Renungan Katolik Senin 18 Februari 2019

84 views

Kalender Liturgi Senin 18 Feb 2019

Bacaan I  Kej 4:1-15.25
Adam menghampiri Hawa, isterinya. Maka mengandunglah wanita itu, lalu melahirkan Kain; dan Hawa berkata,   “Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan Tuhan.”  Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain. Habel menjadi gembala kambing domba, sedang Kain menjadi petani.  Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada Tuhan sebagai korban persembahan. Habel juga mempersembahkan kurban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya.   Maka Tuhan mengindahkan Habel dan kurban persembahannya itu.  Tetapi Kain dan kurban persembahannya tidak diindahkan-Nya.   Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.  Sabda Tuhan kepada Kain,  “Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?   Masakan mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik?   Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu. Dosa itu sangat menggoda engkau,
tetapi engkau harus berkuasa atasnya.”   Pada suatu hari Kain berkata kepada Habel, adiknya,   “Marilah kita pergi ke padang.” Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.   Sabda Tuhan kepada Kain, “Di mana Habel, adikmu itu?”   Jawab Kain, “Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?”
Sabda Tuhan pula, “Apakah yang telah kauperbuat ini?  Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah. Maka sekarang, terkutuklah engkau,
terbuang jauh dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah adikmu itu dari tanganmu. Apabila engkau mengusahakan tanah,
maka tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu. Engkau akan menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi.”  Berkatalah Kain kepada Tuhan,   “Hukumanku itu lebih besar daripada yang dapat kutanggung. Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan tersembunyi dari hadapan-Mu, seorang pelarian dan pengembara di bumi. Barangsiapa bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku.”   Sabda Tuhan kepadanya, “Sekali-kali tidak!
Barangsiapa membunuh Kain, ia akan dibalas tujuh kali lipat.”
Kemudian Tuhan menaruh tanda pada Kain, supaya ia jangan dibunuh oleh siapa pun yang bertemu dengan dia.  Adam menghampiri pula isterinya.  Lalu wanita itu melahirkan seorang anak laki-laki. Ia menamainya Set, sebab katanya,   “Allah telah mengaruniakan kepadaku anak yang lain  sebagai ganti Habel; sebab Kain telah membunuhnya.”
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 50:1.8.16bc-17.20-21
Persembahkanlah puji syukur kepada Allah sebagai kurban.
*Yang Mahakuasa, Tuhan Allah, berfirman dan memanggil bumi, dari terbitnya matahari sampai kepada terbenamnya.  Bukan karena kurban sembelihan engkau Kuhukum, sebab kurban bakaranmu senantiasa ada di hadapan-Ku.
*Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu, padahal engkau yang membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku?
*Engkau duduk, dan menjelek-jelekkan saudaramu, engkau memfitnah saudara kandungmu. Itulah yang engkau lakukan! Apakah Aku akan diam saja?  Apakah kaukira Aku ini sederajat dengan kamu?   Aku menggugat engkau dan ingin berperkara denganmu.

Bait Pengantar Injil  Yoh 14:6
Aku ini jalan, kebenaran dan kehidupan, sabda Tuhan. Tiada orang dapat sampai kepada Bapa tanpa melalui Aku.

Bacaan Injil  Mrk 8:11-13
Sekali peristiwa datanglah orang-orang Farisi dan bersoal jawab dengan Yesus. Untuk mencobai Dia mereka meminta dari pada-Nya suatu tanda dari surga.  Maka mengeluhlah Yesus dalam hati dan berkata,  “Mengapa angkatan ini meminta tanda?   Aku berkata kepadamu,  Sungguh,  kepada angkatan ini sekali-kali tidak akan diberi tanda.” Lalu Yesus meninggalkan mereka.  Ia naik ke perahu dan bertolak ke seberang.
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan.

