Renungan Katolik Selasa 6 November 2018

57 views

Bacaan Liturgi Selasa 6 November 2018

Bacaan Pertama  Flp 2:5-11

Saudara-saudara, dalam hidup bersama hendaklah kalian bersikap seperti Kristus Yesus. Walaupun dalam rupa Allah, Ia tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan.

Sebaliknya Ia telah mengosongkan diri dan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai wafat, bahkan sampai wafat di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan menganugerahi-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lututlah segala yang ada di langit, yang ada di atas dan di bawah bumi, dan bagi kemuliaan Allah Bapa, semua lidah mengakui “Yesus Kristus adalah Tuhan.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur  Mzm 22:26b-30a.31-32

Aku melambungkan puji-pujian di tengah jemaat yang besar, ya Tuhan.

*Nazarku akan kubayar di depan orang-orang yang takwa. Orang miskin akan makan sampai kenyang, orang yang mencari Tuhan akan memuji-muji Dia; biarlah hati mereka hidup untuk selamanya!

*Segala ujung bumi akan menjadi sadar, lalu berbalik kepada Tuhan;

segala rumpun bangsa akan sujud menyembah di hadapan-Nya.

Sebab Tuhanlah yang empunya kerajaan, Dialah yang memerintah atas bangsa-bangsa. Ya, kepada-Nya akan sujud menyembah semua orang sombong di bumi.

*Dan aku akan hidup bagi Tuhan, anak cucuku akan beribadah kepada-Nya. Mereka akan menceritakan hal-ikhwal Tuhan kepada angkatan yang akan datang. Dan menuturkan keadilan-Nya kepada bangsa yang akan lahir nanti. Semua itu telah dikerjakan oleh Tuhan.

Bait Pengantar Injil  Mat 11:28

Datanglah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat.

Aku akan memberi kelegaan kepada kalian.

Bacaan Injil  Luk 14:15-24

Pada waktu itu Yesus diundang makan oleh seorang Farisi.

Sementara perjamuan berlangsung, seorang dari tamu-tamu berkata kepada Yesus, “Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah.”  Tetapi Yesus berkata kepadanya, “Ada seorang mengadakan perjamuan besar. Ia mengundang banyak orang.  Menjelang perjamuan dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan,

‘Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap.’  Tetapi mereka semua minta dimaafkan. Yang pertama berkata,   ‘Aku baru membeli ladang dan harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan.’  Yang lain berkata,

‘Aku baru membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya;   aku minta dimaafkan.’  Yang lain lagi berkata,  ‘Aku baru saja menikah, dan karena itu aku tidak dapat datang.’  Maka kembalilah hamba itu  dan menyampaikan semua itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya,   ‘Pergilah segera ke segala jalan dan lorong kota  dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan cacat, orang-orang buta dan lumpuh.’  Kemudian hamba itu melaporkan,   ‘Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan. Sekalipun demikian, masih ada tempat.’  Maka tuan itu berkata,  ‘Pergilah ke semua jalan dan persimpangan dan paksalah orang-orang yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh.’

Sebab Aku berkata kepadamu, Tidak ada seorang pun dari para undangan itu akan menikmati jamuan-Ku.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan

Mengapa motor kita bisa jalan dengan baik?  Karena onderdil motor itu dapat berfungsi dengan baik. Mengapa tubuh kita sehat?  Ya, karena seluruh organ tubuh kita dapat berfungsi  dengan baik. Mengapa pohon mangga dikebun kita dapat tumbuh dengan subur dan menghasilkan buah melimpah? Ya, karena seluruh bagian dari unsur di pohon mangga itu sehat dan berfungsi baik. Begitu seterusnya, segala sesuatu hanya dapat bekerja dan hidup dengan baik apabila seluruh unsur atau bagian dari sesuatu itu dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan semestinya.

Begitu pula kita sebagai komunitas Gereja hanya dapat hidup, bertumbuh dan berkembang dengan baik apabila setiap anggota dari komunitas Gereja itu hidup dan bekerja sesuai dengan tugas dan peranan atau fungsinya dengan baik. Setiap dari kita diberi karunia yang berbeda dari Allah. Bila orang bekerja dan melayani sesuai dengan karunianya masing masing, maka hidup Gereja kita sungguh baik dan indah. Yang punya karunia bernubuat , ya bernubuatlah.Yang punya karunia mengajar, ya mengajarlah. Yang punya sesuatu yang dapat dibagi bagikan, ya berbagilah dengan tulus, dan seterusnya.

Kenyataannya di Paroki, Wilayah, atau Lingkungan Gereja, masih saja terjadi kasus yang menyedihkan, ada yang berebut jabatan, ada juga yang berebut menghindari tugas pelayanan yang memang kering secara financial. Ada orang yang tidak masuk pengurus lingkungan , lalu ia merasa tidak terpakai. Maka orang itu langsung tidak pernah kelihatan atau tidak mau aktif lagi.  `

Butir butir permenungan.

Kematian Yesus di kayu salib terus menerus menjadi kotroversi bagi kebanyakan dari kita apalagi penganut agama lainnya. Salah satu hal yang diungkap oleh YOUCAT artikel 98. Apakah Allah menghendaki kematian Anak-Nya? Dijawab demikian: Kematian Yesus yang disebabkan  oleh kekerasan itu tidak saja terjadi karena lingkungan eksternal yang tragis. Yesus diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya (Kis 2:23) supaya kita anak anak dosa dan maut  memiliki hidup dari Bapa di Surga. “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa “ (2Kor 5:21)  Besarnya pengorbanan yang diminta Allah Bapa dari Anak-Nya , selaras dengan besarnya ketaatan Kristus  “Dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa. Selamatkanlah  Aku dari saat ini ? Tidak , sebab untuk itulah  Aku datang kedalam saat ini” (Yoh 12:27). Pada kedua sisi , kasih Tuhan bagi manusiamembuktikan Diri-Nya dikayu salib , Yesus menghendaki menanggung keputusasaankita, penolakan kita , dan kematian kita  sehingga dapat berbagi dengan kita dalam segala hal , kematian Kristus adalah kehendak Bapa , namun bukan tujuan akhir. Kristus mati untuk kita , kita dapat menukar kematian kita dengan hidup-Nya.

Kebenaran firman yang kita baca hari ini  :” Anak manusia harus ditinggikan, supaya setiaporang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal” mendapat alasan dasarnya  “ Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengkaruniakan Anak-Nya yang tunggal , supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya  tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”  Untuk anugerah kasih yang sedemikian besar , selayaknya kita bersyukur dan bersaksi.

Doa.

Ya Bapa, sadarkan umat-Mu untuk tidak saling berebut dalam tugas namun dapat menerima tugas dengan tulus seperti yang diajarkan Santo Paulus.  Amin.

Datanglah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepada kalian.

Oleh : Albertus Joseph Noegroho