal Tuhan kepada angkatan yang akan datang, dan menuturkan keadilan-Nya kepada bangsa yang akan lahir nanti. Semua itu telah dikerjakan oleh Tuhan.

Bait Pengantar Injil  Mat 8:17
Yesus memikul kelemahan kita, dan menanggung penyakit kita.

Bacaan Injil  Mrk 5:21-43
Sekali peristiwa, setelah Yesus menyeberang dengan perahu, datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia.  Ketika itu Yesus masih berada di tepi danau.  Maka datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika melihat Yesus, tersungkurlah Yairus di depan kaki-Nya. Dengan sangat ia memohon kepada-Nya,  “Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati. Datanglah  kiranya, dan letakkanlah tangan-Mu atasnya,  supaya ia selamat dan tetap hidup.” Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya.  Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.  Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sampai habislah semua yang ada padanya;  namun sama sekali tidak ada faedahnya, malah sebaliknya: keadaannya makin memburuk.  Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus.  Maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. Sebab katanya, “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Sungguh, seketika itu juga berhentilah pendarahannya  dan ia merasa badannya sudah sembuh dari penyakit itu.  Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya,   “Siapa yang menjamah jubah-Ku?”  Murid-murid-Nya menjawab,   “Engkau melihat sendiri   bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu!  Bagaimana mungkin Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?”  Lalu Yesus memandang sekeliling-Nya  untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu.  Maka perempuan tadi menjadi takut dan gemetar sejak ia mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya.   Maka ia tampil dan tersungkur di depan Yesus. Dengan tulus ia memberitahukan segala sesuatu kepada Yesus.  Maka kata Yesus kepada perempuan itu,   “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!”  Ketika Yesus masih berbicara  datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata,   “Anakmu sudah mati!
Apa perlunya lagi engkau menyusahkan Guru?”  Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat,   “Jangan takut, percaya saja!”  Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorang pun ikut serta,   kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus.  Dan tibalah mereka di rumah kepala rumah ibadat,  dan di sana Yesus melihat orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring.  Sesudah masuk, Yesus berkata kepada orang-orang itu,  “Mengapa kamu ribut dan menangis?
Anak ini tidak mati, tetapi tidur!”  Tetapi mereka menertawakan Dia.
Maka Yesus menyuruh  semua orang itu keluar.  Lalu Ia membawa ayah dan ibu anak itu,  dan mereka yang bersama-sama dengan Yesus
masuk ke dalam kamar anak itu.  Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya, “Talita kum,”   yang berarti: “Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!”  Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan,  sebab umurnya sudah dua belas tahun.  Semua orang yang hadir sangat takjub.  Dengan sangat Yesus berpesan kepada mereka,
supaya jangan seorang pun mengetahui hal itu, lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan.
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan.

Ketika manusia sakit, hal pertama yang dilakukannya adalah mencari obat atau berobat ke dokter. Dia akan berusaha mencari obat terbaik atau dokter terbaik demi mendapatkan kesembuhan . Kalau segala usaha yang dilakukannya tidak berhasil , banyak orang malah mencari dukun . dan kalau pertolongan dari dukun tidak berhasil pula , barulah orang mencari Tuhan .Itu adalah tindakan yang tidak sesuai dengan kehendak Allah . Tindakan manusia itu hampir sama dengan tindakan seorang perempuan dalam Injil hari ini.Perempuan itu mengalami sakit pendarahan selama dua belas tahun. Dia sudah pergi ke berbagai tabib tetapi dia tidak sembuh juga. Segala harta yang dia miliki sudah habis demi mendapatkan kesembuhan  dia sudah putus asa dengan segala usahanya itu tetapi ketika hatinya terbuka untuk jamahan tangan  Yesus maka kesembuhan terjadi padanya , dia sembuh hanya karena menyentuh jubah Tuhan Yesus.

Sering sekali manusia kurang mengikut serta kan Tuhan dalam setiap usaha dan karyanya , Banyak orang ketika memulai usaha atau mencari kesembuhan tidak meminta pertolongan dari Tuhan . Tetapi ketika usahanya itu tidak berhasil dengan baik , barulah mereka mencari Tuhan , padahal semestinya adalah kita perlu mengikut sertakan Tuhan didalam setiap usaha kita. Ketika kita mencari kesembuhan karena sakit , memang kita harus berobat ke dokter tetapi pada saat yang bersamaan , kita harus juga memohon pertolongan Tuhan supaya usaha kita itu diberkati dan direstui –Nya , Maka janganlah hanya mengingat Tuhan saat kita tidak bisa berbuat apa apa lagi tetapi ingatlah Tuhan setiap kita melakukan sesuatu . Tidak hanya kepada Yairus dan wanita yang sakit itu, tetapi pada diri kita pun Tuhan ingin menyatakan kebesaran dan kuasa-Nya , jalannya mungkin tak melulu melalui sakit penyakit , kadang lewat persoalan persoalan berat yang bertahun tahun tak kunjung selesai . Dalam kesulitan tersebut Tuhan ingin agar kita seperti Yairus yang karena iman telah menjadi perantara rahmat kesembuhan bagi anak yang disayanginya atau seperti si wanita yang dalam sakitnya tak mau menyerah dan mencari kesempatan ditengah himpitan persoalan.

Doa.

Ya  Allah , jangan biarkan kami menjauh dari Sabda-Mu yang selalu memberikan kedamaian bagi kami , biarkan Sabda-Mu hidup di dalam hati kami. Amin.

Yesus memikul kelemahan kita, dan menanggung penyakit kita.