Kehadiran Yesus ditengah manusia terlebih  ditengah kaum elit tak terhindarkan dari tantangan dan cobaan . Orang Farisi adalah pihak yang sering kali menjadi pengganggu  , sekali gus merasa terusik dengan kehadiran Yesus . Bagi mereka Yesus menjadi tanda tanya besar , apakah Ia adalah Allah yang menjelma menjadi manusia ? Keraguan hati mendesak mereka agar Yesus memberikan satu tanda . Namun bagi Yesus beriman kepada-Nya tidak harus ditunjukkan dengan tanda , melainkan cukuplah percaya dengan sabda dan pekerjaan-Nya . Yesus menegaskan bahwa Ia tidak akan memberikan tanda lahiriah sebab Dia telah menghadirkan Allah yang murah hati sebagai tanda  . Memberikan atau memenuhi segala sesuatu yang diminta oleh orang  Farisi akan sangat mudah untuk mempermainkan kehadiran-Nya

Dalam kehidupan kita setiap hari , ada situasi yang membuat kita bertindak menjadi seperti orang  Farisi . Keadaan sakit dan hidup yang sarat dengan persoalan silih berganti  mendorong kita untuk bertanya  dimanakah Tuhan . Kita meminta agar Tuhan menghindarkan kita dari penyakit dan agar persoalan hidup kita terselesaikan dengan gampang. Namun hal itu sering kali tidak terjadi sebab Tuhan bertindak menurut apa yang Dia kehendaki. Injil hari ini mengajarkan kepada kita untuk memiliki iman yang benar akan segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita adalah penyelenggaraan Ilahi . Banyak sekali tanda tanda dari Tuhan yang terjadi dalam hidup kita tetapi mengapa kita masih meminta tanda yang lebih besar dari tanda tanda yang telah kita terima itu. Marilah kita memperbesar iman kita dengan semakin menyadari bahwa hidup kita adalah tanda penyelenggaraan Tuhan.

Butir permenungan.

Ada sebuah ungkapan . “Hidup adalah suatu berkat” Kehidupan yang kita miliki saat ini sebenarnya merupakan tanda bahwa kita dicintai dan diberikan oleh Tuhan, Kalau demikian, mengapa terkadang kita masih meminta tanda dari Tuhan. Sebuah pepatah mengatakan bahwa masa lalu merupakan guru yang terbaik. Kita mungkin dapat belajar dari guru guru hebat, tetapi pelajaran paling baik  tentang hidup ini datangnya dari masa lalu. Semua hal baik maupun buruk yang pernah terjadi , selalu mungkin  menjadi pelajaran yang berharga bagi hidup kita.  Karena itu sikap paling penting adalah kesediaan untuk menarik diri , melihat dan belajar menimba kearifan dari peristiwa peristiwa  yang telah terjadi. Kisah dalam Alkitab pun sebagian besar berisi tentang peristiwa masa lalu . Didalamnya kita menemukan variasi pengalaman anak manusia dalam upaya mendekat dari pada Allah.

Injil hari ini menampilkan orang orang Farisi yang mencobai Yesus dengan meminta tanda. Karena itu Yesus menegaskan bahwa pada angkatan itu tidak akan diberi tanda.Apa artinya tanda bagi mereka ? Bagi orang orang Farisi , tanda hanya memiliki tujuan untuk mencobai Yesus. Sebagai orang beriman  kepada Yesus, kita tidak perlu lagi tanda tanda untuk menjalin relasi kasih dengan Tuhan dan sesama kita. Sebab kasih itu adalah tanda agung dengan puncaknya Yesus sendiri rela mati di kayu salib karena kasih yang amat agung bagi keselamatan kita.

Doa.

Ya Yesus , semoga semua hal yang aku alami, dan semua hal yang Engkau sampaikan dalam kitab suci , membuat aku semakin teguh dalam pertobatan dan tekun dalam berbuat kasih , tanpa membutuhkan tanda lagi. Amin.

Aku ini jalan, kebenaran dan kehidupan, sabda Tuhan. Tiada orang dapat sampai kepada Bapa tanpa melalui Aku.